Bisnis.com, JAKARTA -- Kamar Dagang Mekah Arab Saudi telah mengalokasikan 2.500 kamar hotel dengan layanan lengkap untuk menampung warga negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang terdampar di bandara-bandara di seluruh Arab Saudi menyusul gangguan perjalanan yang meluas.
Langkah ini mengikuti arahan dari Raja Salman bin Abdulaziz, yang menyetujui penampungan warga negara GCC (Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab) dan memastikan kenyamanan mereka hingga mereka dapat kembali dengan selamat ke negara asal mereka.
Dilansir Gulf News, arahan tersebut juga menyerukan untuk memfasilitasi semua prosedur yang diperlukan untuk menerima dan mendukung mereka yang terdampak.
Kamar dagang tersebut juga menyatakan bahwa mereka bergerak cepat untuk mengatur persiapan yang diperlukan berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait.
Abdulmohsen Al Ajlan, Ketua Komite Hotel dan Pariwisata, menegaskan bahwa kamar-kamar tersebut telah disiapkan beserta layanan-layanan penting untuk menyediakan akomodasi dan perawatan yang layak.
Dia mengatakan langkah ini mencerminkan komitmen Kerajaan untuk berdiri bersama mitra-mitra Teluknya dan menawarkan dukungan di saat dibutuhkan, menambahkan bahwa Mekah tetap terbuka bagi mereka yang membutuhkan bantuan.
Inisiatif ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan Iran dan AS-Israel yang saling berbalas serangan dan menyebabkan banyak maskapai penerbangan menangguhkan atau menyesuaikan penerbangan, sehingga banyak pelancong terlantar di berbagai bandara di Teluk dan sekitarnya.