Bisnis.com, JAKARTA — PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) atau Adira Finance membeberkan dua cara untuk menjaga kualitas pembiayaan dana tunai menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Chief of Financial Officer (CFO) Adira Finance Sylvanus Gani menjelaskan bahwa cara pertama adalah pihaknya memberikan pembiayaan yang tersegmentasi sesuai dengan risk appetite perusahaan.
“Cara kedua, juga memastikan kegiatan collection dilakukan secara efektif untuk mengurangi potensi kredit macet,” bebernya kepada Bisnis, Senin (15/12/2025) malam.
Gani mengungkapkan hingga November 2025, pembiayaan multiguna atau dana tunai (Solusi Dana) mengalami kenaikan sekitar 37% menjadi Rp11,3 triliun. Pembiayaan ini berkontribusi 29% dari total portofolio perusahaan.
Meski mengalami kenaikan, dia menegaskan secara umum rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing finance (NPF) untuk produk dana tunai berada pada level yang relatif stabil sepanjang 2025.
Adapun menurutnya, kenaikan tersebut tidak lepas dari pengaruh jelang akhir tahun. Kebutuhan dana tunai di masyarakat didorong oleh berbagai aktivitas ekonomi, banyaknya promo, serta persiapan menjelang periode libur Nataru.
“Kondisi ini membuat kebutuhan dana tunai masyarakat cenderung lebih meningkat menjelang akhir tahun dibandingkan periode normal, seiring meningkatnya belanja dan aktivitas layanan selama periode tersebut,” ucap Gani.
Oleh karena itu, imbuhnya, Adira Finance melihat prospek pembiayaan dana tunai hingga akhir tahun 2025 dan awal 2026 akan tetap positif.
Menurut Gani, hal itu didorong oleh karakteristik pembiayaan dana tunai yang bersifat multiguna, sehingga dapat dimanfaatkan konsumen untuk berbagai kebutuhan, baik konsumtif maupun produktif.
“Selain itu, kebutuhan masyarakat yang beragam, mulai dari keperluan rumah tangga, pendidikan, hingga dukungan modal usaha menjadikan pembiayaan dana tunai tetap relevan dan dibutuhkan di berbagai kondisi ekonomi,” pungkasnya.