Bisnis.com, JAKARTA — Emiten distributor koper dan peralatan rumah tangga PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk. (TOOL) menyiapkan strategi untuk meningkatkan penjualan pada 2026. Salah satunya melalui kerja sama dengan Grup MAP untuk memperluas pasar koper Airwheel.
Direktur Utama TOOL Ronald Hartono Tan, mengatakan perseroan akan terus berfokus pada peningkatan penjualan, terutama pada segmen koper pintar (smart luggage) Airwheel dan produk perkakas yang menjadi salah satu lini usaha unggulan perseroan.
“Untuk mendorong pertumbuhan, perseroan mengandalkan strategi perluasan distribusi melalui kerja sama dengan department store. Kami optimistis dapat meningkatkan kinerja pada 2026 dibandingkan dengan 2025,” ujarnya dalam Paparan Publik, Senin (15/6/2026).
TOOL memperluas kerja sama dengan mitra strategis seperti Grup MAP. Dengan demikian, produk koper Airwheel dapat masuk ke outlet SOGO dan Seibu.
Langkah ekspansi telah dilakukan sejak 2024 dengan membuka tiga counter Airwheel di pusat perbelanjaan besar Jakarta, yakni di SEIBU Grand Indonesia, SOGO Pondok Indah Mall 2, dan SOGO Plaza Senayan. Perseroan juga memiliki toko Airwheel di Sedayu City, Kelapa Gading.
Ekspansi kemudian berlanjut pada 2025 dengan memperluas jangkauan ke Jawa Timur. Pada Januari 2025, TOOL membuka counter Airwheel di SOGO Pakuwon Mall Surabaya, disusul pembukaan toko Airwheel di Galaxy Mall 3 Surabaya pada Maret 2025. Selanjutnya, pada Agustus 2025, perseroan membuka counter Airwheel di SOGO Paris Van Java Mall Bandung.
Manajemen berharap perluasan jaringan distribusi dan penguatan merek Airwheel dapat meningkatkan penjualan sekaligus menjadi motor pemulihan kinerja perseroan pada 2026.
Selain itu, TOOL berencana meningkatkan eksposur merek melalui berbagai kegiatan promosi, serta memperkuat kerja sama dengan mitra usaha. Di saat yang sama, perusahaan tetap menjaga efisiensi operasional dan pengendalian biaya guna menopang profitabilitas.
"Seluruh inisiatif tersebut dilaksanakan dengan tetap memperhatikan efisiensi operasional dan pengendalian biaya," ujar Ronald.
Sebagai informasi, Rohartindo Nusantara Luas memiliki tiga kategori produk utama yang mencakup tas koper, perkakas, dan peralatan rumah tangga.
Perseroan menilai penurunan daya beli masyarakat menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi sepanjang 2025. Kondisi tersebut membuat konsumen lebih selektif dalam berbelanja sehingga berdampak pada permintaan produk dan pendapatan perusahaan.
Di sisi lain, manajemen TOOL mencermati pelemahan nilai tukar rupiah yang meningkatkan biaya pengadaan produk. Hal itu berimbas kepada peningkatan harga jual kepada konsumen.
Sepanjang 2025, TOOL mencatatkan pendapatan sebesar Rp59,26 miliar, turun 36,64% dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp93,53 miliar. Penurunan tersebut dipicu melemahnya penjualan pada seluruh segmen usaha, mulai dari tas koper, perkakas, hingga perabotan rumah tangga.
Sejalan dengan itu, laba bruto perseroan turun 39,37% menjadi Rp24,26 miliar dari sebelumnya Rp40,01 miliar. Meski demikian, perusahaan masih mampu membukukan laba bruto yang menunjukkan kegiatan usaha inti tetap menghasilkan nilai tambah.
Dari sisi bottom line, TOOL mencatat rugi bersih sebesar Rp6,99 miliar pada 2025, berbanding terbalik dengan laba bersih Rp937 juta pada 2024.