Bisnis.com, JAKARTA — Monkeypox (Mpox) atau cacar monyet merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus MPXV dan terutama menyebar melalui kontak dekat dengan penderita, termasuk kontak seksual.
Penularan Mpox dapat terjadi melalui paparan cairan tubuh, lesi kulit, droplet pernapasan, serta benda yang terkontaminasi virus. Infeksi ini menimbulkan gejala khas berupa ruam menyakitkan yang sering disertai pembengkakan kelenjar getah bening.
Virus Mpox memiliki beberapa clade atau varian, yaitu Clade Ia, Clade Ib, dan Clade IIb. Clade Ia dan Clade Ib umumnya menyebabkan gejala yang lebih berat dibandingkan Clade IIb.
Pada sebagian besar kasus, penularan Clade Ib dan Clade IIb terjadi melalui kontak seksual. Sementara itu, Clade Ia lebih banyak menyebar melalui zoonosis atau kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.
Mpox kerap sulit dibedakan dari penyakit lain karena gejalanya mirip dengan infeksi seperti cacar air atau infeksi kulit lainnya. Oleh sebab itu, pemeriksaan laboratorium sangat penting untuk memastikan diagnosis secara tepat.
Metode utama yang digunakan adalah pemeriksaan DNA melalui Polymerase Chain Reaction (PCR). Sampel biasanya diambil dari ruam kulit, cairan lesi, atau keropeng dengan teknik usapan, sedangkan pemeriksaan darah tidak direkomendasikan.
Mpox perlu dibedakan dari berbagai penyakit lain yang juga menimbulkan ruam, seperti smallpox, cacar air, campak, infeksi bakteri kulit, kudis, sifilis, maupun reaksi alergi obat. Ketepatan diagnosis sangat penting karena membantu pasien memperoleh penanganan cepat sekaligus mencegah penularan lebih luas.
Sebagai lanjutan dari pentingnya diagnosis, Mpox biasanya menunjukkan tanda dan gejala yang mulai terasa dalam waktu sekitar satu minggu setelah paparan, meski rentangnya dapat berkisar 1–21 hari. Keluhan ini umumnya berlangsung selama 2–4 minggu, dan dapat memanjang pada individu dengan sistem imun yang lemah.
Berikut gejala yang sering muncul pada kasus Mpox:
- Ruam pada kulit
- Demam
- Sakit tenggorokan
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Nyeri punggung
- Tubuh terasa lemas
- Pembengkakan kelenjar getah bening
Meskipun gejala Mpox dapat berbeda pada setiap orang, sebagian penderita mengalami ruam sebagai tanda pertama, sementara lainnya lebih dulu merasakan demam, nyeri otot, atau sakit tenggorokan, dengan ruam yang biasanya muncul di wajah sebelum menyebar dan berubah dari bercak datar menjadi lepuh berisi cairan hingga akhirnya mengeras dan membentuk keropeng.
Jumlah lesi dapat berkisar dari hanya beberapa hingga sangat banyak dan sering disertai keluhan seperti nyeri pada rektum, kesulitan buang air kecil, atau rasa sakit saat menelan, sedangkan penularan tetap berlangsung sampai seluruh luka sembuh sepenuhnya dan kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, serta individu dengan imunitas lemah berisiko mengalami kondisi yang lebih berat.
Lesi Mpox dapat muncul di berbagai bagian tubuh, terutama pada area yang berkontak langsung dengan sumber penularan. Beberapa lokasi yang umum terdampak meliputi:
- Telapak tangan dan telapak kaki
- Wajah, mulut, dan tenggorokan
- Area selangkangan dan genital
- Anus
Selain ruam, beberapa penderita Mpox juga mengalami keluhan lain yang memengaruhi kenyamanan dan aktivitas sehari-hari. Gejala tambahan tersebut mencakup:
- Pembengkakan atau nyeri pada area rektum (proktitis)
- Kesulitan buang air kecil (disuria)
- Nyeri saat menelan
Terdapat beberapa kalangan yang lebih rentan mengalami Mpox dengan komplikasi serius dan membutuhkan perhatian lebih. Kalangan yang berisiko tersebut meliputi:
- Anak-anak
- Ibu hamil
- Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah
- Penderita HIV yang tidak terkontrol
Vaksinasi Mpox kini digunakan sebagai tambahan dalam strategi pengendalian, berdampingan dengan langkah karantina dan isolasi kasus, namun pencegahan Mpox tidak cukup hanya mengandalkan vaksin. Pemberiannya difokuskan untuk tenaga kesehatan dan kelompok berisiko tinggi, sementara ketersediaannya masih terbatas di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Berikut beberapa langkah membantu mencegah penularan Mpox:
1.Praktikkan hubungan seksual yang aman, termasuk menghindari aktivitas seksual dengan banyak pasangan atau sering berganti pasangan.
2.Jika muncul gejala mpox seperti ruam bernanah atau keropeng pada kulit:
- Segera periksakan diri ke Puskesmas, klinik, atau rumah sakit.
- Hindari aktivitas di luar rumah dan jauhi kerumunan hingga dinyatakan aman. (Angel Rinella)