Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian mengatakan dana riset yang ideal berada di rentang Rp7 sampai Rp8 triliun. Pernyataan ini menanggapi rencana pemerintah yang menambah anggaran riset Rp4 triliun.
Dia mendorong agar dana riset di 2027 tidak Rp4 triliun tetapi dilebihkan karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, untuk membangun bangsa yang besar seperti Indonesia.
Selain itu, banyak riset yang dilakukan di berbagai sektor dan perencanaannya harus dilakukan secara matang.
"Kalau perhitungan kami belum ideal sebenarnya, karena riset ini tidak sedikit, riset ini juga meliputi banyak sektor, kemudian ya tentu di dalam perencanaannya yang memang harus betul-betul tepat sasaran," kata dia kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Selasa (30/6/2026).
Dia menambahkan bahwa dana yang ideal sekitar Rp7 hingga Rp8 triliun. Namun dia memahami bahwa penambahan anggaran untuk riset dan inovasi perlu disesuaikan dengan kondisi fiskal negara.
"Idealnya sekitar Rp7 sampai Rp8 triliun. Tetapi lagi-lagi kita melihat kondisi fiskal kita. Kalau 2026 okelah Rp4 triliun, tetapi 2027 kami berharap bisa naik, bisa nambah, akan lebih dari Rp7 sampai Rp8 triliunlah," tambahnya.
Di samping itu, dia mengapresiasi upaya pemerintah untuk membentuk satgas yang berisikan dosen dan peneliti untuk mendukung program strategis pemerintah dan pengembangan riset serta inovasi.
Menurutnya, pemerintah ingin memanfaatkan potensi akademisi maupun peneliti yang memiliki kemapuan mumpuni sehingga dinilai dapat berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia.
"Tidak hanya pendidikan, termasuk sektor pangan, perikanan, dan sektor-sektor lain dalam rangka menopang dan mendukung percepatan program pemerintah yang sudah tertuang di Asta Cita itu," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, arahan mengenai peningkatan anggaran riset sebenarnya telah disampaikan Presiden dalam pertemuan sebelumnya di Istana Kepresidenan.
"Di pertemuan yang sebelumnya waktu di Istana, beliau sudah juga memberikan petunjuk untuk menambah anggaran riset kita sampai di angka Rp4 triliun," kata Prasetyo kepada wartawan usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026).
Menurut Prasetyo, arahan Presiden tersebut kini tengah ditindaklanjuti bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Pemerintah, lanjutnya, juga tengah menyatukan seluruh kegiatan riset nasional ke dalam satu peta jalan atau roadmap yang terintegrasi agar pelaksanaan riset lebih terarah dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Prasetyo menjelaskan bahwa seluruh riset yang dijalankan ke depan harus mengacu pada satu desain besar (grand design) nasional. Dengan demikian, hasil penelitian yang dilakukan oleh berbagai lembaga dapat saling mendukung dalam mencapai prioritas pembangunan pemerintah.
"Jadi peta jalan riset seperti tadi bukunya kan juga sudah dihasilkan yang intinya adalah riset-riset yang sekarang kita jalankan, semua harus dalam satu grand design," katanya.