Bisnis.com, JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto genap berusia 74 tahun pada hari ini, Jumat (17/10/2025). Pria kelahiran 1951 itu telah berada di puncak karier sebagai orang nomor satu di Indonesia.
Bukan itu saja, Prabowo juga menginjak satu tahun kepemimpinan sejak dilantik pada 20 Oktober 2024 bersama Gibran Rakabuming sebagai Wakil Presiden RI periode 2024-2029.
Profil Prabowo Subianto
Sebelum menerima mandat sebagai presiden, namanya cukup melekat di dunia militer. Anak dari pasangan Soemitro Djojohadioesoemo dan Dora Sigar merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1974.
Sang ayah, yaitu Soemitro Djojohadikusumo yang berasal dari Kebumen, Jawa Tengah. Ayah Prabowo merupakan seorang pakar ekonomi dan juga politisi Partai Sosialis Indonesia yang saat itu baru saja selesai menjabat sebagai Menteri Perindustrian di Kabinet Natsir pada April 1952.
Sedangkan Ibunya bernama Dora Marie Sigar atau yang dikenal dengan nama Dora Soemitro.
Berpangkat Letnan Dua, dia ditempatkan di matra Angkatan Darat. Selama berkiprah di dunia militer, Prabowo berpengalaman menjalani misi penting di Indonesia seperti Operasi Timor-Timur, pembebasan sandera di Papua Nugini, dan penuntasan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Misi-misi penting yang dijalani setelah diangkat menjadi Komandan Pleton kompi di Kopassus. Karirnya melejit hingga pada 1996 menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus dan Panglima Kostrad pada 1998.
Tepat ditahun itu, Prabowo tersandung masalah saat periode 1998-1999. Kala itu, masyarakat menuntut agar Presiden RI ke-2 Soeharto, sekaligus mertua Prabowo, turun dari jabatannya. Tak lama setelah itu, Prabowo pun resmi keluar dari militer.
Selama masa pensiun, Prabowo bergelut di dunia bisnis hingga terjun ke ranah politik. Prabowo pernah menjadi calon wakil presiden yang berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri pada Pilpres 2004.
Melebarkan sayapnya di kancah politik, Prabowo membentuk Partai Gerindra bersama sang adik Hashim Djojohadikusomo pada tahun 2008. Partai ini juga digunakan untuk melenggangkan dirinya mendaftar di pertarungan Pilpres.
Meskipun Prabowo kalah telak dari gelaran Pilpres 2009, 2014, dan 2019, tepat setelah kekalahan terakhirnya, Prabowo ditunjuk oleh Presiden ke-7 Joko Widodo sebagai Menteri Pertahanan.
Dia gencar melakukan transformasi alutsista guna memperkuat pertahanan. Prabowo juga mendorong diplomasi dengan Kementerian Pertahanan negara lain.
Setelah penantian yang cukup panjang, pada tahun 2024, Prabowo kembali mendaftarkan diri dalam pertarungan Pilpres yang didampingi oleh Gibran Rakabuming sebagai wakil. Singkatnya, dia berhasil memenangi pertarungan dan menjadi Presiden hingga 2029.