Bisnis.com, JAKARTA- Produsen panel surya di China terancam mengalami kerugian besar seiring kelebihan pasokan dan persaingan pasar yang ketat. Salah satu produsen terbesar panel surya yakni Longi Green Energy Technology Co., yang telah melaporkan kerugian pada tahun lalu.
Buntutnya, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (20/1/2026), saham Longi anjlok. Perusahaan juga memastikan kinerja sepanjang tahun lalu merah, menyusul penurunan permintaan berkepanjangan yang terus membebani sektor tersebut.
Saham perusahaan turun hingga 5% di Shanghai, penurunan harian terbesar dalam delapan minggu. Longi merilis hasil sementara pada hari Minggu yang menunjukkan bahwa kerugian bersih setahun penuh akan sekitar 6 miliar yuan (setara US$861 juta).
Longi mengaitkan kerugian tahun kalender tersebut dengan harga produk yang terus rendah dan tekanan biaya, termasuk "kenaikan tajam" perak dan polisilikon selama kuartal keempat, yang membebani ongkos produksi.
Namun demikian, kinerja 2025 masih jauh lebih baik, kerugian perusahaan menyusut dibandingkan pada 2024 sekitar 8,6 miliar yuan.
Industri tenaga surya Tiongkok telah berjuang dengan kelebihan kapasitas dan persaingan yang ketat, serta melonjaknya biaya perak, komponen kunci dalam produksi sel surya. Sentimen terhadap sektor ini secara bertahap membaik setelah kampanye pemerintah baru-baru ini untuk mengatasi masalah ini di beberapa industri, tetapi dampak positif paling terlihat pada polisilikon, bahan hulu penting yang digunakan dalam panel surya.
Analis Bloomberg Intelligence, Chia Chen dan Henik Fung mengungkapkan Longi berpotensi membenahi pendapatan tahun ini seiring industri beralih.
Persaingan harga mereda di bawah kampanye pemerintah, sementara kelebihan kapasitas membaik karena perusahaan produsen sel surya memangkas pengeluaran modal dan konsolidasi meningkat.
“Faktor-faktor ini mendukung keseimbangan pasar yang lebih sehat dan harga panel surya yang lebih tinggi mulai tahun 2026,” tulis analis Bloomberg Intelligence dalam sebuah catatan.
Rencana Longi untuk beralih ke logam dasar yang terjangkau dari perak pada kuartal kedua juga akan memperkuat margin dalam jangka panjang.
Longi sebelumnya mencatatkan kerugian yang lebih kecil pada kuartal ketiga setelah mengambil beberapa langkah pengurangan biaya.
Selaku pimpinan Longi, Zhong Baoshen mengatakan pada bulan September bahwa perusahaan "yakin" akan kembali mencapai titik impas dalam bisnis intinya pada kuartal keempat.
Produsen polisilikon terkemuka Tongwei Co. juga mengatakan bahwa kemungkinan akan mencatatkan kerugian bersih sebesar 9 miliar hingga 10 miliar yuan pada 2025, dibandingkan dengan kerugian sebesar 7,04 miliar yuan pada tahun sebelumnya.