Bisnis.com, SEMARANG - American & Efird (A&E) Indonesia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan menanam 1.000 pohon di Kota Semarang. Kegiatan itu menjadi bagian dari program Green Legacy Project yang dicanangkan oleh perusahaan benang asal Amerika Serikat itu di seluruh dunia.
Kegiatan penanaman pohon itu dilakukan di Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang pada Sabtu (20/6/2026). Selain dihadiri langsung oleh perwakilan manajemen A&E Asia dan Indonesia, kegiatan tersebut juga diikuti oleh konsumen-konsumen A&E, perwakilan pemerintah daerah, serta masyarakat sekitar.
"Green Legacy Project ini sudah lebih dulu dimulai di Sri Lanka, lalu berkembang ke seluruh wilayah operasional kami seperti di Asia Tenggara, seperti di Vietnam, dan hari ini di Indonesia. Jadi ini bukan sesuatu yang baru buat kami. A&E sendiri sudah hadir selama lebih dari 10 tahun di wilayah Asia," jelas Janat Permana, Head of Sales & Marketing A&E Indonesia.
Janat menjelaskan bahwa 250 pohon beraneka jenis didistribusikan pada fase pertama penanaman di Kelurahan Karangmalang. Nantinya, penanaman akan terus dilakukan hingga mencapai target 1.000 pohon. Adapun lokasi penanaman akan terus berkembang, sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan lahan di Kota Semarang.
"Sementara memang masih di Kota Semarang, karena beberapa customer kami berada di sini. Mulai Kota Semarang, Kabupaten Jepara, yang jelas ini akan terus berkelanjutan. Jenis pohon yang ditanam sesuai dengan saran dari DInas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang. Mulai mangga, alpukat, yang jelas ini akan bermanfaat langsung ke masyarakat," jelas Janat.
A&E Indonesia tidak berhenti pada aktivitas penanaman pohon. Janat menyampaikan bahwa usai penanaman, pihaknya juga akan melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan kondisi pohon yang telah ditanam. Bantuan tambahan berupa pupuk siap didistribusikan untuk memudahkan masyarakat dalam merawat tanaman tersebut.
Managing Director A&E Asia, Angelo Leanage, menyebut inisiatif Green Legacy Project merupakan bukti komitmen keberlanjutan yang telah dicanangkan perusahaan. Tak hanya menggiatkan penanaman pohon di wilayah operasionalnya, A&E secara global juga ikut berupaya menekan penggunaan air baku sebagai bentuk efisiensi.
"Sebagai perusahaan global, prioritas pertama kami adalah kesejahteraan dan keamanan lingkungan. Ini adalah nilai-nilai utama yang coba kami pegang secara global. Setiap tahun, kami menetapkan target yang agresif, ini berlaku di seluruh dunia. Kami punya target pengurangan emisi karbon untuk 2030, bahkan net zero emission di 2050. Itu menjadi komitmen kami," tutur Angelo.
Priyatna, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Konservasi Lingkungan Hidup DLH Kota Semarang, memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan A&E Indonesia. Menurutnya, upaya penghijauan yang dilakukan perusahaan swasta seperti A&E akan ikut mengurangi Efek Rumah Kaca yang semakin hari kian terasa dampaknya.
Lebih lanjut, Priyatna menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Semarang akan mengarahkan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TSJL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) seperti yang dilakukan A&E Indonesia untuk menyelamatkan lahan-lahan kritis di wilayah tersebut.
"Kebetulan A&E Indonesia ini memilih tanaman keras, jadi kami rekomendasikan daerah Kota Semarang bagian atas. Ada juga di kawasan pesisir, itu kami rekomendasikan menanam mangrove maupun cemara laut. Kami sesuaikan jenis tanamannya, lokasinya dimana, supaya tidak asal tanam," jelasnya.