#30 tag 24jam
Konsolidasi Logistik BUMN Dimulai, Pelindo Bidik Penurunan Biaya Logistik Nasional
Sinergi tujuh perusahaan logistik BUMN menjadi fondasi pembentukan holding logistik. [349] url asal
#pelindo #logistik-bumn #holding-logistik #rantai-pasok-nasional #biaya-logistik #danantara #pt-pelindo-sinergi-lokaseva #pt-multi-terminal-indonesia #ekonomi-indonesia #distribusi-nasional
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendukung konsolidasi logistik BUMN sebagai langkah strategis untuk memperkuat integrasi rantai pasok nasional, menekan biaya logistik, serta meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia. Melalui anak usahanya, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL), Pelindo bersama sejumlah entitas logistik BUMN menandatangani Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi Logistik BUMN di Pos Bloc Jakarta, Selasa (30/6).
Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah melalui BPI Danantara untuk membangun ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi. Konsolidasi tersebut diharapkan mampu memperluas konektivitas distribusi nasional, meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan aset BUMN, serta memperkuat daya saing sektor logistik nasional.
Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Aset Manajemen Aurelius Altius Rosimin mengatakan konsolidasi logistik BUMN sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun BUMN yang lebih fokus, efisien, sehat, dan berdaya saing.
"Melalui konsolidasi kapabilitas, aset, dan jaringan perusahaan, hasil penggabungan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi, meningkatkan kualitas layanan, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara," ujar Aurelius.
Pada tahap awal, struktur kepemilikan perusahaan hasil konsolidasi terdiri atas 74,47 persen Pelindo Group, 9,24 persen PT Pos Indonesia (Persero), 9,37 persen PT Krakatau Bandar Samudera, dan 6,92 persen entitas lainnya.
Sebagai pemegang saham mayoritas, Pelindo berperan mengawal proses integrasi hingga terbentuknya holding logistik nasional sesuai roadmap yang telah ditetapkan.
Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar mengatakan sinergi antarpelaku logistik BUMN diharapkan memperkuat konektivitas rantai pasok nasional sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi barang.
"Kami menyambut baik proses konsolidasi ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi. Melalui kolaborasi yang semakin erat antar-BUMN, kami optimistis konektivitas rantai pasok nasional akan semakin kuat, biaya logistik dapat ditekan, serta layanan kepada pelanggan menjadi lebih efektif dan kompetitif," kata Achmad.
Menurut Achmad, Pelindo akan terus mengawal proses integrasi agar berjalan sesuai roadmap sekaligus memperkuat sinergi layanan kepelabuhanan dan logistik.
"Kami meyakini konsolidasi ini dapat menjadi fondasi penting dalam membangun sistem logistik nasional yang lebih efisien, terintegrasi, dan kompetitif," ujarnya.
Penandatanganan SHA dan Akta Penggabungan menjadi tahapan resmi implementasi konsolidasi logistik nasional yang dihadiri jajaran BPI Danantara, direksi BUMN, pemegang saham, serta para pemangku kepentingan.
Pelindo dukung konsolidasi BUMN logistik perkuat rantai pasok nasional
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendukung konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) logistik sebagai langkah memperkuat integrasi rantai pasok ... [643] url asal
#pelindo #konsolidasi #logistik-bumn #perkuat-rantai-pasok-nasional
konsolidasi BUMN logistik merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing logistik nasional melalui sinergi antarpelaku logistik milik negara
Jakarta (ANTARA) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendukung konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) logistik sebagai langkah memperkuat integrasi rantai pasok nasional, meningkatkan efisiensi dan konektivitas distribusi.
Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menyampaikan konsolidasi BUMN logistik merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing logistik nasional melalui sinergi antarpelaku logistik milik negara.
“Kami menyambut baik proses konsolidasi ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi," kata Achmad dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Pelindo melalui anak usahanya, PT Pelindo Sinergi Lokaseva, bersama sejumlah entitas logistik BUMN melaksanakan penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi Logistik BUMN di Pos Bloc Jakarta, Selasa (30/6).
Langkah strategis itu merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah melalui BPI Danantara dalam mendorong transformasi sektor logistik nasional.
"Melalui kolaborasi yang semakin erat antar-BUMN, kami optimistis konektivitas rantai pasok nasional akan semakin kuat, biaya logistik dapat ditekan, serta layanan kepada pelanggan menjadi lebih efektif dan kompetitif,” ujar Achmad.
Achmad menambahkan Pelindo berkomitmen untuk mengawal proses transisi tersebut agar berjalan sesuai roadmap yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia.
"Ini dapat menjadi fondasi penting dalam membangun sistem logistik nasional yang lebih efisien, terintegrasi dan kompetitif," ucapnya.
Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Aset Manajemen, Aurelius Altius Rosimin menyampaikan konsolidasi logistik BUMN merupakan langkah strategis yang sejalan dengan arahan strategis Presiden Prabowo Subianto untuk membangun perusahaan BUMN yang lebih fokus, efisien, sehat dan berdaya saing.
“Melalui konsolidasi kapabilitas, aset dan jaringan perusahaan, hasil penggabungan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi, meningkatkan kualitas layanan, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara,” ujar Aurelius.
Pada tahap awal konsolidasi, struktur kepemilikan saham perusahaan konsolidasi terdiri atas 74,47 persen Pelindo Group, 9,24 persen PT Pos Indonesia (Persero), 9,37 persen PT Krakatau Bandar Samudera, dan 6,92 persen entitas lainnya.
Sebagai pemegang saham mayoritas pada tahap awal konsolidasi, Pelindo memegang peran strategis dalam mengawal proses integrasi hingga terbentuknya holding logistik nasional.
Peran tersebut menjadi bagian dari komitmen Pelindo untuk memastikan proses transisi berjalan sesuai roadmap yang telah ditetapkan sekaligus memperkuat sinergi antarpelaku logistik BUMN.
Prosesi penandatanganan dihadiri oleh jajaran pimpinan BPI Danantara, pemegang saham, Direksi BUMN, serta para pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses konsolidasi logistik nasional.
Sebagai bagian dari proses konsolidasi, tujuh entitas logistik BUMN akan bergabung dalam satu entitas sebagai fondasi pembentukan holding logistik nasional.
Ketujuh entitas tersebut meliputi PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL) dari Pelindo Group, PT Pos Logistik Indonesia (POSLOG), PT Sarana Bandar Logistik (SBL), PT KBN Prima Logistik (KPL), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), serta PT Krakatau Jasa Logistik (KJL).
Dalam proses tersebut, PT Multi Terminal Indonesia ditunjuk sebagai entitas penerima penggabungan atau surviving entity.
Sebagai bagian dari Pelindo Group, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) mendukung penuh implementasi konsolidasi tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat integrasi layanan logistik nasional.
Sejalan dengan fokus perusahaan sebagai penyedia solusi logistik terintegrasi dan pengelola kawasan, PSL memandang konsolidasi ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi layanan sekaligus memperluas konektivitas antara pelabuhan, kawasan industri dan hinterland.
Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Faruq Hidayat, mengatakan sebagai bagian dari Pelindo Group dan pemegang saham PT MTI, PSL akan mengoptimalkan perannya dalam mendukung implementasi konsolidasi, khususnya melalui penguatan layanan port-related logistics dan konektivitas port-to-hinterland.
Menurut dia, langkah konsolidasi itu membawa harapan besar bagi dunia logistik Indonesia, termasuk bagi PSL. Perusahaan siap memperkuat sinergi layanan logistik melalui konektivitas yang semakin terintegrasi, mulai dari pelabuhan hingga kawasan hinterland.
Konsolidasi logistik BUMN diharapkan memperkuat jaringan distribusi nasional melalui integrasi layanan yang lebih efisien, mengoptimalkan aset dan operasional, menekan biaya logistik, serta meningkatkan daya saing dunia usaha nasional.
Ke depan, konsolidasi logistik BUMN diharapkan menjadi katalis dalam mewujudkan ekosistem logistik nasional yang semakin efisien, terintegrasi dan kompetitif.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional, Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN
Konsolidasi dilakukan untuk membangun BUMN yang lebih efisien dan memiliki daya saing lebih kuat. [536] url asal
#bumn #pelindo #holding-bumn #konsolidasi
(Kompas.com - Money) 01/07/26 12:11
v/264894/
JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah mulai merealisasikan pembentukan holding logistik nasional melalui konsolidasi tujuh perusahaan logistik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat integrasi layanan logistik, meningkatkan efisiensi rantai pasok, sekaligus menekan biaya logistik nasional.
Tahap awal konsolidasi ditandai dengan penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi Logistik BUMN oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui anak usahanya, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL), bersama sejumlah entitas logistik BUMN di Pos Bloc Jakarta.
Proses tersebut merupakan bagian dari transformasi sektor logistik nasional yang dijalankan pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Aset Manajemen, Aurelius Altius Rosimin, mengatakan, konsolidasi dilakukan untuk membangun BUMN yang lebih efisien dan memiliki daya saing lebih kuat.
"Melalui konsolidasi kapabilitas, aset, dan jaringan perusahaan, hasil penggabungan ini diharapkan menciptakan sinergi, meningkatkan kualitas layanan, serta memberikan nilai tambah lebih besar bagi negara," ujar Aurelius dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7/2026).
Pada tahap awal, struktur kepemilikan perusahaan hasil konsolidasi terdiri atas Pelindo Group sebesar 74,47 persen, PT Pos Indonesia (Persero) 9,24 persen, PT Krakatau Bandar Samudera 9,37 persen, serta entitas lainnya sebesar 6,92 persen. Dengan kepemilikan mayoritas tersebut, Pelindo akan memimpin proses integrasi hingga terbentuknya holding logistik nasional.
Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, mengatakan konsolidasi menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing sektor logistik melalui sinergi antarpelaku logistik BUMN.
"Kami menyambut baik konsolidasi ini sebagai upaya membangun ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi. Melalui kolaborasi yang semakin erat antar-BUMN, kami optimistis konektivitas rantai pasok nasional akan semakin kuat, biaya logistik dapat ditekan, serta layanan kepada pelanggan menjadi lebih efektif dan kompetitif," kata Achmad.
Ia menambahkan, Pelindo akan memastikan proses transisi berjalan sesuai peta jalan yang telah disusun agar manfaat konsolidasi segera dirasakan dunia usaha maupun masyarakat.
"Kami akan terus mendukung proses integrasi ini, termasuk melalui penguatan sinergi layanan kepelabuhanan dan logistik. Kami meyakini konsolidasi ini dapat menjadi fondasi penting dalam membangun sistem logistik nasional yang lebih efisien, terintegrasi, dan kompetitif," ujarnya.
Dalam skema tersebut, tujuh perusahaan logistik BUMN akan digabungkan ke dalam satu entitas, yakni PT Multi Terminal Indonesia (MTI) sebagai *surviving entity*. Ketujuh perusahaan tersebut meliputi PT Multi Terminal Indonesia dan PT Prima Indonesia Logistik dari Pelindo Group, PT Pos Logistik Indonesia, PT Sarana Bandar Logistik, PT KBN Prima Logistik, PT Varia Usaha Dharma Segara, serta PT Krakatau Jasa Logistik.
Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Faruq Hidayat, mengatakan pihaknya siap mendukung proses integrasi melalui penguatan layanan logistik yang menghubungkan pelabuhan dengan kawasan industri dan wilayah hinterland.
"Langkah konsolidasi ini membawa harapan besar bagi dunia logistik Indonesia, termasuk bagi PSL. Kami siap memperkuat sinergi layanan logistik melalui konektivitas yang semakin terintegrasi, mulai dari pelabuhan hingga kawasan hinterland. Dengan kolaborasi antarentitas BUMN, kami optimistis dapat menghadirkan solusi logistik yang lebih efisien dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan," ujar Faruq.
Pemerintah berharap konsolidasi tersebut dapat mengoptimalkan pemanfaatan aset, mengurangi duplikasi layanan, memperkuat jaringan distribusi nasional, serta membangun ekosistem logistik yang lebih terintegrasi. Dalam jangka panjang, langkah ini diharapkan mampu menekan biaya logistik nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri dan efisiensi distribusi barang di Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Konsolidasi BUMN, Tujuh Perusahaan Logistik Resmi Bergabung
Perusahaan hasil penggabungan akan menjalani masa transisi selama 12 bulan. [328] url asal
#danantara-indonesia #danantara-asset-management #bumn-logistik #pt-multi-terminal-indonesia #mti #pos-indonesia #pelindo #pelni #krakatau-steel #merger-bumn #konsolidasi-bumn #daud-joseph
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tujuh anak usaha BUMN di sektor logistik resmi bergabung dalam satu entitas melalui penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan akta penggabungan di Pos Bloc, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Konsolidasi ini menjadi tahap awal pembentukan ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi.
Ketua Steering Committee PMO Konsolidasi BUMN Logistik sekaligus Direktur Utama PT Pos Indonesia Daud Joseph mengatakan PT Multi Terminal Indonesia (MTI) ditetapkan sebagai surviving entity atau perusahaan yang tetap bertahan setelah proses penggabungan.
"Baru saja kita menyaksikan penandatanganan kesepakatan para pemegang saham dan akta penggabungan dari tujuh entitas BUMN logistik yang digabungkan menjadi satu," ujar Daud.
Menurut Daud, konsolidasi tersebut merupakan hasil evaluasi terhadap 15 entitas BUMN logistik yang dipetakan Danantara Indonesia. Dari hasil kajian, delapan perusahaan dinilai memiliki karakteristik usaha yang serupa, sebelum akhirnya diputuskan tujuh perusahaan yang bergabung dalam tahap pertama.
Ia mengatakan proses konsolidasi dapat berjalan relatif cepat setelah seluruh perusahaan berada di bawah pengelolaan Danantara Asset Management (DAM).
Daud menambahkan konsolidasi belum berhenti pada tahap pertama. Danantara telah meminta tim melakukan kajian terhadap dua entitas lain yang bergerak sebagai pemilik muatan (cargo owner), yakni dari sektor pupuk dan semen.
