Bisnis.com, JAKARTA — Pacific Universal Investments Pte. Ltd. mengungkapkan pengambilalihan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) bertujuan memperkuat pengembangan bisnis grup MAP di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Direktur Pacific Universal Investments Sean Gustav Standish Hughes mengatakan langkah akuisisi Mitra Adiperkasa dilakukan untuk mendukung ekspansi dan pertumbuhan jangka panjang perseroan sebagai salah satu pemain ritel terbesar di kawasan.
“Tujuan pengambilalihan adalah untuk mengembangkan usaha Grup MAP di Indonesia dan Asia Tenggara,” ujar Sean dalam keterbukaan informasi, Jumat (8/5/2026).
Pada Jumat (8/5/2026), Pacific Universal Investments resmi mengakuisisi 8,46 miliar saham MAPI atau setara 51% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan. Saham tersebut dibeli dari PT Satya Mulia Gema Gemilang dengan harga Rp1.395 per saham atau senilai total Rp11,81 triliun.
Dengan rampungnya transaksi tersebut, Pacific resmi menjadi pengendali baru emiten ritel gaya hidup itu. Pacific bersama afiliasi CVC Capital Partners juga akan menunjuk Samudra (Investment) Pte. Ltd. dan Ocean Continuum Pte. Ltd. untuk melaksanakan penawaran tender wajib (mandatory tender offer/MTO) atas saham publik MAPI.
Harga penawaran tender wajib tersebut ditetapkan sebesar Rp1.550 per saham sesuai ketentuan yang berlaku di pasar modal.
Sebagai informasi, PT Mitra Adiperkasa Tbk. memiliki portofolio lebih dari 150 merek global yang mencakup department store, sports, fashion, kids, food & beverage, hingga lifestyle. Hingga akhir Maret 2026, perseroan mengoperasikan lebih dari 4.000 gerai ritel di lebih dari 80 kota di Indonesia.
Sejumlah merek yang berada di bawah pengelolaan MAP antara lain Sogo, Seibu, Galeries Lafayette, Zara, Marks & Spencer, Sephora, Sports Station, Foot Locker, Starbucks, Krispy Kreme, Subway, hingga Digimap dan Alun Alun Indonesia.
Aksi pergantian pemegang saham pengendali (PSP) terjadi di tengah kinerja mentereng Grup MAP. Pada kuartal I/2026, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) mencatat pertumbuhan pendapatan 32,04% year on year (YoY) menjadi Rp12,29 triliun. Di sisi bottom line, laba bersih perseroan naik 32,98% YoY menjadi Rp628,04 miliar.