
Baca Juga
KUR BRI Dorong Sate Ayam Barokah Mayestik Naik Kelas, dari Trotoar Kini Sewa Ruko
Perkembangan usaha semakin terasa setelah Hikma bergabung dalam program pembinaan UMKM Jakarta Entrepreneur pada 2023. Dari program tersebut, dia memahami pentingnya sertifikasi halal untuk memperluas pasar usaha. Setelah mengantongi sertifikat halal, pelanggan Salad Umma berkembang dari pembelian satuan menjadi pesanan massal dari kementerian dan instansi pemerintah.
Meski bisnisnya terus tumbuh, perjalanan Hikma tidak selalu mulus. Dia mengaku sempat berpindah dari satu bazar ke bazar lain menggunakan motor bersama suaminya sambil membawa produk, banner, dan perlengkapan jualan sendiri. Saat itu, dia belum memiliki booth dan hanya mengandalkan meja sederhana untuk berjualan.

Baca Juga
BRI Sukses Bawa SALAKU Tembus Pasar Global di FHA 2026 Singapura
Pada 2024, Hikma mulai merancang pengembangan usaha lebih besar, termasuk pengurusan izin BPOM. Namun rencana tersebut terkendala syarat dapur produksi yang harus terpisah dari dapur rumah tangga. Di saat bersamaan, dia mulai mencari informasi mengenai pembiayaan UMKM melalui program KUR.
KUR BRI Jadi Momentum Besar Salad Umma
Momentum penting datang pada Mei 2025 saat Hikma memberanikan diri mendatangi kantor cabang BRI Tebet Barat untuk mencari informasi mengenai KUR BRI. Sebagai nasabah aktif BRI, dia awalnya hanya ingin membandingkan skema pembiayaan yang tersedia untuk pengembangan usaha.
“Saya merasa usaha saya begini-begini saja. Lalu di situ mulai terpikir untuk mengajukan KUR ke BRI. Akhirnya cair tuh Rp100 juta, tenor 3 tahun, cicilan Rp3,8 juta per bulan,” ujar Hikma.
Proses pengajuan KUR BRI berjalan cepat setelah dilakukan survei usaha dan pengecekan kelayakan bisnis. Hikma akhirnya memperoleh pembiayaan sebesar Rp100 juta dengan tenor tiga tahun dan cicilan sekitar Rp3,8 juta per bulan. Dana tersebut digunakan untuk mengubah carport rumah menjadi outlet usaha Salad Umma.
Menurut Hikma, keunggulan KUR BRI bukan hanya terletak pada proses pencairan yang cepat dan mudah, tetapi juga pendampingan usaha setelah pembiayaan cair. Dia mendapatkan pelatihan rebranding, pemasaran digital, hingga pengembangan UMKM melalui program pembinaan BRI.
Kini Salad Umma memiliki puluhan varian salad buah dan dessert dengan pelanggan mulai dari pesanan pribadi hingga instansi besar. Dari usaha rumahan yang lahir saat pandemi, bisnis milik Hikma berkembang menjadi UMKM yang terus naik kelas berkat dukungan pembiayaan dan pendampingan KUR BRI.
Sementara itu, Mantri BRI Unit Tebet Barat Nicko Irawan mengonfirmasi pemilik Salad Umma, Hikma Nurul Audhliya, merupakan nasabah BRI. Pendampingan usaha bermula saat Hikma datang ke kantor unit untuk mengembangkan bisnisnya.
Pihak BRI kemudian melakukan survei lapangan guna memverifikasi kebutuhan sekaligus melihat potensi bisnis Salad Umma. Pengajuan pembiayaan tersebut disetujui dengan proses cepat dalam waktu dua hingga tiga hari.
"Salad Umma ini termasuk nasabah kami yang sangat bagus progresnya. Kami terus mendampingi perkembangan usaha ini dan salut dengan kemajuannya yang sangat pesat," ungkap Nicko kepada iNews.id.
Editor: Reynaldi Hermawan