Bisnis.com, JAKARTA — Sosok musisi terkaya di dunia tidak selalu datang dari nama-nama yang akrab di telinga publik. Bahkan, salah satu figur dengan kekayaan melampaui Beyoncé justru kerap luput dari perhatian.
Dia adalah Herb Alpert, seorang musisi sekaligus pebisnis musik yang namanya mungkin tidak sepopuler karya-karyanya. Alpert dikenal sebagai motor di balik band legendaris Herb Alpert and the Tijuana Brass, yang meraih kesuksesan besar pada era 1960-an.
Fenomena ini mencerminkan pola yang kerap terjadi dalam daftar orang terkaya dunia. Di luar figur publik seperti Elon Musk, banyak miliarder justru berasal dari latar belakang yang tidak selalu terekspos luas.
Dalam industri hiburan pun demikian. Nama-nama besar seperti Timothée Chalamet atau Leonardo DiCaprio bukanlah yang teratas dari sisi kekayaan. Bahkan, aktris Jami Gertz dari era 1990-an disebut sebagai salah satu figur terkaya di industri film.
Berdasarkan daftar versi Esquire, Alpert menempati posisi kedelapan musisi terkaya di dunia. Peringkat teratas masih dipegang oleh Jay-Z, diikuti Taylor Swift dan Paul McCartney. Sementara itu, nama-nama seperti Selena Gomez, Bruce Springsteen, Rihanna, hingga Madonna melengkapi daftar tersebut.
Meski kurang dikenal luas, Alpert memiliki rekam jejak panjang di industri musik. Dia meraih sembilan penghargaan Grammy dan dikenal melalui lagu “Ladyfingers” yang kembali populer di platform seperti TikTok dan Instagram.
Namun, sumber utama kekayaannya bukan semata dari musik. Bersama Jerry Moss, Alpert mendirikan A&M Records pada 1962. Label tersebut berkembang pesat sebelum akhirnya dijual pada 1989 dengan nilai mendekati US$600 juta, atau setara sekitar US$1,5 miliar saat ini.
Selain itu, dia juga memiliki klub jazz Vibrato Jazz Grill yang dikelola bersama putrinya di kawasan Bel Air, Los Angeles.
Di usia yang telah mencapai 90 tahun, Alpert masih aktif berkarya dan tampil di panggung, sekaligus menekuni seni patung. Alpert juga telah diabadikan dalam Rock and Roll Hall of Fame sejak 2006, serta menjadi satu-satunya musisi yang pernah meraih posisi nomor satu di Billboard Hot 100 sebagai vokalis dan instrumentalis.
Menariknya, di balik kesuksesan tersebut, Alpert pernah mengungkapkan bahwa puncak popularitas justru menjadi fase yang tidak mudah dalam hidupnya. Dia menggambarkan dirinya sebagai sosok yang “kaya, terkenal, tetapi merasa sengsara.”
Seiring waktu, Alpert memilih untuk berfokus pada filantropi. Dia telah menyumbangkan ratusan juta dolar untuk mendukung perkembangan seni, dengan keyakinan bahwa seniman memiliki peran penting dalam menghadirkan kejujuran di tengah masyarakat.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa kekayaan besar tidak selalu identik dengan sorotan publik, melainkan juga dapat berjalan seiring dengan kontribusi nyata bagi dunia seni dan komunitas.