Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifah Fauzi menanggapi penculikan balita bernama Bilqis di Makassar yang diduga jadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)
Dia mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak setempat terkait penculikan balita Bilqis yang diculik di Makassar dan ditemukan di Jambi.
"Sedang dikoordinasikan dengan dinas setempat," katanya kepada Bisnis saat menghadiri Women in SDG's Action Awards, Selasa (11/11/2025).
Arifah mengimbau kepada seluruh orang tua untuk lebih waspada ketika beraktivitas di luar rumah bersama anak sehingga hal-gal serupa tidak terjadi.
Menurutnya, pencegahan penculikan harus dilakukan oleh semua pihak mulai dari keluarga serta aparat penegak hukum.
"Harus kerja sama semua pihak masyarakat keluarga dan pemahaman kepada orang tua bagaimana mengasuh anak supaya anaknya juga tidak mudah bermain tanpa diawasi. Jadi pengawasan keluarga tuh penting. Kesadaran masyarakat perlu ditumbuhkan, perlu diajak terus," ujarnya.
Dari catatan Bisnis, Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengungkapkan kejadian bermula pada 2 November 2025 lalu saat Bilqis ikut bersama ayahnya bermain tenis di Lapangan Pakui Sayang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Namun kemudian bocah tersebut dinyatakan hilang secara tiba-tiba.
Kemudian hari, polisi akhirnya menangkap SY sebagai pelaku utama yang diduga menculik Bilqis. SY membawa korban dari lokasi kejadian ke rumah kosnya di Jalan Abu Bakar Lambogo, Makassar.
Dari rumah kos tersebut pelaku menjual Bilqis melalui Facebook menggunakan akun bernama Wilumani Rohim Bismillah.
Selanjutnya seorang berinisial NH berminat membeli Bilqis. Aarga asal Jakarta tersebut datang langsung ke Makassar untuk membawa korban dengan transaksi hanya sebesar Rp3 juta.
Dia kemudian membawa Bilqis ke Jambi dengan transit di Jakarta. Setibanya di Jambi, NH menjual korban kepada pasangan AS dan MA seharga Rp15 juta.
"Kepada pembeli, NH mengaku bahwa Bilqis adalah keponakannya dengan dalihnya ingin membantu keluarga. Dia kemudian melarikan diri ke Sukoharjo. NH ini bahkan mengaku sudah tiga kali menjadi perantara adopsi ilegal," ungkap Djuhandhani Rahardjo Puro dalam keterangan resmi, Senin (10/11/2025).
Bilqis akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di pemukiman salah satu suku di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Kini korban sudah kembali ke orang tuanya di Makassar dan tengah mendapatkan pendampingan medis serta psikologis oleh Polda Sulsel.