BNI mempermudah transaksi digital masyarakat dengan aplikasi wondr, seperti fitur QRIS tanpa login dan BNI Tapenas untuk perencanaan keuangan. [1,290] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Seiring dengan perkembangan teknologi digital, masyarakat kini mulai jarang membawa uang tunai dalam jumlah besar untuk transaksi sehari-hari.
Esqa, misalnya. Salah satu karyawan swasta di Jakarta ini lebih sering membayar atau melakukan transaksi melalui fitur Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang ada pada aplikasi perbankan dalam handphone, yang tidak pernah luput berada dalam genggaman saat keluar rumah.
Dengan antusias, dia menceritakan kemudahan penggunaan fitur QRIS yang ada dalam aplikasi wondr by BNI yang ia gunakan. “Enaknya itu, waktu mau bayar kita enggak perlu log-in dulu ke aplikasi. Jadi, tinggal klik ikon QRIS, scan, masukkan kode PIN transaksi, bayar deh,” ujar Esqa di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Terkadang masyarakat tidak menyadari, satu langkah penyederhanaan transaksi, sebagaimana yang ada pada aplikasi wondr by BNI itu, dampaknya dapat memudahkan transaksi harian. Fitur tersebut, lanjut Esqa, membuatnya nyaman saat melakukan pembayaran secara offline karena tidak perlu terburu-buru atau merasa ditunggu oleh konsumen di belakangnya saat antri membayar.
Aplikasi wondr by BNI/Bisnis-Ni Luh Angela
Bahkan, menurutnya, belum banyak yang mengetahui jika terdapat fitur transaksi tanpa log-in terlebih dahulu di akun superapp perbankan, seperti yang ada di wondr by BNI. “Memang belum banyak bank yang memberikan fitur ini di aplikasi m-banking-nya,” kata Esqa.
Sementara itu, Nasa, juga karyawan swasta di Ibu Kota, mengaku tertarik menggunakan wondr karena dia sudah sejak lama menjadi nasabah BNI, yang juga merupakan bank pertama yang digunakannya.
Selain faktor loyalitas, pekerja swasta di salah satu perusahaan media ini menilai tampilan atau user interface wondr terlihat menarik, segar, dan nyaman digunakan. Menurutnya, aplikasi tersebut juga menawarkan pengalaman bertransaksi yang sederhana dan tidak ribet.
Saat ditanya fitur apa yang paling menarik dan sangat membantunya, dia merekomendasikan fitur Tabungan Perencanaan Masa Depan alias BNI Tapenas. Bukan tanpa alasan. Dia menilai, fitur Tapenas membantunya merencanakan kebutuhan keuangan secara mudah dan fleksibel.
“Fitur ini menurut aku membantu dan fleksibel [dalam mengatur keuangan]. Bisa ngatur mau nabung berapa bulan, mau jumlah yang ditabung pun, juga fleksibel,” ungkap Nasa.
Oleh karena itu, Nasa mengaku lebih sering memanfaatkan aplikasi wondr untuk menyimpan dana dibandingkan bertransaksi. Biaya administrasi rekening di BNI yang dinilai relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah bank lainnya turut menjadi pertimbangan Nasa dalam menempatkan dana yang dimiliki.
BNI, salah satu bank terbesar di Indonesia, sebelumnya telah merilis fitur Life Goals, yang merupakan fitur pembukaan Tabungan BNI Tapenas pada aplikasi wondr by BNI.
Fitur ini bertujuan untuk membantu para nasabah merencanakan kebutuhan keuangan jangka panjang. Dalam fitur ini, nasabah dapat mengatur nilai setoran rutin dan jangka waktu menabung yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan inovasi ini merupakan bagian dari komitmen BBNI dalam menghadirkan solusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. "Melalui fitur Life Goals di wondr by BNI, kami ingin membantu nasabah merencanakan tujuan keuangan mereka secara lebih terstruktur," ujar Okki dalam keterangan tertulis, Selasa (7/5/2026).
Melalui fitur Life Goals, nasabah dapat memantau perkembangan tabungan secara transparan melalui sistem yang terintegrasi di aplikasi wondr by BNI. Selain itu, fitur ini juga dilengkapi simulasi dan estimasi keuangan untuk membantu nasabah menyusun rencana yang lebih realistis dan sesuai target.
BNI menilai pendekatan digital tersebut dapat mendorong kebiasaan menabung secara konsisten dan bertahap, sehingga tujuan finansial jangka panjang dapat dicapai tanpa memberikan beban berlebihan bagi nasabah. "Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan digital yang tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga membantu nasabah mencapai berbagai tujuan hidupnya," tambah Okki.
Literasi Keuangan
Sementara itu, sejalan dengan upaya peningkatan literasi keuangan, BNI turut mengembangkan fitur yang tidak hanya memudahkan transaksi masyarakat, tetapi juga memudahkan dalam mengatur serta memeriksa kesehatan keuangan.
Pada tahun lalu, tingkat literasi keuangan nasional mencapai 66,46%. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan level ini masuk dalam kuartil menengah ke atas atau dalam kata lain Indonesia termasuk cukup maju dalam hal literasi keuangan.
Namun, OJK juga menyampaikan program literasi keuangan perlu diperkuat agar bisa semakin mendekati tingkat inklusi keuangan yang mencapai 80,51% pada 2025. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 75,02%.
Sebagai informasi, literasi keuangan merupakan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan demi mencapai kesejahteraan keuangan masyarakat.
Dalam aplikasi wondr by BNI terdapat fitur Insight yang dapat membantu nasabah dalam melakukan pengecekan kesehatan keuangannya. Transaksi yang dilakukan di seluruh kanal BNI, baik melalui ATM, EDC, dan juga digital channel akan langsung muncul dan dikelompokkan dengan kategorisasi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Dengan demikian, nasabah mendapatkan gambaran dengan diagram yang mudah dimengerti mengenai perbandingan pemasukan dan pengeluaran dalam satu bulan.
Tak hanya itu, fitur ini juga memberikan laporan bulanan kondisi keuangan serta memberikan tawaran produk perbankan yang terpersonalisasi sesuai dengan behaviour masing-masing nasabah.
“Fitur ini sangat membantu untuk memeriksa pengeluaran rutin tiap bulannya, sehingga lebih terkontrol, karena biasanya dengan kemudahan transaksi melalui aplikasi, terkadang kita tidak menyadari seberapa besar pengeluaran harian,” ujar Esqa.
Dana Murah
Seiring dengan transformasi digitalnya, terutama dalam memenuhi berbagai kebutuhan nasabah secara seamless, bank milik negara yang berusia 8 dekade pada tahun ini tersebut turut mencatatkan tren peningkatan dana murah (current account saving account/CASA).
Sepanjang 2025, dana murah yang berhasil dihimpun emiten dengan ticker BBNI tersebut senilai Rp725,96 triliun, melonjak 28,9% secara tahunan (year-on-year/YoY). Dana murah tersebut terdiri dari giro senilai Rp439,5 triliun atau menguat 43,8% YoY dan tabungan senilai Rp286,46 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 11,2% YoY.
Hingga akhir kuartal I/2026, emiten dengan ticker BBNI tersebut mencatatkan dana murah senilai Rp731,6 triliun atau naik 26,6% YoY, ditopang oleh penguatan giro sebesar 39,7% YoY dan tabungan sebesar 10,4% YoY.
Sumber: Lapkeu BNI, diolah
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena dalam paparan kinerja kuartal I/2026 menyampaikan pencapaian ini tidak diperoleh dengan singkat, melainkan hasil dari upaya setiap lini bisnis terutama kinerja cabang yang didukung oleh platform digital channel BNIdirect dan wondr by BNI.
“Hingga akhir Maret 2026, BNI mampu meningkatkan CASA market share 120 bps dari 10,1% di Maret 2025 menjadi 11,3% di Februari 2026. Dampak positifnya, biaya dana menjadi lebih efisien,” ujarnya.
Penggerak Utama
Transformasi digital pun kini menjadi penggerak utama BNI dalam meningkatkan pengalaman nasabah lewat strategi one-stop solution digital services. Strategi ini didukung oleh ekosistem solid melalui anak usaha serta mitra lintas industri untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.
Tidak hanya itu, wondr by BNI juga dikembangkan melalui integrasi ekosistem digital untuk mempermudah berbagai transaksi nasabah dalam satu platform, misalnya saja untuk mobilitas, hiburan dan olahraga, hingga masalah pembayaran pendidikan. Aplikasi ini diluncurkan pada 5 Juli 2024 dan menjadi realisasi transformasi BNI dalam menghadirkan inovasi aplikasi perbankan yang mendukung nasabah dalam meraih tujuan finansial pada masa depan.
Dengan berbagai strategi pengembangan digital tersebut, wondr by BNI telah menjaring sebanyak 12,1 juta pengguna dalam proses migrasi dari BNI Mobile Banking sepanjang tahun lalu. Hingga Maret 2026, jumlah pengguna wondr by BNI telah melampaui 13 juta dengan tingkat engagement yang meningkat signifikan, berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan tabungan ritel.
Sumber: BNI
Sebelum peluncuran Wondr pada Juli 2024, jumlah pengguna BNI Mobile Banking terus menunjukkan tren peningkatan. Pada 2021, pengguna BNI Mobile Banking tercatat sebanyak 10,81 juta, kemudian naik menjadi 13,63 juta pada 2022 dan kembali meningkat menjadi 16,27 juta pengguna pada 2023.
Setelah wondr by BNI diperkenalkan pada pertengahan 2024, basis pengguna layanan perbankan digital BNI semakin berkembang. Pada 2024, jumlah pengguna BNI Mobile Banking mencapai 18,1 juta, sementara pengguna wondr by BNI telah mencapai 5,3 juta, sehingga total pengguna layanan mobile banking BNI mencapai 23,43 juta.
Tren pertumbuhan tersebut berlanjut pada 2025. BNI mencatat total pengguna layanan mobile banking sebanyak 29,71 juta, dengan 12,1 juta di antaranya merupakan pengguna wondr by BNI, menunjukkan percepatan adopsi aplikasi digital terbaru BNI seiring dengan upaya transformasi layanan perbankan berbasis digital.
BNI mendukung ekosistem keuangan digital di Sekolah Al-Izhar dengan berpartisipasi dalam Melodia 2026, menawarkan inovasi keuangan dan transaksi cashless [386] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pengembangan ekosistem keuangan digital di lingkungan pendidikan, salah satunya bersama Sekolah Al-Izhar di bawah naungan Yayasan Anakku. Terbaru, BNI turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Melodia 2026 Al-Izhar Music & Art Charity Festival yang akan berlangsung pada Sabtu, 9 Mei 2026 di Lapangan Perguruan Islam Al-Izhar Pondok Labu.
Dalam kesempatan tersebut, BNI menghadirkan berbagai program dan inovasi keuangan digital yang relevan dengan kebutuhan generasi muda dan lingkungan pendidikan guna memperkuat literasi serta ekosistem keuangan digital di lingkungan pendidikan.
“Melalui keterlibatan pada Melodia 2026, BNI berharap dapat terus hadir dalam berbagai kegiatan positif yang memperkuat kreativitas generasi muda, kepedulian sosial, sekaligus mempercepat transformasi digital di lingkungan pendidikan dan masyarakat,” ujar Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo dalam keterangan tertulis.
*Sembari menikmati beragam aktivitas menarik seperti Art & Music Performance, Charity Program, F&B Bazaar, Traditional & Modern Dance, serta penampilan spesial dari Kahitna dan Ten2Five, pengunjung juga dapat membuka rekening melalui wondr by BNI dan berkesempatan memperoleh reward hingga Rp100.000 atau koper eksklusif.*
Selain itu, tersedia pula promo pengajuan kartu kredit BNI dengan welcome cashback hingga Rp500.000 serta bebas iuran tahunan seumur hidup. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai engagement activities di booth BNI seperti mini games, mini medical check up, hingga instant reward yang disiapkan khusus untuk memeriahkan festival.
Dalam memperkuat ekosistem digital, seluruh merchant tenant di Melodia 2026 akan menggunakan sistem pembayaran cashless melalui QRIS BNI. Langkah ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda dan masyarakat mengenai kemudahan, kenyamanan, dan keamanan transaksi non-tunai dalam kehidupan sehari-hari.
Partisipasi BNI pada kegiatan tersebut semakin melengkapi implementasi layanan dan solusi keuangan yang berjalan di lingkup operasional Sekolah Al-Izhar sebagai nasabah BNI lewat BNIdirect. Dengan hal tersebut, layanan keuangan digital BNI diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan transaksi sekolah, karyawan, dan orang tua siswa.
“BNI optimistis kolaborasi bersama Yayasan Anakku dan Sekolah Al-Izhar dapat terus berkembang melalui pemanfaatan layanan perbankan terintegrasi yang sesuai dengan kebutuhan institusi pendidikan modern sekaligus memperkuat inklusi keuangan digital di Indonesia,” tegas Okki.
Melalui sinergi tersebut, BNI berharap dapat terus menjadi mitra strategis bagi institusi pendidikan dalam menghadirkan layanan keuangan yang inovatif, aman, dan mudah diakses oleh seluruh ekosistem pendidikan. *Informasi lebih lanjut mengenai rangkaian acara dan pembelian tiket Melodia 2026 dapat diakses melalui https://bit.ly/melodia2026.* (*)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperluas layanan pembayaran digital dengan menghadirkan fitur QRIS Cross Border di China melalui aplikasi wondr by BNI. Dengan fitur ini, nasabah BNI kini dapat bertransaksi di merchant yang terhubung dengan Alipay dan UnionPay hanya dengan memindai kode QR, tanpa perlu menukarkan uang tunai.
Peluncuran inisiatif tersebut dilakukan bersama Bank Indonesia (BI) dan para penyedia jasa pembayaran, lembaga keuangan non-bank, dan perbankan, Jumat (30/4/2026). Acara tersebut turut dihadiri Gubernur BI Perry Warjiyo, Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong, serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno.
Senior Executive Vice President Network and Sales BNI Sri Indira mengatakan pengembangan fitur ini memberikan kemudahan transaksi bagi nasabah sekaligus mendukung integrasi sistem pembayaran global.
"Peluncuran ini menjadi langkah nyata BNI dalam mendukung ekosistem pembayaran digital yang semakin global. Kami ingin memastikan nasabah dapat bertransaksi dengan mudah di mana pun, termasuk di China, sekaligus mendorong peningkatan transaksi wisatawan mancanegara di Indonesia," ujarnya.
Melalui fitur tersebut, nasabah wondr by BNI dapat langsung melakukan pembayaran di berbagai merchant di China yang telah terhubung dengan jaringan pembayaran digital setempat. Sebaliknya, wisatawan asal China juga dapat bertransaksi di merchant BNI di Indonesia menggunakan aplikasi pembayaran mereka yang telah terintegrasi dengan QRIS.
BNI menilai langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat interkoneksi sistem pembayaran antara Indonesia dan China. Selain meningkatkan kemudahan transaksi lintas negara, fitur ini juga berpotensi mendorong peningkatan transaksi inbound, khususnya dari wisatawan China yang merupakan salah satu kontributor utama sektor pariwisata nasional.
Dari sisi industri, penguatan ekosistem pembayaran digital terus menunjukkan tren positif. Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 14,39 miliar transaksi pada triwulan I 2026, tumbuh 33,76 persen secara tahunan, seiring meningkatnya akseptasi digital di berbagai sektor.
Ke depan, BNI berencana memperluas jangkauan QRIS Cross Border ke negara lainnya sebagai bagian dari strategi penguatan layanan digital global. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan transaksi nasabah, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital internasional.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56