Bisnis.com, PEKANBARU — Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis, Riau, terus digencarkan dengan pengerahan personel dari sejumlah Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni yang tergabung dalam Satgas Karhutla.
Saat ini, empat regu difokuskan di Desa Palkun, Kelemantan Barat, Sekodi, dan Kembung Luar di Kecamatan Bengkalis dan sekitarnya.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra Ferdian Krisnanto mengatakan di Desa Palkun, pemadaman memasuki hari pertama bantuan kendali operasi (BKO) dari Daops Pekanbaru dengan dukungan satu regu personel.
Tim juga dibantu satu unit alat berat untuk membuat embung sebagai sumber air. Namun, proses pemadaman belum optimal karena embung masih menunggu terisi penuh.
"Ini akan terus dicoba dengan skema pindah-pindah pompa jinjing maju ke kepala api dengan sumber air dari embung yang telah dibuat," jelasnya, Selasa (7/4/2026).
Sementara itu, di Desa Sekodi, pemadaman masih berlangsung pada hari keempat. Satu regu dari Daops Siak dikerahkan untuk menangani kebakaran dengan dukungan water bombing.
Di Desa Kelemantan Barat, tim menghadapi kendala angin kencang yang menyebabkan api sempat menembus sekat yang telah dibuat. Petugas terus berupaya memperlebar sekat api meski ketersediaan air terbatas.
Di tengah operasi tersebut, dua lokasi dilaporkan telah berhasil dipadamkan. Di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, kebakaran berhasil ditangani setelah delapan hari operasi.
Sebanyak empat tim gabungan, yakni dua tim Daops Sumatra V/Dumai, satu tim BKO dari Sarolangun, dan satu tim BKO dari Musi Banyuasin, menyelesaikan penanganan hingga lokasi dinyatakan clear and clean.
Selain itu, kebakaran di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, juga dinyatakan padam pada hari keempat.
"Tim gabungan dari Daops Rengat dan BPBD telah menyelesaikan proses mopping up hingga status clean and clear," ujar Ferdian.
Selain pemadaman darat, operasi modifikasi cuaca (OMC) juga dilakukan dengan satu sorti penerbangan pada rute Dumai–Rupat. Namun, hingga malam hari belum terdeteksi potensi awan yang dapat dimanfaatkan untuk penyemaian hujan buatan.
Untuk memperkuat penanganan, satu regu tambahan dari Daops Siak dikerahkan ke Desa Kembung Luar. Sementara itu, tim BKO dari Musi Banyuasin dan Sarolangun mulai melakukan demobilisasi setelah menyelesaikan penugasan di Rupat Utara.
"Kami konsentrasi di Bengkalis dengan kekuatan empat regu yang tersebar di beberapa titik. Mohon doa dan dukungan agar proses pemadaman berjalan lancar," pungkas Ferdian.
Sementara itu, tim gabungan penanganan karhutla juga melakukan operasi pemadaman intensif di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.
Luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 70 hektare, dengan karakteristik gambut kering dan dalam yang menyulitkan proses pemadaman secara menyeluruh.
Operasi dipimpin langsung oleh Asops Kasdam I/Bukit Barisan Kolonel Inf. Rendra Dwi Ardhani selaku Koordinator Lapangan, bersama Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. I Ketut Gede Adi Wibawa sebagai Wakil Koordinator.
Pemadaman darat dilakukan oleh Satgas Darat yang terdiri atas unsur TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan, dan warga setempat.
Adapun dukungan dari udara dilakukan melalui water bombing oleh Satgas Udara yang dipimpin Capt. Pilot Arif Budiarto untuk menjangkau titik api yang tidak dapat diakses personel darat.
"Operasi pemadaman menghadapi sejumlah tantangan berat. Api yang membara hingga ke lapisan bawah gambut membuat pemadaman permukaan saja tidak cukup," ungkap Kolonel Inf. Rendra Dwi Ardhani.
Keterbatasan sumber air di sekitar lokasi juga menjadi kendala dalam mendukung pasokan untuk water bombing maupun pompa darat. Kondisi tersebut diperparah oleh arah angin yang berubah-ubah sehingga mempercepat penyebaran api.
Meski demikian, upaya pengendalian titik api terus dioptimalkan hingga seluruh area terbakar dapat dipadamkan.
Tim Satgas juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla di wilayah Riau.