Bank BJB mendukung Program 3 Juta Rumah dengan memperluas akses KPR Sejahtera FLPP bagi masyarakat berpenghasilan rendah, memperkuat kesejahteraan sosial. [692] url asal
Bisnis.com, SERANG - bank bjb kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program perumahan nasional yang menjadi prioritas pemerintah. Dukungan ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam pelaksanaan Akad Massal KPR Sejahtera FLPP dan penyerahan kunci rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Adapun pelaksanaan Akad Massal KPR Sejahtera FLPP dan Serah Terima Kunci Rumah dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia bapak Prabowo Subianto beserta Menteri Kabinet, Direktur Pengganti Direktur Utama bank bjb bapak Ayi Subarna, Direktur Konsumer & Ritel bank bjb ibu Nunung Suartini, yang dilaksanakan pada Sabtu, 20 Desember 2025, di Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, Banten. Kegiatan ini menjadi rangkaian nasional dengan total 50.030 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Program 3 Juta Rumah yang digagas pemerintah untuk memperluas akses hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong kesejahteraan sosial dan pemerataan pembangunan.
Acara diawali dengan pembukaan yang dilanjutkan dengan pemaparan laporan kinerja KPR Sejahtera FLPP oleh Komisioner BP Tapera bapak Heru Pudyo Nugroho. Laporan tersebut memberikan gambaran capaian program pembiayaan perumahan subsidi secara nasional. Agenda berikutnya diisi dengan laporan dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman bapak Maruarar Sirait mengenai progres Program 3 Juta Rumah.
Puncak simbolisasi kegiatan ditandai dengan penyerahan kunci rumah subsidi KPR Sejahtera FLPP kepada perwakilan debitur. Prosesi ini menjadi momen penting yang merepresentasikan terwujudnya impian masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah layak. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan arahan Presiden Republik Indonesia bapak Prabowo Subianto. Kehadiran Presiden dalam kegiatan ini memperkuat makna strategis program perumahan sebagai agenda prioritas nasional.
Secara nasional, kegiatan ini melibatkan sedikitnya 300 debitur secara luring dan 49.730 debitur secara daring dari 33 provinsi dan 110 titik lokasi akad di seluruh Indonesia. Momentum ini memperlihatkan skala besar komitmen pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan sektor perumahan.
Pada kesempatan tersebut, bank bjb turut berkontribusi nyata melalui pelaksanaan akad dan serah terima kunci debitur KPR Sejahtera FLPP sebagai bukti nyata mendukung akses pembiayaan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan. Penyerahan kunci rumah dilakukan secara simbolis kepada perwakilan debitur. Selain itu, proses akad dan serah terima kunci juga dilaksanakan secara hybrid melalui pemanfaatan teknologi digital.
Sebagai lembaga keuangan daerah yang memiliki kedekatan dengan masyarakat, bank bjb memandang sektor perumahan sebagai kebutuhan dasar yang harus didukung secara berkelanjutan. Rumah tidak hanya dipahami sebagai bangunan fisik, tetapi juga fondasi kehidupan keluarga dan masa depan generasi.
bank bjb melihat sektor properti sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Penyaluran KPR Sejahtera FLPP tidak hanya mendorong kepemilikan rumah, tetapi juga menggerakkan sektor konstruksi, tenaga kerja, dan rantai ekonomi turunannya.
Melalui pembiayaan perumahan, bank bjb berperan dalam menciptakan dampak ekonomi yang luas dan berkelanjutan. Setiap unit rumah yang terbangun menjadi bagian dari penguatan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
bank bjb terus mengembangkan inovasi layanan untuk mempermudah akses pembiayaan properti. Kemudahan proses kredit, pendampingan debitur, serta sinergi dengan pengembang menjadi fokus utama dalam mempercepat kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
KPR Sejahtera FLPP diposisikan sebagai solusi pembiayaan yang terjangkau dan berkelanjutan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Skema ini dirancang agar cicilan tetap ringan dan sesuai dengan kemampuan finansial debitur.
Peran bank bjb dalam sektor perumahan sejalan dengan fungsinya sebagai agen pembangunan daerah. Melalui pembiayaan yang tepat sasaran, bank bjb mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus memperkuat fondasi sosial ekonomi masyarakat.
