Bisnis.com, JAKARTA - Buat para penikmat film horor psikologis, trilogi waralaba The Strangers teranyar garapan Renny Harlin rasanya justru lebih cocok buat yang punya preferensi menyukai kisah bertema balas dendam.
Pasalnya, babak final dalam The Strangers – Chapter 3 tak lagi mengusung konsep genre slasher dengan pace ngebut. Justru sebaliknya, menekankan kerapuhan dalam kaos sebagai ajang konfrontasi terakhir.
Kendati kebrutalan trio psikopat bertopeng tak kalah membabi-buta ketimbang The Strangers: Chapter 1 (2024) dan The Strangers – Chapter 2 (2025), akting paranoid Madelaine Petsch sebagai Maya Lucas tampak lebih ditekankan dalam film pamungkas.
Sebagai pengingat, dalam dua film sebelumnya, kita disajikan malam penuh teror dari Dollface, Pin-Up Girl, dan Scarecrow terhadap para pendatang ke desa terpencil Venus, Oregon.
Perjalanan Maya menghadapi rasa trauma sebagai satu-satunya orang yang bisa bertahan hidup, sekaligus korban yang kehilangan orang tersayang, menjadi menarik untuk diikuti.
Terlebih, teror dari penjahat tanpa motif jelas begitu mengganggu dan bikin gemas, ketimbang antagonis yang punya narasi epik, apalagi punya alasan kuat yang sebenarnya manusiawi.
Oleh karena itu, Chapter 3 menekankan transformasi Maya menghadapi misteri tersembunyi di balik perjalanan para psikopat bertopeng.
Buat penonton yang suka melihat kepuasan kisah balas dendam, mengikuti trilogi The Strangers bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan akhir pekan.
Sayangnya, film pamungkas waralaba ini lebih cocok ditonton dengan kecepatan 1,5 kali karena pace terlalu lambat dan punya jalan cerita yang melompat-lompat tak keruan.
Pada akhirnya, film ini hanya cocok buat yang penasaran saja dengan misteri di balik dua film sebelumnya.