Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong perluasan pasar produk olahraga buatan dalam negeri seiring meningkatnya tren olahraga lari di masyarakat.
Sekretaris Kementerian UMKM, Loto Srinaita Ginting menyebut bahwa upaya tersebut menyasar sedikitnya 2.881 pelaku UMKM yang bergerak di sektor industri olahraga dari total sekitar 57 juta UMKM di Indonesia.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang bagi UMKM lokal di sektor olahraga untuk menampilkan kualitas produknya kepada masyarakat,” ujar Loto lewat rilisnya, Selasa (23/6/2026).
Dia mengatakan ajang lari tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi sarana promosi bagi pelaku UMKM di industri olahraga yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas kebugaran.
Menurutnya, tren lari di kawasan perkotaan membuka peluang pasar baru bagi produk olahraga lokal, sehingga perlu dimanfaatkan untuk memperkuat posisi pelaku usaha mikro di tengah persaingan dengan produk impor.
Loto menegaskan seluruh rangkaian kegiatan menggunakan produk dalam negeri, mulai dari perlengkapan olahraga hingga produk yang dipasarkan di area bazar dalam event lari.
Misalnya, dia melanjutkan bahwa salah satu agenda yang dinilai mencerminkan dorongan tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan UMKM 5K Run yang digelar dari kawasan Smesco Indonesia, Pancoran, menuju Rasuna Said, Jakarta, Minggu (21/6/2026) lalu.
“UMKM 5K Run mengusung 100 persen produk lokal. Kami ingin menunjukkan bahwa produk UMKM Indonesia mampu bersaing dan memiliki kualitas yang tidak kalah dengan merek luar,” katanya.
Dia juga mengajak masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), untuk meningkatkan penggunaan produk lokal guna memperkuat pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM.
“Ayo gunakan produk-produk lokal agar UMKM kita semakin maju dan mendapatkan manfaat dari setiap momentum seperti ini,” tandas Loto.