"Setelah ini, kami sedang diminta untuk mempelajari adanya dua entitas berikutnya. Fase yang kedua nanti ini adalah fase BUMN Logistics Cargo Owner di mana cargo owner-nya adalah dua produknya, yaitu produk pupuk dan produk semen," katanya.
Perusahaan hasil penggabungan akan menjalani masa transisi selama 12 bulan. Selama periode tersebut akan dilakukan evaluasi untuk menentukan valuasi perusahaan, struktur permodalan, hingga komposisi kepemilikan sebelum transaksi akhir diselesaikan.
Daud mengatakan penurunan biaya logistik nasional tetap menjadi tujuan konsolidasi. Namun, fokus utama dalam satu tahun pertama adalah memastikan integrasi ketujuh perusahaan berjalan lancar dari sisi operasional, ketenagakerjaan, perpajakan, hingga aspek hukum.
"Memang betul tujuan akhirnya ada penurunan biaya logistik. Namun, di dalam periode awal ini sampai 12 bulan, yang penting tujuh PT berbeda ini bisa melaksanakan fungsi dengan baik di dalam satu wadah, secara legalnya, ketenagakerjaan, secara operasional, secara perpajakan, itu dulu," kata Daud.
Tujuh BUMN logistik resmi merger di bawah satu entitas
Sebanyak tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor logistik resmi tergabung dalam satu entitas melalui penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan ... [326] url asal
#bumn-logistik #logistik #pelindo #pelni #pos-indonesia #bumn
Ini sesuai dengan visi dan misi dari pemerintah yang ingin terjadi adanya efektivitas dan efisiensi dari proses logistik yang ada di negara ini
Jakarta (ANTARA) - Sebanyak tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor logistik resmi tergabung dalam satu entitas melalui penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi di Jakarta, Selasa.
Ketua Steering Committee PMO Konsolidasi BUMN Logistik Daud Joseph mengatakan, PT Multi Terminal Indonesia sebagai entitas bertahan (surviving entity) akan menjadi wadah bagi ketujuh perusahaan selama masa transisi.
Adapun ketujuh perusahaan logistik tersebut adalah Pelindo Sinergi Lokaseva Multiterminal Indonesia, Pelindo Sinergi Lokaseva Prima Indonesia Logistik, Pos Logistics, Pelni Logistics, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), dan Krakatau Integrated Logistics.
“Jadi namanya adalah surviving entity atau satu entitas yang bertahan. Jadi, surviving entity yang akan bertahan adalah PT Multiterminal Indonesia,” kata Daud.
Selama periode transisi tersebut, perusahaan yang tergabung dalam merger tersebut akan menjalankan proses integrasi dari sisi operasional, hukum, keuangan, hingga tata kelola sebelum memasuki tahap transaksi akhir.
Lebih lanjut, Daud mengatakan penggabungan tujuh perusahaan BUMN di sektor logistik tersebut merupakan langkah awal konsolidasi logistik nasional oleh Danantara Asset Management untuk membangun ekosistem logistik yang lebih efisien dan terintegrasi di Indonesia.
“Ini sesuai dengan visi dan misi dari pemerintah yang ingin terjadi adanya efektivitas dan efisiensi dari proses logistik yang ada di negara ini. Dari sisi BUMN, Danantara menginginkan agar tujuh perusahaan ini dapat menjadi satu dan hari ini sudah mulai dilaksanakan,” ujar Daud.
Daud Joseph yang juga Direktur Utama PT Pos Indonesia itu berharap, penyatuan tujuh perusahaan ini dapat memberikan manfaat langsung agar sektor logistik nasional dapat berkembang dengan lebih efisien.
“Manfaat yang kita harapkan bersama sebagai bangsa, di mana perusahaan logistik yang terkonsolidasi dapat memiliki semua fitur yang dibutuhkan, sehingga dengan satu entitas saja dapat melaksanakan berbagai fungsi logistik,” kata Daud.
“Dari situlah akan terjadi (efisiensi), ada harga yang lebih efisien, karena tidak lagi multi perusahaan,” ujarnya menambahkan.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Pelindo Multi Terminal Rombak Jajaran Direksi, Sugeng Mulyadi Ditunjuk Jadi Dirut
PT Pelindo Multi Terminal, bagian dari Subholding PT Pelindo (Persero) melakukan perombakan besar-besaran dalam jajaran dewan direksi. [208] url asal
#pelindo-multi-terminal #pelindo #ipcc #sugeng-mulyadi
(IDX-Channel - Economics) 26/06/26 20:42
v/261172/
IDXChannel - PT Pelindo Multi Terminal, bagian dari Subholding PT Pelindo (Persero) melakukan perombakan besar-besaran dalam jajaran dewan direksi.
SPMT resmi mengangkat Sugeng Mulyadi untuk menjabat sebagai Direktur Utama, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), anak usaha Pelindo Multi Terminal.
"Saya ditugaskan di Pelindo Multi Terminal," kata Sugeng saat dikonfirmasi, Jumat (26/6/2026).
Selain itu, perusahaan menunjuk tiga orang lainnya untuk bekerja bersama meningkatkan kinerja. Ketiganya yakni Rizki Kurniawan sebagai Direktur Komersial, Wahyu Pradityo selaku Direktur Operasi & Teknik, serta Herman Susilo dipercaya sebagai Direktur Keuangan, SDM, & Manajemen Risiko.
"Semoga kepemimpinan yang baru membawa semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan bagi kemajuan perusahaan," kata Pelindo Multi Terminal dalam keterangan tertulis.

Dalam kesempatan yang sama, perusahaan juga mengapresiasi kepada Ary Henryanto, Arif Rusman Yulianto, Yarham Harid, Edi Priyanto, dan Yoni Setiawan selama mengemban amanah sebagai direksi perusahaan.
Sebagai informasi, Pelindo Multi Terminal saat ini mengelola operasional terminal nonpetrikemas atau multipurpose di 37 cabang mulai dari Sumatera (Belawan dan Dumai), Jawa (Jamrud Nilam Mirah hingga Tanjung Intan), Kalimantan (Bagendang hingga Balikpapan), dan Makassar.
Selain itu, Pelindo Multi Terminal mengendalikan tiga anak perusahaan. Selain IPCC yang merupakan terminal kendaraan terbesar di ASEAN, ada PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) dan PT Terminal Curah Utama (TCU).
(Rahmat Fiansyah)
IPC Area Panjang: Arus petikemas tembus 50 ribu TEUs ditopang ekspor
IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Panjang, bagian dari Pelindo Group, mencatat arus peti kemas di Terminal Petikemas Panjang mencapai 50.287 TEUs hingga ... [487] url asal
Jakarta (ANTARA) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Panjang, bagian dari Pelindo Group, mencatat arus peti kemas di Terminal Petikemas Panjang mencapai 50.287 TEUs hingga Mei 2026, ditopang ekspor komoditas unggulan dari Provinsi Lampung.
