Bisnis.com, JAKARTA—Para pengembang properti yang tergabung dalam Realestat Indonesia (REI) kembali menjalankan Program Sejuta Pohon.
Ketua Umum REI, Joko Suranto, menyampaikan pohon yang ditanam di lingkungan perumahan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi problem banjir.
“Akar tanaman bisa menahan dan menyimpan air di dalam tanah. Sedangkan daunnya dapat berfungsi menyerap berbagai zat beracun di lingkungan sehingga menghadirkan udara yang bersih," katanya dalam siaran pers, Minggu (25/1/2026).
Menurut Joko, desain sebuah proyek perumahan harus mematuhi berbagai aspek, termasuk masalah drainase agar terhindar dari persoalan banjir. Hal ini sejalan dengan arahan kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam menangani masalah banjir.
"Dalam mendesain perumahan, kita harus mempertimbangkan berbagai hal supaya tidak timbul masalah. Salah satunya persoalan banjir yang kini terjadi di berbagai wilayah," ucap Joko.
Pelaksanaan Program Sejuta Pohon perdana pada 2026, dilakukan penanaman 5.000 bibit pohon dari jenis mahoni, jambu, mangga, dan tabebuya. Program penanaman diselenggarakan di Perumahan Buana Tamansari Raya, Karawang, pada Jumat (23/1/2026).
"Selain menanam di lokasi ini, kita juga membagikan bibit tanaman kepada warga untuk ditanam di rumah masing-masing," tutur Joko.
Terkait penanganan ancaman banjir, Senior Manajer Buana Tamansari Raya, Rohmat Sapaneja, mengatakan pengembangan kawasan hunian komersial seluas 29 hektare ini menyediakan sedikitnya 40% prasarana, sarana dan utilitas. Termasuk di dalamnya adalah penyediaan ruang terbuka hijau yang dilengkapi dengan pohon-pohon berukuran besar sebagai area resapan air.
"Lokasi penanaman pohon ini peruntukannya adalah ruang terbuka hijau. Pohon menjadi aspek penting yang menjadi fokus perhatian dalam pengembangan hunian di kawasan ini," kata Rohmat.
Selain ruang terbuka hijau, pengembang juga menyediakan drainase dan danau penampungan air seluas 4.000 m2 di dalam kawasan perumahan. Selain sebagai tempat pembuangan air dari rumah warga, danau tersebut juga menjadi penampungan air hujan sehingga kawasan perumahan aman dari banjir.
Rohmat mengutarakan, proyek hunian ini digarap dalam dua tahap, yakni tahap 1 seluas 13 hektare, dan tahap ke-2 seluas 16 hektare, dengan harga jual mulai dari Rp400 jutaan hingga Rp1, 3 miliar per unit.
"Perumahan tahap 1 sebesar 626 unit rumah sudah terjual. Adapun, tahap kedua dari 2.872 unit rumah yang direncanakan, sudah terjual 267 unit rumah," ucap Rohmat.