Inflasi Sumsel Oktober 2025 naik 0,13% mtm, dipicu emas perhiasan. Inflasi tahunan 3,49% yoy. Pemerintah diminta waspada jelang libur akhir tahun. [393] url asal
Bisnis.com, PALEMBANG — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perkembangan harga barang dan jasa di Provinsi Sumatra Selatan pada Oktober tercatat inflasi 0,13% month-to-month (mtm).
Sementara itu, untuk tingkat inflasi tahunan tercatat sebesar 3,49% year on year (yoy) dan kumulatif dari Januari sampai Oktober sebesar 2,38% year to date (ytd).
Kepala BPS Sumatra Selatan (Sumsel) Moh Wahyu Yulianto mengungkapkan tingkat inflasi Sumsel pada bulan sebelumnya masih relatif lebih rendah dibandingkan September yang sebesar 0,27% mtm.
“Namun, capaian tersebut masih lebih tinggi apabila dibandingkan Oktober 2024 yang sebesar 0,09% mtm,” ujarnya dalam rilis berita statistik (BRS), Senin (3/11/2025).
Secara bulanan kelompok penyumbang inflasi tertinggi di Sumsel yakni dari perawatan pribadi dan jasa lainnya yang tercatat sebesar 2,95% dengan andil 0,25%.
Sedangkan untuk kelompok makanan, minuman dan tembakau yang biasanya menjadi pemicu inflasi justru relatif terkendali dan menyumbang deflasi sebesar 0,10% dengan penurunan harga 0,30% mtm.
“Secara spesifik komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi Oktober 2025 di Sumsel yaitu emas perhiasan, kemudian telur ayam ras, daging ayam, wortel dan ketimun,” jelasnya.
Adapun tingkat inflasi mtm di seluruh wilayah yang menjadi daerah pantauan meliputi Ogan Komering Ilir, Muara Enim, Palembang dan Lubuk Linggau tercatat masing-masing 0,05%, 0,13%, 0,16% dan 0,09%.
Wahyu menambahkan sejumlah hal yang memengaruhi kondisi inflasi Sumsel pada Oktober, yaitu penyesuaian harga BBM dan penurunan harga sejumlah komoditas hortikultura seiring melimpahnya pasokan.
Kemudian, stabilisasi beras melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dan harga emas yang mengalami peningkatan rata-rata cukup signifikan hingga mencapai Rp2,48 juta pada 21 Oktober 2025.
“Lalu juga adanya program makan bergizi gratis (MBG), dimana menurut laporan KPPG bahwa setiap satu hari, satu SPPG rata-rata membutuhkan sekitar 510 Kg ayam filet, 290 Kg ikan, 170 Kg daging sapi, serta 160-240 Kg telur ayam sebagai bahan baku,” jelasnya.
Meski kondisi inflasi Sumsel masih di dalam rentan target, imbuh dia, namun pihaknya mengimbau agar pemerintah daerah mewaspadai tekanan inflasi di tahun ini.
“Karena [potensi] tekanan inflasi di dua bulan ke depan juga relatif masih tinggi, ya. Karena ada bayang-bayang permintaan [pasokan] SPPG, kemudian juga hari libur natal dan tahun baru. Jadi perlu kolaborasi untuk mengantisipasi,” pungkasnya. (241+ Lira Fitriani)
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Moh Wahyu Yulianto saat wawancara usai rilis berita statistik, Senin (3/11/2025)./Bisnis-Husnul.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56