Bisnis.com, PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatra Barat melalui Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menginisiasi program Marandang untuk Sumatera sebagai upaya membantu masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra melalui penyediaan pangan siap saji khas Minangkabau yakni rendang.
Gubernur Sumbar Mahyeldi mengapresiasi pelaksanaan program dan inisiatif itu mencerminkan solidaritas sosial dan semangat gotong royong masyarakat Sumbar dalam merespons dampak bencana yang terjadi di berbagai daerah.
“Inisiatif ini menunjukkan kepedulian dan semangat kebersamaan masyarakat Sumbar dalam membantu korban bencana, tidak hanya untuk Sumbar, tetapi juga bagi masyarakat terdampak di Aceh dan Sumatra Utara,” katanya, Rabu (17/12/2025).
Adapun untuk proses produksi rendang dipusatkan di Istana Gubernuran dengan melibatkan TP PKK, organisasi perempuan, relawan, serta masyarakat umum. Melalui program ini, TP PKK Sumbar menargetkan produksi rendang hingga satu ton.
“Awalnya ditargetkan 1 ton rendang, tapi baru-baru ini Gubernur Sumbar meminta agar menambah jumlah rendang yang dimasak yakni menjadi 2 ton. Dengan harapan bantuan ini bisa dinikmati bagi korban bencana alam di Sumatra,” kata Ketua TP PKK Sumbar, Harneli.
Dia menjelaskan nantinya pendistribusian rendang akan dilakukan secara bertahap ke Provinsi Aceh dan Sumatra Utara, yang direncanakan mulai 20 Desember mendatang.
Alasan rendang dipilih sebagai bentuk bantuan karena memiliki daya simpan yang lama, nilai gizi yang memadai, serta mudah didistribusikan sebagai pangan siap saji. Sehingga bisa dinikmati secara berulang oleh para korban bencana.
“Rendang ini masakan terenak di dunia, semua orang suka dengan rendang. Jadi daripada makan mie instan bagi warga terdampak bencana alam, lebih bagus makan rendang,” sebutnya.
Menurutnya rendang yang dimasak itu dilakukan secara baik melalui kemasan yang aman dan bagus. Karena memang, rendang-rendang yang dimasak tersebut mampu bertahan hingga 6 bulan lamanya.
“Proses memasaknya tidak satu kali momen saja, hampir setiap kami memasak. Kadang-kadang sehari itu bisa memasak rendang 200 kg hingga 400 kg. Kami menggunakan bright gas,” ujar dia.
Selain itu, TP PKK Sumbar juga membuka ruang partisipasi bagi masyarakat yang ingin terlibat dalam program Marandang untuk Sumatera, baik dalam bentuk dukungan dana, bahan, maupun tenaga melalui keterlibatan langsung dalam proses produksi.
“Kami mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam program ini, baik melalui dukungan bahan, dana, maupun tenaga, sebagai wujud solidaritas dan kepedulian bersama,” tutupnya.