Bisnis.com, JAKARTA - Musim hujan diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan berlangsung lebih lama dari biasanya.
Puncak musim hujan di sejumlah wilayah Indonesia disebutkan tidak berbarengan. Mengutip dari situs resminya, sebanyak 333 ZOM (47,6%) di Indonesia diprediksi akan masuk musim hujan pada bulan September hingga November 2025.
Kemudian sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan telah memasuki musim hujan sebelum September 2025. Selanjutnya, musim hujan akan meluas secara bertahap ke wilayah selatan dan timur, dengan sebagian besar daerah diprediksi mulai mengalami musim hujan pada September, Oktober, dan November 2025.
Adapun puncak musim hujan diprediksi bahwa puncak musim hujan terjadi pada November-Desember 2025. Kemudian berlanjut pada Januari-Februari 2026 untuk wilayah Indonesia bagian selatan dan timur.
Selain itu, BMKG juga memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang bisa menyebabkan banjir hingga tanah longsor.
Saat hujan lebat dan banjir datang, terdapat dampak buruk penyakit yang bisa menjangkit masyarakat. Salah satunya adalah Leptospirosis.
Dilansir dari laman resmi Kemenkes, salah satu penyakit penyerta banjir yang jarang diketahui oleh masyarakat adalah penyakit Leptospirosis.
Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang ditularkan melalui kencing tikus berupa bakteri yang masuk melalui kulit yang lecet atau selaput lendir pada saat kontak dengan banjir atau genangan air sungai hingga selokan dan lumpur.
Pada penderita yang parah, Leptospirosis dapat menyebabkan kematian. Pasalnya penyakit ini terjadi karena infeksi bakteri yang dapat menimbulkan berbagai gejala.
Gejala parah pada penyakit ini meliputi gagal ginjal, gagal hati, hingga komplikasi.
Gejala Leptospirosis
Berikut ini adalah gejala penyakit leptospirosis yang dapat dirasakan oleh pasien yang terjangkit, diantaranya adalah:
1. Demam Mendadak
2. Lemah
3. Mata merah
4. Kekuningan pada kulit
5. Sakit kepala
6. Nyeri otot betis
Pencegahan penyakit Leptospirosis
Setelah mengetahui berbagai gejala yang ditimbulkan apabila pasien terpapar bakteri Leptospirosis, mengetahui tindakan pencegahan juga merupakan hal yang penting untuk diketahui, diantaranya adalah:
1. Menggunakan sarung tangan dan sepatu boots saat membersihkan rumah/selokan
2. Mencuci tangan dengan sabun setelah selesai beraktivitas.
Segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala Leptospirosis seperti yang telah disebutkan di atas, agar bisa segera mendapatkan penanganan sedini mungkin dari para petugas kesehatan.