"Arus peti kemas di Terminal Petikemas Panjang menunjukkan tren positif hingga Mei 2026, pertumbuhan throughput sebesar 7,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Dia menyebutkan sepanjang Januari hingga Mei 2026, volume peti kemas tercatat mencapai 50.287 TEUs, meningkat dari 46.824 TEUs pada periode yang sama tahun 2025.
"Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas logistik dan perdagangan yang dilayani melalui Terminal Petikemas Panjang," ujarnya.
Menurutnya capaian tersebut menunjukkan aktivitas arus barang yang terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan distribusi dan perdagangan di wilayah Lampung dan sekitarnya.
Ia menuturkan pertumbuhan throughput di Area Panjang yang berada di atas rata-rata pertumbuhan IPC TPK secara nasional, menunjukkan peran strategis terminal dalam mendukung kelancaran arus logistik dan perdagangan di wilayah Lampung.
"Kami akan terus menjaga keandalan layanan untuk memastikan kebutuhan pengguna jasa dapat terpenuhi secara optimal,” ujarnya.
Dia mengatakan peningkatan throughput terutama ditopang pertumbuhan ekspor sejumlah komoditas unggulan. Komoditas tapioca starch tercatat tumbuh 267,37 persen, diikuti frozen shrimp sebesar 28,90 persen, nanas sebesar 22,93 persen, serta refined glycerine sebesar 21,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, arus peti kemas domestik maupun internasional juga menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hingga Mei 2026, throughput domestik tercatat mencapai 28.163 TEUs atau tumbuh 10,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, throughput internasional mencapai 22.124 TEUs atau meningkat 4,21 persen secara tahunan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung turut menunjukkan tren perdagangan yang positif.
Pada April 2026, nilai ekspor Provinsi Lampung mencapai 504,59 juta dolar Amarika Serikat (AS) atau meningkat 43,29 persen dibandingkan April 2025. Sementara itu, nilai impor tercatat sebesar 172,40 juta dolar Amerika Serikat atau naik 51,56 persen secara tahunan.
Pertumbuhan aktivitas perdagangan tersebut turut mendorong peningkatan arus logistik dan pergerakan peti kemas yang dilayani melalui Terminal Petikemas Panjang.
Kinerja positif Area Panjang turut mendukung pertumbuhan trafik peti kemas IPC TPK secara nasional. Hingga Mei 2026, IPC TPK membukukan throughput sebesar 1,49 juta TEUs atau meningkat 6,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan pertumbuhan sebesar 7,4 persen, Area Panjang menjadi area dengan pertumbuhan tertinggi kedua di lingkungan IPC TPK hingga Mei 2026.
Sebagai terminal peti kemas utama di Provinsi Lampung, IPC TPK Panjang terus memperkuat layanan operasional melalui peningkatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perusahaan pelayaran hingga pengguna jasa.
"Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas layanan di tengah meningkatnya aktivitas logistik dan perdagangan," katanya.
Dengan tren positif tersebut, IPC TPK Panjang semakin memperkuat perannya sebagai gerbang logistik strategis yang mendukung kelancaran arus perdagangan domestik maupun internasional di Provinsi Lampung.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
Selat Malaka bukan hanya jalur pelayaran internasional. Bagi Indonesia, kawasan ini adalah ruang strategis untuk memperkuat kedaulatan maritim dan ekonomi. [676] url asal
(WE Finance - Ekbis) 26/06/26 09:16
v/260377/
Warta Ekonomi, Jakarta -PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menegaskan bahwa Indonesia perlu mengambil peran yang lebih besar dalam aktivitas pelayaran internasional di Selat Malaka agar tidak hanya menjadi negara yang dilalui kapal, tetapi juga memperoleh nilai tambah ekonomi nasional dari layanan maritim.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, dalam Strategic Maritime Forum yang digelar pada peringatan Hari Pelaut Sedunia (Day of the Seafarer) 2026 di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Achmad menjelaskan bahwa Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia yang memiliki arti strategis bagi Indonesia. Selain menjadi koridor utama perdagangan internasional, kawasan tersebut juga memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui penyediaan layanan maritim yang terintegrasi.
"Selat Malaka bukan hanya jalur pelayaran internasional. Bagi Indonesia, kawasan ini adalah ruang strategis untuk memperkuat kedaulatan maritim sekaligus menangkap nilai ekonomi yang lebih besar dari aktivitas perdagangan dunia," ujar Achmad.
Menurutnya, Indonesia perlu memperkuat kehadirannya melalui penyediaan layanan maritim yang aman, andal, dan kompetitif, mulai dari layanan pemanduan, penundaan, ship to ship transfer, transshipment, floating storage, hingga berbagai layanan pendukung kapal lainnya. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi kawasan lintasan pelayaran, tetapi juga menjadi bagian penting dari rantai logistik dan perdagangan internasional.
"Ketika aktivitas pelayaran dunia melintas di dekat wilayah kita, Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus mampu menyediakan layanan yang kuat, andal, dan bernilai tambah bagi kepentingan nasional," jelas Achmad.
Selain memberikan nilai tambah ekonomi, Achmad menegaskan bahwa penguatan layanan maritim juga berperan penting dalam meningkatkan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan laut. Tingginya lalu lintas kapal di Selat Malaka membutuhkan tata kelola layanan yang baik untuk meminimalkan risiko kecelakaan, pencemaran, maupun potensi oil spill yang dapat berdampak pada wilayah perairan Indonesia.
"Penguatan layanan pandu, tunda, dan layanan maritim lainnya bukan semata-mata soal bisnis. Ini juga menyangkut keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan, dan kehadiran negara dalam menjaga ruang maritimnya," tambah Achmad.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pelindo terus mengembangkan layanan maritim di kawasan strategis, salah satunya melalui pengoperasian Nipa Transfer Anchorage Area (NTAA) di Perairan Nipa, Kepulauan Riau, yang mulai beroperasi sejak Mei 2026. Layanan tersebut mencakup ship to ship transfer, pelayanan kapal, serta floating storage untuk mendukung aktivitas maritim di sekitar Selat Malaka.
"Pengembangan layanan di Perairan Nipa merupakan langkah penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan dan logistik internasional. Ini bukan sekadar pengembangan bisnis kepelabuhanan, tetapi bagian dari upaya menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia," lanjut Achmad.
Achmad juga menegaskan bahwa penguatan layanan maritim harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas dan peran pelaut Indonesia. Menurutnya, berkembangnya layanan pemanduan, penundaan, ship to ship transfer, serta berbagai layanan maritim lainnya akan membuka peluang yang lebih besar bagi pelaut nasional untuk berkontribusi di sektor maritim, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Pelaut Indonesia memiliki kompetensi dan ketangguhan yang telah diakui. Karena itu, penguatan ekosistem maritim nasional harus sekaligus menjadi ruang bagi pelaut Indonesia untuk mengambil peran yang lebih besar, baik di dalam negeri maupun di kawasan strategis internasional," kata Achmad.
Lebih lanjut, Achmad menjelaskan bahwa Pelindo saat ini terus memperkuat transformasi perusahaan dari operator pelabuhan menjadi penyedia layanan kepelabuhanan dan maritim yang terintegrasi (end-to-end port and marine ecosystem integrator). Transformasi tersebut diwujudkan melalui penguatan konektivitas pelabuhan, pengembangan layanan maritim, digitalisasi layanan, serta integrasi pelabuhan dengan kawasan industri dan hinterland untuk mendukung efisiensi rantai pasok nasional.
Menurutnya, optimalisasi potensi Selat Malaka tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan sinergi yang erat antara pemerintah, regulator, BUMN, pelaku usaha, dan komunitas maritim. Kolaborasi tersebut menjadi kunci agar Indonesia mampu meningkatkan daya saing layanan maritim sekaligus memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari aktivitas pelayaran internasional.
"Selat Malaka harus menjadi ruang strategis yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia. Melalui kolaborasi yang kuat, kita dapat memperkuat kedaulatan maritim, meningkatkan keselamatan pelayaran, memperbesar kontribusi sektor maritim terhadap perekonomian nasional, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi pelaut Indonesia untuk berkembang," tutup Achmad.
Melalui Strategic Maritime Forum dalam rangka Hari Pelaut Sedunia 2026, Pelindo menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan ekosistem maritim nasional, meningkatkan daya saing layanan kepelabuhanan, serta memperbesar kontribusi sektor maritim bagi Indonesia.
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dorong Potensi Selat Malaka Jadi Nilai Tambah Ekonomi RI
Pelindo ingin memaksimalkan Selat Malaka, dari mengaktifkan area di Perairan Nipa hingga mendukung pelaut lokal kuasai logistik global. [754] url asal
#pelindo #selat-malaka #achmad-muchtasyar #danantara-asset-management #logistik-internasional #hari-pelaut-sedunia-2026 #layanan-maritim #perairan-nipa
(Kompas.com - Money) 25/06/26 21:19
v/260061/
KOMPAS.com - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menegaskan pentingnya penguatan peran Indonesia dalam aktivitas pelayaran internasional di Selat Malaka.
Langkah tersebut diperlukan agar Indonesia tidak hanya menjadi wilayah yang dilintasi kapal, tetapi juga memperoleh nilai tambah ekonomi dari layanan maritim.
Komitmen itu disampaikan Direktur Utama PelindoAchmad Muchtasyar dalam Strategic Maritime Forum yang digelar pada peringatan Hari Pelaut Sedunia atau Day of the Seafarer 2026 di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Forum tersebut dihadiri Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Senior Director Transportation Danantara Asset Management Wamildan Tsani Panjaitan, Kepala Badan Kebijakan Transportasi Hermanta, serta para pemangku kepentingan sektor maritim.
Dalam forum itu, para peserta membahas penguatan peran Indonesia dalam ekosistem pelayaran dan logistik internasional.
Achmad menjelaskan, Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia yang memiliki arti strategis bagi Indonesia.
Selain menjadi koridor utama perdagangan internasional, kawasan tersebut juga membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui penyediaan layanan maritim yang terintegrasi.
“Selat Malaka bukan hanya jalur pelayaran internasional. Bagi Indonesia, kawasan ini adalah ruang strategis untuk memperkuat kedaulatan maritim sekaligus menangkap nilai ekonomi yang lebih besar dari aktivitas perdagangan dunia,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.
Achmad menilai, Indonesia perlu memperkuat kehadirannya melalui penyediaan layanan maritim yang aman, andal, dan kompetitif.
Layanan tersebut mencakup pemanduan, penundaan, ship-to-ship transfer, transshipment, floating storage, hingga berbagai layanan pendukung kapal lainnya.
Dengan penguatan layanan tersebut, Indonesia tidak hanya menjadi kawasan lintasan pelayaran, tetapi juga bagian penting dari rantai logistik dan perdagangan internasional.
"Ketika aktivitas pelayaran dunia melintas di dekat wilayah kita, Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus mampu menyediakan layanan yang kuat, andal, dan bernilai tambah bagi kepentingan nasional," jelas Achmad.
Meningkatkan keselamatan dan keamanan laut
Lebih lanjut, Achmad menegaskan, penguatan layanan maritim juga berperan penting dalam meningkatkan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan laut.
Menurutnya, tingginya lalu lintas kapal di Selat Malaka membutuhkan tata kelola layanan yang baik untuk meminimalkan risiko kecelakaan, pencemaran, ataupun potensi tumpahan minyak atau oil spill yang dapat berdampak pada perairan Indonesia.
"Penguatan layanan pandu, tunda, dan layanan maritim lainnya bukan semata-mata soal bisnis. Ini juga menyangkut keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan, dan kehadiran negara dalam menjaga ruang maritimnya," ucap Achmad.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pelindo terus mengembangkan layanan maritim di kawasan strategis. Salah satunya melalui pengoperasian Nipa Transfer Anchorage Area (NTAA) di Perairan Nipa, Kepulauan Riau, yang mulai beroperasi sejak Mei 2026.
Layanan tersebut mencakup ship to ship transfer, pelayanan kapal, serta floating storage untuk mendukung aktivitas maritim di sekitar Selat Malaka.
Achmad menyebutkan, pengembangan layanan di Perairan Nipa merupakan langkah penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan dan logistik internasional.
“Ini bukan sekadar pengembangan bisnis kepelabuhanan, tetapi bagian dari upaya menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia," katanya.
Achmad juga menegaskan, penguatan layanan maritim harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas dan peran pelaut Indonesia.
Menurutnya, berkembangnya layanan pemanduan, penundaan, ship-to-ship transfer, serta berbagai layanan maritim lainnya akan membuka peluang lebih besar bagi pelaut nasional dan kelompok terkait untuk berkontribusi di sektor maritim, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Pelaut Indonesia memiliki kompetensi dan ketangguhan yang telah diakui. Karena itu, penguatan ekosistem maritim nasional harus sekaligus menjadi ruang bagi pelaut Indonesia untuk mengambil peran yang lebih besar, baik di dalam negeri maupun di kawasan strategis internasional," jelas Achmad.
Perkuat layanan kepelabuhanan
Achmad menjelaskan, Pelindo saat ini terus memperkuat transformasi perusahaan dari operator pelabuhan menjadi penyedia layanan kepelabuhanan dan maritim yang terintegrasi atau end-to-end port and marine ecosystem integrator.
Transformasi tersebut diwujudkan melalui penguatan konektivitas pelabuhan, pengembangan layanan maritim, digitalisasi layanan, serta integrasi pelabuhan dengan kawasan industri dan hinterland untuk mendukung efisiensi rantai pasok nasional.
Menurut Achmad, optimalisasi potensi Selat Malaka tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Upaya tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah, regulator, badan usaha milik negara (BUMN), pelaku usaha, dan komunitas maritim.
Kolaborasi tersebut menjadi kunci agar Indonesia mampu meningkatkan daya saing layanan maritim sekaligus memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari aktivitas pelayaran internasional.
"Selat Malaka harus menjadi ruang strategis yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia,” tegas Achmad.
Melalui kolaborasi yang kuat, kata dia, Indonesia dapat memperkuat kedaulatan maritim, meningkatkan keselamatan pelayaran, memperbesar kontribusi sektor maritim terhadap perekonomian nasional, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi pelaut Indonesia.
