
Baca Juga
H-2 Lebaran, Pelindo Regional 2 Sukses Layani 119 Ribu Penumpang
Selat Malaka diketahui menjadi salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia yang menghubungkan Samudra Hindia dan Laut China Selatan, serta dilalui ribuan kapal internasional setiap tahunnya. Posisi tersebut menjadikan kawasan ini berkembang sebagai pusat berbagai aktivitas layanan maritim internasional, termasuk layanan alih muat antarkapal atau ship-to-ship transfer (STS).
Menurut Achmad, pengembangan layanan di Perairan Nipa menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat kehadiran nasional di jalur perdagangan global sekaligus meningkatkan daya saing sektor maritim nasional.
“Pengembangan NTAA bukan sekadar pengembangan bisnis kepelabuhanan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai logistik dan perdagangan internasional. Kami berharap keberadaan layanan ini dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat konektivitas maritim nasional,” tuturnya.
Layanan kepelabuhanan di sana antara lain layanan alih muat antarkapal atau Ship to Ship Transfer (STS), pelayanan kapal, serta layanan floating storage. Pelindo akan mengembangkan pendukung operasional sesuai dengan standar keselamatan dan layanan internasional.
Achmad juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan serta seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung proses pengembangan NTAA hingga terlaksananya soft launching ini.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah serta seluruh stakeholder terkait. Ke depan, kami juga memohon dukungan dan kolaborasi seluruh pihak agar pengoperasian NTAA dapat berjalan dengan baik, aman, dan memberikan manfaat optimal bagi penguatan sektor maritim nasional,” ucapnya.
Editor: Rizqa Leony Putri