Bisnis.com, JAKARTA — Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menunjuk Edwin Hidayat Abdullah sebagai anggota dewan komisaris perusahaan yang baru untuk menggantikan posisi Silmy Karim, sebuah langkah strategis dalam memperkuat pengawasan ekspansi ekosistem digital dan portofolio bisnis korporasi perseroan.
Penunjukan ini membawa kembali sosok teknokrat senior yang memiliki portofolio panjang di industri keuangan, kepemimpinan korporasi negara, hingga perumusan kebijakan digital nasional.
Menilik latar belakang akademisnya, Edwin memiliki rekam jejak pendidikan yang sangat kuat. Dia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1995, dengan pengalaman sebagai visiting student di McGill University, Kanada.
Dia kemudian meraih gelar Master of Public Management dari National University of Singapore (NUS) yang berkolaborasi dengan Harvard University melalui beasiswa bergengsi Lee Kuan Yew (LKY) Fellow pada 2005, dilanjutkan sebagai IDEAS Fellow di Sloan School of Management, MIT, AS pada 2009.
Teranyar, dia menyelesaikan pendidikan Doktor Manajemen di Universitas Pelita Harapan (UPH) pada Januari 2025 dengan fokus manajemen strategis.
Karier profesional pria kelahiran 28 April 1971 ini bergerak dinamis di berbagai sektor krusial. Pada awal kariernya di industri keuangan, dia bertindak sebagai Analis Riset di Industrial Bank of Japan sebelum kemudian mengemban posisi Senior Vice President di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) periode 1999–2003 untuk mengelola restrukturisasi aset negara.
Lini korporasi swasta juga sempat dicicipinya sebagai Komisaris di PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) selama satu dekade.
Eksistensinya di lingkungan BUMN mulai menguat secara signifikan kala ditunjuk menjadi Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan, dan Pariwisata periode 2015–2019. Posisi tersebut membuatnya bertanggung jawab mengawasi arah strategi sekitar 40 perusahaan pelat merah.
Pada periode ini pula, dia sempat mencicipi kursi komisaris di sejumlah entitas raksasa, termasuk PT Pertamina (Persero), Telkomsel, serta PT Telkom Indonesia.
Penyegaran pengalaman kepemimpinannya berlanjut sebagai Wakil Direktur Utama di PT Angkasa Pura II (2019–2021) dan Wakil Direktur Utama sekaligus Group CFO di PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney (2021–2023). Di InJourney, dia terlibat langsung merancang integrasi holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata tanah air.
Saat ini, Edwin aktif mengemban amanah di birokrasi pemerintahan sebagai Direktur Jenderal Ekosistem Digital di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sejak Januari 2025. Penunjukannya sebagai Komisaris Telkom Indonesia per Juni 2026 melalui keputusan RUPST diyakini pasar mampu membawa kapabilitas integrasi kebijakan mutakhir seperti AI, sekaligus penguatan tata kelola strategis jangka panjang korporasi.