Melalui Strategic Maritime Forum dalam rangka Hari Pelaut Sedunia 2026, Pelindo menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan ekosistem maritim nasional, meningkatkan daya saing layanan kepelabuhanan, serta memperbesar kontribusi sektor maritim bagi Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Arus Peti Kemas di Pelabuhan Panjang Naik 7,4 Persen, Ditopang Lonjakan Ekspor Lampung
Pertumbuhan trafik peti kemas di Pelabuhan Panjang menunjukkan meningkatnya kebutuhan distribusi barang dan aktivitas perdagangan. [433] url asal
#pelindo #logistik #pelabuhan-panjang #ipc-tpk
(Kompas.com - Money) 25/06/26 15:26
v/259645/
JAKARTA, KOMPAS.com - Aktivitas logistik di Pelabuhan Panjang mengalami kenaikan dengan didorong peningkatan ekspor sejumlah komoditas unggulan dari Lampung.
Hingga Mei 2026, arus peti kemas di terminal tersebut mencapai 50.287 TEUs, meningkat 7,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 46.824 TEUs.
Kenaikan volume peti kemas ini mencerminkan semakin kuatnya aktivitas perdagangan dari salah satu daerah penghasil komoditas ekspor utama di Sumatera.
Di lingkungan PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), Area Panjang bahkan menjadi wilayah dengan pertumbuhan throughput tertinggi kedua secara nasional hingga Mei 2026.
Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK Daniel Setiawan mengatakan, pertumbuhan trafik peti kemas di Pelabuhan Panjang menunjukkan meningkatnya kebutuhan distribusi barang dan aktivitas perdagangan di Lampung serta wilayah sekitarnya.
"Pertumbuhan throughput di Area Panjang yang berada di atas rata-rata pertumbuhan IPC TPK secara nasional menunjukkan peran strategis terminal dalam mendukung kelancaran arus logistik dan perdagangan di wilayah Lampung. Kami akan terus menjaga keandalan layanan untuk memastikan kebutuhan pengguna jasa dapat terpenuhi secara optimal," ujar Daniel dalam siaran pers, Kamis (25/6/2026).
Kinerja positif tersebut ditopang oleh lonjakan ekspor berbagai komoditas. Pengiriman tapioca starch tercatat melonjak 267,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor frozen shrimp tumbuh 28,9 persen, nanas meningkat 22,93 persen, dan refined glycerine naik 21,9 persen.
Tidak hanya ekspor, aktivitas perdagangan domestik juga menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat. Hingga Mei 2026, arus peti kemas domestik mencapai 28.163 TEUs atau naik 10,04 persen secara tahunan. Adapun peti kemas internasional tercatat sebanyak 22.124 TEUs, meningkat 4,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan trafik logistik di Pelabuhan Panjang sejalan dengan pertumbuhan perdagangan luar negeri Lampung. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, nilai ekspor daerah tersebut pada April 2026 mencapai 504,59 juta dollar AS atau naik 43,29 persen dibandingkan April 2025. Pada periode yang sama, nilai impor juga meningkat 51,56 persen menjadi 172,40 juta dollar AS.
Pertumbuhan perdagangan tersebut semakin memperkuat posisi Pelabuhan Panjang sebagai salah satu simpul logistik utama di Sumatera bagian selatan. Pelabuhan ini berperan penting dalam mendukung distribusi komoditas perkebunan, produk pangan olahan, hingga barang manufaktur untuk pasar domestik maupun ekspor.
Secara nasional, IPC TPK membukukan throughput sebesar 1,49 juta TEUs hingga Mei 2026 atau tumbuh 6,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan pertumbuhan mencapai 7,4 persen, kinerja Area Panjang berada di atas rata-rata pertumbuhan perusahaan secara nasional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Pelindo
Arus logistik RI menunjukkan tren positif dengan surplus perdagangan USD5,64 miliar, Ekspor tumbuh berkat sektor industri pengolahan dan dukungan pelabuhan. [1,040] url asal
#surplus-neraca-dagang #arus-logistik #ekspor-indonesia #impor-bahan-baku #pelabuhan-tanjung-emas #pelindo #wonosobo #uni-eropa #quay-container-crane #amerika-serikat #bps #bhimo-rizky-samudro #ar
(CNN Indonesia - Ekonomi) 22/06/26 17:47
v/256503/
Arus logistik nasional terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya aktivitas perdagangan Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.
Kondisi tersebut tercermin dari kinerja ekspor dan impor yang masih tumbuh, dengan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD5,64 miliar sepanjang Januari-April 2026.
Data dari BPS, pada periode Januari-April 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai USD92,15 miliar atau tumbuh 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor nonmigas menjadi penopang utama dengan nilai USD87,74 miliar.
Kinerja tersebut tidak lepas dari kontribusi sektor industri pengolahan yang terus menjadi tulang punggung ekspor Indonesia. Selama Januari-April 2026, BPS mencatat sektor industri pengolahan memberikan kontribusi ekspor senilai USD75,57 miliar.
Tiongkok masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar selama Januari-April 2026, dengan nilai USD22,76 miliar, disusul Amerika Serikat USD10,17 miliar, dan India USD6,14 miliar. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar USD17,70 miliar dan USD6 miliar.
Sementara itu, Jawa Tengah turut memberikan kontribusi terhadap kinerja ekspor nasional dengan nilai mencapai USD4,5 miliar pada periode Januari-April 2026.
Ketua DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Tengah, Ade Siti Muksodah, mengatakan sejumlah komoditas menjadi andalan ekspor daerah, antara lain produk kayu dan turunannya dari wilayah Temanggung serta Wonosobo, produk rajut, hingga gula aren atau brown sugar.
Namun, aktivitas ekspor masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kenaikan biaya logistik hingga tingginya ketergantungan industri terhadap bahan baku impor. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap biaya produksi dan daya saing produk ekspor.
"Sekitar 70 persen bahan baku kita masih impor di negara China dan beberapa negara lainnya di Asia Timur. Beberapa bahan baku plastik itu naik yang otomatis mempengaruhi perdagangan ekspor di negara kita," ujar perempuan yang akrab disapa Ade dikutip Senin (22/6).
Ade menilai peningkatan kapasitas dan layanan logistik di Pelabuhan Tanjung Emas menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas ekspor.
Pembenahan fasilitas serta penambahan peralatan operasional, khususnya untuk mendukung proses bongkar muat dan pengelolaan peti kemas, dinilai mampu memperlancar arus distribusi barang.
"Peran Pelabuhan Tanjung Emas sangat signifikan. Perputaran ekonomi dan logistik berawal dari pelabuhan. Jalur paling mudah dan mendasar untuk ekspor dan impor melalui jalur laut," ungkap Ade.
Diperlukan penguatan iklim usaha untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus memperluas akses pasar ekspor. Pelaku usaha juga masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama tingginya biaya logistik yang menjadi salah satu faktor penghambat daya saing ekspor.
