Bisnis.com, JAKARTA – Emiten Grup Lippo pengelola Hypermart, PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) tercatat melakukan pembelian sejumlah lahan dan gedung di sejumlah kota dengan total nilai transaksi mencapai Rp780 miliar.
Corporate Secretary MPPA Mirtha Sukanti menilai penandatanganan sejumlah perjanjian jual beli yang telah dilakukan akan memberikan dampak positif terhadap kegiatan usaha yang dijalankan. Penandatanganan perjanjian juga akan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham perseroan.
“Seluruh penyelesaian transaksi tersebut masih tunduk pada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi para pihak sebagaimana diatur dalam masing-masing perjanjian, demikian kata Mirtha menjelaskan,” tulisnya dikutip, Kamis (19/2/2026).
Berdasarkan keterbukaan informasi publik, ada enam aset yang dibeli oleh MPPA. Pertama, gedung pusat perbelanjaan Plaza Gresik (tanah 6.704 m dan bangunan 15.848 m). Aksi pembelian ini dilakukan dari PT Panca Megah Utama senilai Rp134,5 miliar.
Kedua, Sinar Matahari Bogor dengan luas tanah 2.056 m dan bangunan 1.659 m dari PT Surya Asri Lestari (SAL) dengan total senilai Rp49,5 miliar.
Ketiga, Mega M Kedung Badak Bogor. Perseroan membelinya dari pemilik yang sama yakni PT Surya Asri Lestari yang memiliki luas tanah 8.001 m dan bangunan 26.657 m dari SAL senilai Rp122 miliar.
Keempat, Gedoeng Merah ex Matahari Malioboro seluas 5.382 meter persegi dari PT Nusa Malioboro Indah (NMI) dengan nilai Rp68 miliar. MPPA selanjutnya membeli tanah seluas 1.658 meter persegi juga dari pemilik yang sama.
Kelima, rumah susun seluas 16.138,06 meter persegi di Kelurahan Dukuh Menanggal, Kecamatan Gayungan. Nilai transaksi mencapai Rp351,5 miliar di luar PPN. MPPA membelinya dari PT Citra Cito Perkasa (CCP).
Keenam, MPPA membeli lahan seluas 38.169 meter persegi di Kelurahan Sukamurni dan Tobat, Kecamatan Balaraja. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp54,5 miliar di luar PPN. Dalam pembelian ini, perseroan juga telah menandatangani PPJB dengan PT Balaraja Sentosa.
Aksi ini dilakukan setelah emiten peritel milik group Lippo tersebut mengumumkan kinerja keuangan sepanjang 2025. Berdasarkan laporan keuangan 2025, rugi tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau rugi bersih MPPA tercatat sebesar Rp152,21 miliar. Rugi bersih itu membengkak dari Rp118,1 miliar pada 2024.
MPPA terus menerus mencetak rugi bersih 9 tahun beruntun sejak 2017—2025. Imbasnya, perseroan membukukan defisit ekuitas pada akhir tahun lalu. Merujuk data perseroan, MPPA terakhir kali mencetak laba bersih pada 2016 sebesar Rp38,48 miliar.