Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Keuangan mencatat masih ada 3 kementerian dan lembaga (K/L) dengan anggaran besar yang realisasi belanjanya di bawah 50% per akhir September 2025.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa secara keseluruhan bahwa realisasi belanja K/L mencapai Rp800,9 triliun per 30 September 2025. Realisasi itu setara 62,8% dari outlook belanja K/L sepanjang tahun ini sebesar Rp1.275,6 triliun.
Suahasil pun memaparkan realisasi belanja 15 KL dengan anggaran besar. Secara khusus, dia menekankan bahwa masih ada tiga K/L dengan realisasi belanja di bawah 50%.
"Beberapa K/L dengan anggaran besar kita note [beri catatan] bahwa penyerapannya masih di bawah 50%, BGN per tgl 30 September lalu adalah 16,9%, Kementerian PU sedikit di bawah 50% di angka 48,2%, dan Kementan di 32,8%," ungkap Suahasil dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (14/10/2025).
Dia pun mewanti-wanti K/L yang realisasi belanjanya masih belum maksimal, agar segera melakukan optimalisasi pada kuartal IV/2025. Suahasil menjelaskan K/L harus melakukan percepatan pelaksanaan kegiatan dan proyek termasuk pengadaan barang dan jasa.
Kendati demikian, sambungnya, K/L tetap melakukan monitoring rencana penggunaan dana dan mendorong pembayaran termin kegiatan sesuai jadwal, sesuai tata kelola, dengan tetap memperhatikan efisiensi, dan terus melakukan inventarisasi kendala untuk mitigasi.
"Kita memerlukan belanja di kuartal IV namun kita juga terus mendorong efisien belanja di tiap kementerian/lembaga," tutup Suahasil.
Tarik Anggaran K/L yang Tak Maksimal
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menggeser anggaran K/L yang tidak terserap maksimal.
Keputusan itu diambilnya usai melakukan rapat dengan para pejabat eselon 1 Kementerian Keuangan di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak pada Jumat (10/10/2025). Salah satu pembahasan rapat terkait penyerapan anggaran.
"Kita lihat yang mana yang kementerian masih lambat, yang mana yang masih kurang dorongan dana misalnya. Nanti kita harapkan akhir Oktober sudah kita lihat semuanya siapa yang bagus, siapa yang jelek. Nah, nanti kalau enggak bisa nyerap, mulai kita ambilin," ungkap Purbaya ditemui usai rapat.
Bendahara negara itu ingin memastikan agar anggaran belanja negara tahun ini terserap maksimal. Dia meyakini realisasi belanja negara akhir tahun bisa terserap hampir 100%.
"Penyerapannya gampang, bisa habis, enggak ada masalah, yang penting maksimal. Jadi kita geser-geser biar habis, mungkin harusnya di atas 95% [realisasi belanja negara akhir 2025]," ungkapnya.
Selain terkait penyerapan anggaran, Purbaya menjelaskan rapat juga membahas terkait pendapatan negara dan defisit APBN. Dia ingin memastikan ambang batas defisit APBN sebesar 3% dari produk domestik bruto (PDB) tidak terlampaui.