Selain itu, dinamika geopolitik global, kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE), hingga perubahan kebijakan perpajakan turut menjadi perhatian pelaku industri karena dapat mempengaruhi perencanaan bisnis dan aktivitas perdagangan.
Arus Peti Kemas Internasional Meningkat
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra mengatakan terjadi peningkatan arus peti kemas internasional di TPK Semarang. Pada periode Januari-Mei 2026 tercatat 382.093 TEUs atau meningkat sebesar 12,2 persen jika dibandingkat periode yang sama pada 2025 sebanyak 340.535 TEUs.
Dari jumlah tersebut 192.829 TEUs diantaranya adalah peti kemas import dan 189.162 TEUs adalah peti kemas eksport.
"Arus peti kemas import di TPK Semarang sendiri tumbuh 10,7 persen, sementara untuk peti kemas eksport tumbuh 13,72 persen dari tahun sebelumnya," terang Widyaswendra.
Pihaknya menyebut arus peti kemas di TPK Semarang terus tumbuh seiring perkembangan industri yang ada di Jawa Tengah. Perseroan mencatat tahun 2023 arus peti kemas yang melalui TPK Semarang sebanyak 781.841 TEUs, tahun 2024 sebanyak 895.904 dan tahun 2025 lalu tercatat lebih dari 1 juta TEUs.
Merespons pertumbuhan tersebut, PT Pelindo Terminal Petikemas menyiapkan sejumlah langkah. Antara lain penambahan tambatan dermaga sepanjang 275 meter, penambahan lapangan penumpukan, hingga penambahan empat unit alat bongkat muat jenis quay container crane (QCC).
"Saat ini empat unit alat baru tersebut (QCC) dalam tahap commissioning and testing, untuk memastikan segala aspek baik secara operasional dan safety dapat terpenuhi. Kami menargetkan alat tersebut dapat segera beroperasi untuk melayani pelanggan," ucapnya.
Beberapa komoditas eksport yang melalui TPK Semarang adalah produk dari kayu, pakaian, alas kaki, produk olahan laut seperti ikan, krustasea, dan moluska, dan beberapa komoditas lainnya. Sementara untuk produk import diantaranya adalah mesin industri, peralatan mesin listrik, kendaraan dan bagiannya.
Logistik & Teknologi Menjadi Kunci
Pengusaha garmen asal Semarang, Deddy Mulyadi, mengatakan Pelabuhan Tanjung Emas memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekspor produknya ke sejumlah pasar internasional, seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.
Namun, menurut Deddy, kapasitas dan layanan pelabuhan masih perlu terus ditingkatkan agar mampu mengimbangi pertumbuhan kawasan industri serta peningkatan volume distribusi barang. Kepadatan arus logistik terkadang memicu antrean kapal yang berdampak pada jadwal pengiriman produk ke pasar global.
"Tanjung Emas memang membantu aktivitas ekspor. Tetapi ritme pergerakan barang belum secepat pelabuhan besar seperti Jakarta atau Surabaya. Kadang masih ada antrean kapal," ujarnya ketika dihubungi, Kamis (18/6).
Deddy berharap pengembangan infrastruktur pelabuhan dapat terus dilakukan, termasuk peningkatan konektivitas transportasi menuju kawasan pelabuhan. Menurutnya, kelancaran akses distribusi menjadi faktor penting untuk menjaga efisiensi logistik sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
Sementara Pakar ekonomi dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Bhimo Rizky Samudro, menilai surplus perdagangan yang terus berlanjut menunjukkan produk Indonesia masih memiliki daya saing yang baik di pasar internasional. Capaian tersebut tidak terlepas dari peran sektor industri pengolahan yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor nasional.
"Surplus perdagangan merupakan sinyal yang baik karena menunjukkan produk Indonesia masih memiliki daya saing di pasar internasional. Ini juga mencerminkan sektor industri pengolahan kita tetap mampu menjadi penggerak ekspor nasional," katanya.
Pertumbuhan ekspor menunjukkan industri manufaktur masih mampu menjaga produktivitas dan daya saing di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, ketergantungan terhadap bahan baku impor masih menjadi tantangan karena dapat membatasi nilai tambah industri nasional.
Di sisi lain, meningkatnya impor bahan baku dan barang modal mencerminkan aktivitas produksi serta investasi industri dalam negeri masih terus berjalan.
Bhimo menilai masa depan perdagangan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan industri menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga oleh efisiensi sistem logistik nasional. Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan konektivitas distribusi yang mampu menghubungkan pusat produksi dengan pasar domestik maupun global secara cepat dan efisien.
"Pelabuhan peti kemas merupakan infrastruktur strategis bagi perdagangan Indonesia. Ketika pelabuhan bekerja secara efisien, distribusi barang menjadi lebih cepat dan daya saing produk nasional juga meningkat," jelasnya ketika dihubungi, Kamis (18/6).
Penguatan logistik tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga transformasi digital untuk mempercepat distribusi, meningkatkan akurasi layanan, dan menekan biaya operasional. Pengembangan teknologi pendukung juga diperlukan untuk menjaga kualitas produk hingga sampai ke pasar tujuan.
Neraca Dagang Surplus, Arus Logistik Nasional Terus Bergerak
Perdagangan nasional mencatatkan surplus senilai 5,64 miliar dollar Amerika Serikat (AS) selama Januari-April 2026. [1,183] url asal
#pelindo #surplus-perdagangan #biaya-logistik #sistem-logistik #arus-logistik
(Kompas.com - Money) 22/06/26 17:05
v/256424/
KOMPAS.com - Arus logistik nasional terus bergerak seiring meningkatnya aktivitas perdagangan Indonesia.
Pergerakan tersebut tercermin dari kinerja ekspor dan impor yang tetap tumbuh, dengan neraca perdagangan nasional mencatatkan surplus senilai 5,64 miliar dollar Amerika Serikat (AS) selama Januari-April 2026.
Capaian itu menjadi sinyal positif bahwa aktivitas produksi, distribusi, dan perdagangan nasional masih berjalan di tengah dinamika ekonomi global.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia pada periode Januari–April 2026 mencapai 92,15 miliar dollar AS atau tumbuh 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor nonmigas menjadi penopang utama dengan nilai 87,74 miliar dollar AS.
Kinerja tersebut tidak terlepas dari kontribusi sektor industri pengolahan yang terus menjadi tulang punggung ekspor Indonesia. Selama Januari-April 2026, BPS mencatat sektor industri pengolahan memberikan kontribusi ekspor senilai 75,57 miliar dollar AS.
Tiongkok masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar selama Januari–April 2026 senilai 22,76 miliar dollar AS, disusul AS 10,17 miliar dollar AS, dan India 6,14 miliar dollar AS.
Sementara itu, ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar 17,70 miliar dollar AS dan 6 miliar dollar AS.
Adapun Provinsi Jawa Tengah (Jateng) turut berkontribusi terhadap kinerja ekspor nasional dengan nilai mencapai 4,5 miliar dollar AS pada periode Januari–April 2026.
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jateng Ade Siti Muksodah mengatakan, sejumlah komoditas menjadi andalan ekspor daerah, antara lain produk kayu dan turunannya dari wilayah Temanggung serta Wonosobo, produk rajut, hingga gula aren atau brown sugar.
