BTN melanjutkan program "Safe and Smash" untuk meningkatkan DPK dari nasabah menengah di Jati dan sekitarnya sebesar Rp50 miliar-Rp100 miliar. [491] url asal
Bisnis.com, SURABAYA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Kantor Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatim Bali Nusra) melanjutkan program "Safe and Smash" guna menggenjot Dana Pihak Ketiga (DPK) dari segmen nasabah menengah, yakni nasabah BTN Prospera.
Program ini menargetkan penambahan dana kelolaan minimal Rp50 miliar hingga Rp100 miliar.
Regional Office Head Kantor Wilayah Jatim Bali Nusra BTN, Carly Tambunan mengatakan, program "Safe and Smash" merupakan inisiatif khusus bagi nasabah penabung, khususnya yang termasuk dalam kategori BTN Prospera.
BTN Prospera adalah kategori nasabah yang memiliki saldo antara Rp100 juta sampai dengan Rp500 juta. Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu wilayah dengan potensi terbesar bagi pertumbuhan segmen emerging affluent BTN Prospera.
“Provinsi ini menjadi top three kontributor nasional BTN Prospera dengan pertumbuhan DPK 10,5% year-to-date. Selain basis ekonominya kuat, budaya wirausaha dan aktivitas komunitas di Surabaya dan kota-kota sekitarnya sangat relevan dengan konsep Prospera yang menggabungkan gaya hidup produktif, sehat, dan bernilai finansial,” ujar Carly di Surabaya, Kamis (23/10/2025).
Saat ini, Charly menyebut bahwa jumlah nasabah BTN Prospera di wilayah Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara telah mencapai 11.000, dengan total simpanan lebih kurang Rp1,6 triliun.
Selain itu, BTN juga menargetkan penambahan 1.000 number of accounts (NOA) baru nasabah Prospera.
Menurutnya, BTN menyasar segmen Prospera (saldo Rp100 juta-Rp500 juta) karena nasabah di tingkat tersebut didominasi oleh segmen masyarakat menengah, termasuk pengusaha muda dan generasi milenial yang dinilai cocok dan menggemari olahraga padel.
Sementara nasabah dengan saldo di atas Rp500 juta masuk kategori nasabah Prioritas.
"Porsi kontribusi dana Prospera di BTN Jatim, Bali, dan Nusra masih berkisar 10-20% dari total DPK ritel, sedangkan nasabah prioritas menyumbang 50-60%," jelasnya.
Melalui program ini, BTN berharap dapat meningkatkan kontribusi DPK Prospera yang tergolong dalam Current Account Savings Account (CASA) atau dana murah, karena bank memberikan bunga yang relatif lebih rendah dibandingkan nasabah prioritas.
Program ini akan memberikan akses eksklusif bagi para nasabah BTN Prospera untuk bermain padel di Padel House rekanan BTN, melalui skema tabungan dan transaksi berhadiah.
Sementara itu per September 2025, Charly membeberkan komposisi CASA BTN Jatim Bali Nusra berada di angka 48-50% dari total DPK. Pihaknya menargetkan komposisi CASA dapat mencapai minimal 60% hingga akhir tahun.
"Total DPK ritel BTN Kanwil Jatim Bali Nusra per akhir September mencapai Rp11,2 triliun. Secara total [ritel dan kelembagaan], DPK mencapai Rp23,2 triliun, dengan target akhir tahun DPK total mencapai Rp25 triliun, atau tumbuh 10-12% year-on-year dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya.
Di sisi kredit, Carly menyebut perkembangan KPR BTN, khususnya KPR Subsidi, menunjukkan tren positif. Realisasi KPR Subsidi di Jawa Timur rata-rata berkisar 1.000-1.200 unit per bulan, dengan produksi terbanyak di Jember dan Kediri. Target kekurangan KPR Subsidi hingga akhir tahun sekitar 3.000 unit.
Regional Office Head BTN Jatim Bali Nusra, Carly Tambunan (dua dari kiri) di sela-sela acara BTN Prospera Save & Smash di Surabaya, Kamis (23/10/2025)./Bisnis - Syaharuddin Umngelo
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56