Bisnis.com, JAKARTA – Penuaan dini merupakan kondisi saat terjadi tanda-tanda penuaan kulit muncul lebih awal dari biasanya, ketika umur biologis seseorang lebih tua daripada umur kronologisnya.
Tanda-tanda penuaan seperti kerutan dan kelelahan. Perubahan ini terjadi lebih awal dari yang diperkirakan dan dapat mengejutkan ketika dikenal sebagai penuaan dini.
Garis-garis halus dan kerutan mulai muncul pada kebanyakan orang di usia akhir 20-an dan awal 30-an. Namun, dapat menyebabkan ketidakpercayaan diri bagi mereka yang mengalami penuaan dini. Meski tidak mungkin untuk menghindari perubahan ini sepenuhnya, ada cara untuk mengurangi tanda-tanda penyebab penuaan dini di tubuh Anda.
Penyebab penuaan dini ada banyak macam.
Ahli Andrologi, dan Anti Aging Indonesia dan dunia, Profesor Wimpie Pangkhalia beranggapan bahwa penuaan merupakan sebuah penyakit jika tidak terjadi dengan menyesuaikan usia. Dia juga menjelaskan bahwa terdapat perbedaan jenis usia yakni usia sesuai kelahiran (kronologis) dan usia yang menyesuaikan kondisi tubuh (fisiologis).
Menurut pemaparannya, usia fisiologis dapat terlihat pada orang yang mengalami penurunan hormon, sehingga orang tersebut mengalami penuaan (aging) saat belum memasuki umurnya di atas 45 tahun.
Profesor Wimpie menyebut bahwa penurunan hormon bagi pria dapat terlihat pada orang yang mengalami penurunan gairah seksual di fase subklinis (25–35 tahun).
Normalnya tanda-tanda penuaan baru akan muncul di usia fase transisi (35–45 tahun) yang ditandai dengan elastisitas kulit berkurang, dan gairah seksual yang menurun.
“Jika usia masih muda sekitar umur 25–35 tahun sudah kehilangan gairah seksual, tandanya orang itu telah mengalami penuaan dini akibat berkurangnya hormon,” ujar Profesor Wimpie.
Dalam kesempatan tersebut dirinya juga menjelaskan faktor internal dan eksternal penyebab penuaan (aging) dan penurunan hormon sebagian besar karena gaya hidup yang tidak sehat. Dia menyebut bahwa faktor lainnya seperti keturunan tidak banyak ditemukan kasusnya.
Adapun faktor internal penyebab penuaan yakni:
* Hormon yang berkurang dan tidak seimbang
* Kerusakan DNA
* Glikosilasi
* Metilasi
* Gen
Faktor eksternal penyebab penuaan:
* Pola hidup dan diet tidak sehat
* Kebiasaan buruk
* Polusi
* Kemiskinan
Dia juga mengatakan terkait dengan hubungan hormon testosteron bagi kualitas hidup yang masih belum banyak disadari oleh masyarakat.
“Sampai saat ini masih banyak yang belum memahami peran hormon, bagi kehidupan manusia yang dapat menentukan kualitas hidup,” jelas Profesor Wimpie dalam kesempatan yang sama.
Dirinya juga menjelaskan bahwa perubahan hormon yang normal mengalami peningkatan terjadi saat rentang usia muda sekitar 25–30 tahun, dan akan mengalami penurunan ketika mencapai usia 40. Karena itulah, saat mengalami penurunan hormon, kita akan menjadi tua.
“Manusia menjadi tua karena hormon yang berkurang, bukan hormon berkurang karena manusia yang menua,” tegasnya.
Dokter sekaligus pendiri Klinik Steros, Dr. Ivonne Andriani, menjelaskan faktor penyebab penuaan dini karena penurunan hormon testosteron yang tidak disadari oleh sebagian besar pria di Indonesia.
“Saya mendirikan klinik vaskuler berdasarkan data yang memperkirakan sekitar 19,8 juta orang meninggal karena penyakit jantung vaskuler (CVD), data tersebut mungkin sekitar 32% dari total kematian di seluruh dunia yang diakibatkan penurunan hormon testosteron yang tidak disadari sebagian besar pria di Indonesia,” pungkas Dr. Ivonne.
Menurutnya, klinik Steros, jasa terapi “anti aging” bagi pria yang diklaim menjadi pelopor di Indonesia.
Dia memaparkan alasan pendirian Klinik Steros adalah untuk membuka layanan kesehatan bagi pria melalui pendekatan yang profesional, aman, dan berbasis sains.
“Klinik Steros hadir dengan pendekatan yang profesional, aman, evidence based (berbasis sains) untuk membantu para pria memulihkan keseimbangan hormonal, dan meningkatkan kesejahteraan secara holistik atau keseluruhan,” jelas Dr. Ivonne pada grand opening Klinik Steros, di Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).
Selain itu, Dr. Ivonne juga menyebut bahwa tujuan dari pendirian Klinik Steros sebagai bentuk kepedulian dan tanggapan atas minimnya kesadaran akan penuaan dini (premature aging) bagi pria di Indonesia yang mengakibatkan penyakit jantung vaskuler.
Cara Mencegah Penuaan (Aging)
Profesor Wimpie juga menjelaskan cara mencegah penuaan saat usia subklinis (25–35 tahun), dan masa pertumbuhan anak.
Saat usia subklinis, penuaan dapat dicegah melalui pola hidup yang sehat, seperti pemilihan pola tidur, pola makan, dan rajin berolahraga.
“Untuk seusia kita, usahakan jaga pola makan, ubah pola tidur, rajin olahraga, ya minimal jogging 30 menit cukup untuk mencegah penuaan,” jelasnya.
Sedangkan di usia pertumbuhan anak, Profesor Wimpie berpesan untuk para orang tua agar memperhatikan kondisi tubuh anak, dan asupan nutrisi yang cukup.
“Untuk orang tua saya berpesan, perhatikan perkembangan fisik tubuh anak Anda. Jika pertumbuhan tidak normal, segera konsultasikan ke dokter. Berikan asupan makan yang bagus, kalau bisa hindari susu formula dan daging-dagingan yang kurang sehat seperti ayam broiler,” pungkasnya.
Didirikannya Klinik Steros ini diharapkan dapat menjadi fondasi, dan edukasi terkait penuaan (aging) khususnya bagi kaum pria di Indonesia. Pendiri Klinik Steros, Dr. Ivonne berpendapat bahwa kesehatan pria merupakan fondasi untuk kehidupan yang lebih sehat.
“Saya percaya bahwa kesehatan pria merupakan fondasi penting untuk kehidupan yang lebih sehat, lebih seimbang, dan lebih produktif,” ujarnya di Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026). (Bagas Satria Abdulgani)