Bisnis.com, INDRAMAYU - Tiga santriwati Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, terluka setelah tertabrak mobil pikap operasional Koperasi Desa Merah Putih saat berjalan kaki dalam kegiatan olahraga pagi, Minggu (12/4/2026) sekira pukul 06.30 WIB. Ketiganya kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Indramayu.
Kecelakaan terjadi di Jalan Raya MT Haryono, Desa Dermayu, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu. Saat itu, para santriwati berjalan beriringan di bahu jalan menuju Alun-alun Indramayu. Dari arah belakang, sebuah mobil pikap merek mHawk tiba-tiba menyeruduk rombongan, menyebabkan tiga santriwati tersungkur dan mengalami luka.
Kapolsek Sindang AKP Karnala mengatakan, dugaan sementara kecelakaan dipicu faktor kelalaian pengemudi. “Lokasi kejadian di Jalan MT Haryono, Desa Dermayu. Dugaan awal karena sopir mengantuk,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Ketiga korban diketahui berinisial AAM (13), WH (13), dan DT (13). Mereka terdiri dari dua siswi tingkat SMP dan satu siswi tingkat madrasah aliyah. Seusai kejadian, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga Senin siang, ketiganya masih dirawat dan menunggu hasil pemeriksaan lanjutan, termasuk CT scan.
Pengurus Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo Ardi menyampaikan kondisi para santriwati masih dalam pemantauan tim medis. Salah satu korban dilaporkan mengalami keluhan muntah saat terbangun dari tidur.
“Saat ini masih dirawat di rumah sakit. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dokter,” kata Ardi.
Di lokasi terpisah, polisi telah mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan beserta pengemudinya, Purnama (51), warga Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Mobil tersebut diketahui merupakan kendaraan operasional baru yang akan digunakan untuk kegiatan koperasi di wilayah Blitar, Jawa Timur.
Saat dimintai keterangan di Mapolsek Sindang, Purnama mengakui dirinya dalam kondisi mengantuk ketika mengemudi. Ia mengaku berangkat dari Jakarta sekitar pukul 01.00 WIB dan melakukan perjalanan jauh menuju Blitar.
“Ngantuk, berangkat dari Jakarta dini hari,” ujarnya.
Purnama menuturkan, kendaraan yang dikemudikannya melaju dengan kecepatan relatif rendah, sekitar 20 kilometer per jam. Hal itu, menurut dia, terlihat dari kondisi kendaraan yang tidak mengalami kerusakan berat, hanya terdapat goresan ringan pada bodi mobil.
Selain faktor kelelahan, Purnama juga mengakui sempat keliru mengambil jalur. Ia seharusnya berbelok di pertigaan Terminal Sindang menuju arah Bunderan Mangga, tetapi justru melaju lurus ke arah Desa Terusan. Tidak lama kemudian, saat melintasi kawasan dekat Pasar Caplek, kecelakaan tak terhindarkan.
“Harusnya belok, tapi saya lurus karena ngantuk,” katanya.
Purnama menyatakan telah melaporkan insiden tersebut kepada pihak perusahaan dan memastikan akan bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa para korban. Ia juga menyebut pihak manajemen berencana datang ke Indramayu sebagai bentuk itikad baik.