Namun, aktivitas ekspor masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kenaikan biaya logistik hingga tingginya ketergantungan industri terhadap bahan baku impor. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap biaya produksi dan daya saing produk ekspor.
"Sekitar 70 persen bahan baku kita masih impor dari China dan beberapa negara lainnya di Asia Timur. Beberapa bahan baku plastik itu naik yang otomatis memengaruhi perdagangan ekspor di negara kita," ujar Ade dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (22/6/2026).
Ia menilai, peningkatan kapasitas dan layanan logistik di Pelabuhan Tanjung Emas menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas ekspor.
Pembenahan fasilitas serta penambahan peralatan operasional, khususnya untuk mendukung proses bongkar muat dan pengelolaan peti kemas, dinilai mampu memperlancar arus distribusi barang.
"Peran Pelabuhan Tanjung Emas sangat signifikan. Perputaran ekonomi dan logistik berawal dari pelabuhan. Jalur paling mudah dan mendasar untuk ekspor dan impor melalui jalur laut," ungkap Ade.
Menurutnya, dibutuhkan pula penguatan iklim usaha untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus memperluas akses pasar ekspor.
Pelaku usaha juga masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama tingginya biaya logistik yang menjadi salah satu faktor penghambat daya saing ekspor.
Selain itu, dinamika geopolitik global, kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE), serta perubahan kebijakan perpajakan turut menjadi perhatian pelaku industri karena dapat mempengaruhi perencanaan bisnis dan aktivitas perdagangan.
Arus peti kemas internasional meningkat
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra mengatakan bahwa terjadi peningkatan arus peti kemas internasional di Terminal Peti Kemas (TPK) Semarang.
Pada periode Januari hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 382.093 twenty foot equivalent unit (TEUs) atau meningkat 12,2 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 340.535 TEUs.
Dari jumlah tersebut, 192.829 TEUs merupakan peti kemas impor dan 189.162 TEUs peti kemas ekspor.
"Arus peti kemas impor di TPK Semarang sendiri tumbuh 10,7 persen, sementara peti kemas ekspor tumbuh 13,72 persen dari tahun sebelumnya," tutur Widyaswendra.
Ia menyebut, arus peti kemas di TPK Semarang terus tumbuh seiring perkembangan industri di Jateng.
Perseroan mencatat arus peti kemas yang melalui TPK Semarang pada 2023 sebanyak 781.841 TEUs, meningkat menjadi 895.904 pada 2024, dan tercatat lebih dari 1 juta TEUs pada 2025.
Merespons pertumbuhan tersebut, Pelindo menyiapkan sejumlah langkah, baik jangka pendek maupun jangka panjang, seperti penambahan tambatan dermaga sepanjang 275 meter, lapangan penumpukan, serta empat unit alat bongkar muat jenis quay container crane (QCC).
"Saat ini, empat unit alat baru tersebut (QCC) dalam tahap commissioning and testing untuk memastikan segala aspek, baik secara operasional dan safety, dapat terpenuhi. Kami menargetkan alat tersebut dapat segera beroperasi untuk melayani pelanggan," jelas Widyaswendra.
Beberapa komoditas ekspor yang melalui TPK Semarang, antara lain produk dari kayu, pakaian, alas kaki, produk olahan laut, seperti ikan, krustasea, dan moluska, dan beberapa komoditas lainnya.
Adapun untuk produk impor meliputi mesin industri, peralatan mesin listrik, serta kendaraan dan bagiannya.
Logistik dan teknologi menjadi kunci
Pengusaha garmen asal Semarang Deddy Mulyadi mengatakan, Pelabuhan Tanjung Emas berperan penting dalam mendukung aktivitas ekspor produknya ke sejumlah pasar internasional, seperti AS, Eropa, dan Asia.
Meski demikian, ia menilai bahwa kapasitas dan layanan pelabuhan masih perlu terus ditingkatkan agar mampu mengimbangi pertumbuhan kawasan industri serta peningkatan volume distribusi barang.
Pasalnya, kepadatan arus logistik terkadang memicu antrean kapal yang berdampak pada jadwal pengiriman produk ke pasar global.
"Tanjung Emas memang membantu aktivitas ekspor, tetapi ritme pergerakan barang belum secepat pelabuhan besar, seperti Jakarta atau Surabaya. Kadang masih ada antrean kapal," ujarnya.
Deddy berharap, pengembangan infrastruktur pelabuhan dapat terus dilakukan, termasuk peningkatan konektivitas transportasi menuju kawasan pelabuhan.
Menurutnya, kelancaran akses distribusi menjadi faktor penting untuk menjaga efisiensi logistik sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
Pakar ekonomi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Bhimo Rizky Samudro menilai, surplus perdagangan yang terus berlanjut menunjukkan produk Indonesia masih memiliki daya saing yang baik di pasar internasional.
Capaian tersebut tidak terlepas dari peran sektor industri pengolahan yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor nasional.
"Surplus perdagangan merupakan sinyal yang baik karena menunjukkan produk Indonesia masih memiliki daya saing di pasar internasional. Ini juga mencerminkan sektor industri pengolahan kita tetap mampu menjadi penggerak ekspor nasional," kata Bhimo.
Pertumbuhan ekspor menunjukkan bahwa industri manufaktur masih mampu menjaga produktivitas dan daya saing di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Namun, ketergantungan terhadap bahan baku impor masih menjadi tantangan karena dapat membatasi nilai tambah industri nasional.
Di sisi lain, meningkatnya impor bahan baku dan barang modal mencerminkan aktivitas produksi serta investasi industri dalam negeri masih terus berjalan.
Bhimo menekankan bahwa masa depan perdagangan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan industri menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga efisiensi sistem logistik nasional.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan konektivitas distribusi yang mampu menghubungkan pusat produksi dengan pasar domestik maupun global secara cepat dan efisien.
"Pelabuhan peti kemas merupakan infrastruktur strategis bagi perdagangan Indonesia. Ketika pelabuhan bekerja secara efisien, distribusi barang menjadi lebih cepat dan daya saing produk nasional juga meningkat," jelasnya Bhimo.
Penguatan logistik tidak hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga transformasi digital untuk mempercepat distribusi, meningkatkan akurasi layanan, dan menekan biaya operasional.
Pengembangan teknologi pendukung juga diperlukan untuk menjaga kualitas produk hingga sampai ke pasar tujuan.
Surplus perdagangan yang berkelanjutan memang menjadi sinyal positif bagi ekonomi nasional. Namun, menjaga momentum tersebut membutuhkan penguatan sektor industri, perdagangan, serta logistik melalui peningkatan kapasitas pelabuhan, efisiensi distribusi, dan pemanfaatan teknologi.
Dengan posisi strategis di jalur perdagangan dunia dan didukung pasar domestik yang besar, Indonesia memiliki peluang memperkuat peran sebagai pusat perdagangan dan logistik kawasan Asia.
Sebab, pertumbuhan industri, peningkatan ekspor, serta sistem logistik yang semakin efisien akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56