Ke depan, bank bjb akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, BP Tapera, dan pengembang perumahan. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat realisasi program perumahan nasional secara merata dan berkelanjutan.
Dukungan bank bjb terhadap program perumahan pemerintah mencerminkan komitmen jangka panjang dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Akses hunian yang layak diyakini menjadi fondasi penting bagi pembangunan manusia dan ekonomi daerah.
Melalui peran aktif di sektor perumahan, bank bjb optimistis dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian target Program 3 Juta Rumah. bank bjb berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi pembiayaan yang inklusif, mudah diakses, dan berdampak luas bagi masyarakat.
bank bjb berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI) serta bank bjb merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Informasi lebih lanjut mengenai bjb KUR dapat diperoleh dengan mengunjungi kantor cabang bank bjb terdekat atau melalui call center bjb Call 14049 atau kunjungi website resmi bank bjb infobjb.id/KUR.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri akad massal 50.030 Kredit Perumahan Rakyat Fasilitas Likuiditas Pembayaran Perumahan (KPR FLPP) dan serah terima kunci ... [479] url asal
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menghadiri akad massal 50.030 Kredit Perumahan Rakyat Fasilitas Likuiditas Pembayaran Perumahan (KPR FLPP) dan serah terima kunci tahun 2025 di Banten, Sabtu.
Berdasarkan pantauan melalui Youtube Sekretariat Presiden di Jakarta, Sabtu, Prabowo mengatakan bahwa penyerahan kunci rumah dan akad massal ini merupakan upaya pemerintah dalam membantu rakyat Indonesia yang masih membutuhkan pertolongan untuk kehidupan yang lebih layak.
"Ini tekad kita, ini perjuangan kita bersama. Karena itu, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang hari ini bersatu sehingga kita bisa memberi kualitas hidup kepada rakyat kita. Mereka harus punya rumah yang layak, ini upaya yang sangat membanggakan, tapi masih jauh dari apa yang harus kita capai," kata Presiden.
Penandatanganan akad massal secara serentak di 33 provinsi Indonesia ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah.
Dalam acara ini, Presiden menyerahkan secara simbolis kunci rumah subsidi kepada 10 orang masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Adapun 10 orang MBR ini, terdiri atas Dicky Mubarok yang merupakan seorang guru honorer dari Cianjur, Suyono (penyandang tunanetra dari Kabupaten Semarang), Sanah Maemunah (pedagang kopi keliling dari Serang), dan Suparmin (pengemudi ojeg online dari Bekasi).
Selain itu, Nana Suryana (penjaga ruang jenazah dari Kabupaten Bandung), Isti Siti Fatimah (buruh perwakilan Serikat Kerja Kementerian Ketenagakerjaan dari Kota Serang), Bayu Bina Anggara (seorang dai dari Serang), Airin Ajiyanti Putri (nelayan dari Kota Surakarta), dan Ahmad Kurniadi (tukang cukur dari Serang).
Acara ini juga diisi dengan dialog langsung antara Presiden Prabowo dengan para penerima manfaat dari berbagai daerah yang dilakukan secara daring.
Interaksi ini menjadi simbol kehadiran negara yang mendengarkan langsung aspirasi rakyat dari berbagai penjuru tanah air.
Akad massal juga dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, yakni Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.
Selanjutnya, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Kepala Rachmat Pambudy, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanegara, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, dan Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adiningga Widyasanti.
Kementerian PKP mencatat hingga 19 Desember 2025, penyaluran KPR FLPP mencapai 263.017 unit untuk rumah subsidi dengan nilai Rp32,67 triliun.
Penyaluran tersebut melibatkan 39 bank penyalur, 22 asosiasi pengembang perumahan dan 7.998 pengembangan. Rumah subsidi ini tersebar di 12.981 kawasan perumahan di 33 provinsi dan 401 kota/kabupaten.
Akad massal yang berfokus di Banten tersebut berada di Perumahan Pondok Banten Indah, Serang. Perumahan ini berada di lahan seluas 20 ribu hektare dan berpotensi dikembangkan hingga 60 hektare.
Pada tahap awal, dibangun 1.600 unit rumah subsidi dan 150 unit rumah klaster. Rumah subsidi dibangun dengan luas tanah 60 meter dan luas bangunan 30 meter.
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56