Bisnis.com, JAKARTA — Program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya mulai menguji keberlanjutan praktik seniman muda dengan membawa karya mereka ke ruang publik melalui pameran Lights in Frame di Bali.
Pameran yang berlangsung pada 3 Juni–12 Juli 2026 ini menampilkan 23 alumni MTN Lab 2025 yang menjadi bagian dari MTN Presentasi. Program tersebut bertujuan memperluas akses publik terhadap karya seni sekaligus menguji keberlanjutan praktik artistik para peserta.
Langkah ini menandai pergeseran fokus MTN yang tidak hanya berhenti pada pembinaan talenta, tetapi juga mendorong eksposur karya ke publik yang lebih luas.
“Dalam pameran ini, fotografi tidak lagi diposisikan sekadar medium visual, melainkan sebagai cara berpikir dalam memahami realitas,” demikian dikutip dari taklimat resmi, Selasa (2/6/2026).
Pendekatan tersebut tercermin melalui eksplorasi lintas medium, mulai dari fotografi, video, hingga instalasi yang berangkat dari pengalaman residensi para seniman di berbagai daerah.
Pada pembukaan pameran, tiga seniman akan menghadirkan pertunjukan seni (performance art) bertajuk Kenduri Akhir Zaman: Altar-Altar yang Terlupakan. Karya tersebut menggabungkan ekspresi vokal, bunyi elektronik dan analog, serta material pangan dengan pendekatan kosmologi lintas budaya.
Selain pameran, MTN juga menggelar lokakarya dan talkshow yang melibatkan sejumlah praktisi seni sebagai mentor. Kegiatan ini diarahkan untuk memperluas pertukaran pengetahuan sekaligus memperkuat jejaring talenta muda.
Salah satu lokakarya mengangkat teknik cetak fotografi berbasis pigmen tumbuhan yang menekankan hubungan antara medium fotografi dan material alam dalam praktik artistik kontemporer.
Di sisi lain, sesi Photography: From Self-Expression to Visual Communication yang dipandu Ng Swan Ti mengajak peserta memahami fotografi sebagai bahasa visual yang terus berkembang seiring perubahan teknologi dan budaya visual.
Rangkaian kegiatan MTN Seni Budaya dalam FOTO Bali Festival 2026 akan ditutup dengan talkshow bertajuk Fotografi dan Arsip: Membaca Zaman yang menghadirkan Firman Ichsan dan Rio Helmi, dengan moderator Marlowe Bandem.