JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto disebut akan mengirimkan surat ke DPR RI untuk meratifikasi perjanjian dagang Indonesia dengan Eurasia (Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement/I-EAEU FTA).
Informasi itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai menghadiri pertemuan bisnis (business matching) antara pemerintah dan pengusaha dengan Belarus yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Selasa (30/6/2026).
“Bapak Presiden sudah mempersiapkan surat ke DPR untuk Rusia dan Belarusia sudah meratifikasi perjanjian ini,” kata Airlangga di kawasan Menteng, Jakarta.
Airlangga mengatakan, dengan I-EAEU FTA itu, nantinya 90 produk Indonesia yang diekspor ke negara-negara Eurasia, termasuk Belarus akan bebas bea masuk.
Sebaliknya, produk negara-negara Eurasia juga bakal mendapatkan tarif 0 saat masuk ke Indonesia.
Adapun pertemuan di Indonesia ini, kata dia, merupakan menindaklanjuti pertemuan pada bulan Mei di Belarus.
“Jadi belum satu bulan mereka sudah hadir kembali dan mereka sangat berharap Indonesia bisa meningkatkan baik investasi maupun perdagangannya,” ujar Airlangga.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan, dalam pertemuan hari ini, disepakati 17 nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).
Menurutnya, dengan perjanjian itu nilai dagang perdagangan Indonesia dengan Belarus yang mencapai 200 juta dollar Amerika Serikat (AS) bisa meningkat.
“Jika kita menandatangani I-EAEU dan kita berharap penandatangan I-EAEU ini segera diratifikasi,” tutur Airlangga.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich, mengatakan hubungan negaranya dengan Indonesia berlangsung dinamis namun semakin meningkat.
Kedua negara menjalin kerja sama di bidang pertanian, pendidikan, kesehatan, hingga kerja sama ekonomi.
“Kami juga telah menandatangani sejumlah dokumen yang akan mendorong penguatan lebih lanjut hubungan ekonomi bilateral,” ujar Viktor.
Selain itu, Belarus juga menjalin kerja sama ketahanan pangan dengan Indonesia.
Di antaranya dengan memasok produk olahan susu ke Indonesia.
Sebanyak 13 produsen Belarus telah mengantongi akreditasi dari Indonesia.
“Kami bersyukur atas kesempatan untuk memasok produk olahan susu kami ke Indonesia,” kata Viktor.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang