Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) akan memperluas kerja sama penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sampai dengan India.
Pada rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (12/11/2025), Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut perluasan kerja sama penggunaan QRIS antarnegara merupakan salah satu arah kebijakan sistem pembayaran bank sentral.
"Kami terus mempercepat akselerasi digitalisasi sitem pembayaran berdasarkan blueprint sistem pembayaran Indonesia yang kami sudah perbarui ke 2030," terang Perry di ruang rapat Komisi Keuangan DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dikutip Jumat (14/11/2025).
Perry menyebut dalam arah kebijakan digitalisasi sistem pembayaran, BI akan berfokus pada pengembangan infrastruktur dan konsolidasi struktur industri, serta mendorong peningkatan implementasi sertifikasi kompetensi di bidang sistem pembyaran.
Salah satu fokus BI ke depan, lanjutnya, termasuk memperlua penggunaan QRIS di dalam negeri maupun antarnegara. Adapun dia menyebut QRIS sudah bisa digunakan di beberapa negara seperti baru-baru inu Jepang.
Bank sentral juga telah melakukan tahap uji coba atau sandbox untuk penggunaan QRIS di China. Sistem pembayaran digital terobosan BI itu ditargetkan bisa digunakan di China.
"Kami juga sedang rintis dengan Korea Selatan, di samping Saudi Arabia dan India," papar satu-satunya gubernur bank sentral yang menjabat dua periode itu.
Menurut Perry, perluasan penggunaan QRIS itu sejalan dengan visi-misi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming yakni Asta Cita, khususnya terkait dengan pengembangan ekonomi serta keuangan digital nasional, melalui percepatan digitalisasi sitem pembayaran Indonesia.
Daftar Negara
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, selain Jepang, QRIS sudah bisa digunakan di negara-negara tetangga sekawasan Asean seperti Malaysia, Thailand dan Singapura.
Sistem pembayaran lintas negara ataucross-border paymentantara Indonesia dan Malaysia, Thailand dan Singapura juga memungkinkan turis dari tiga negara itu menggunakan QR code dari negaranya untuk bertransaksi di Indonesia.
Berdasarkan catatanBisnis, penggunaan QRIS lintas negara dengan Malaysia dan Singapura mulai diterapkan pada 2023, sedangkan dengan Thailand yakni pada 2022.
Namun demikian, sejatinya BI sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama sistem pembayaran dengan empat bank sentral negara anggota Asean lainnya yakni Malaysia, Singapura Thailand dan Filipina. Dengan demikian, tinggal Filipina yang belum terealisasi.
Ke depan, setelah implementasi di Jepang, BI menargetkan implementasi sistem pembayaran lintas negara dengan QRIS bisa dilakukan di China pada akhir 2025. Tahapan implementasi itu sudah memasuki uji coba atau sandbox, pada 17 Agustus 2025 lalu.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menjelaskan, pembayaran transaksi melalui QRIS di China sedari awal ditargetkan untuk bisa berlaku pada akhir tahun ini. Hal itu berbeda dengan Jepang, di mana QRIS sudah bisa mulai digunakan pada 17 Agustus 2025 lalu atau bertepatan dengan HUT ke-80 RI.
Selain itu, pemberlakuan QRIS di China dan Jepang berbeda. Penggunaan QRIS di Jepang hanya bisa berlaku secaraoutbound, atau digunakan oleh warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri.
Sementara itu, penggunaan QRIS di China bisa berlaku untuk dua sisi yakni warga Indonesia yang bepergian ke Negeri Panda tersebut (outbound), maupun turis dari negara itu yang datang ke Indonesia (inbound).
"Kalau QRIS China tanggal 17 Agustus kita [tahap] sandboxing, Insyaallah akhir tahun bisa implementasi Indonesia-China dua sisi baik inbound maupun outbound," ujar Filianingsih pada Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (20/8/2025).