Bisnis.com, JAKARTA — Seorang warganet membagikan kisahnya menjadi korban penipuan (scam) hingga Rp60 juta yang berawal dari pencarian nomor layanan pelanggan di Google. Kisah tersebut diceritakan oleh warganet dengan akun @yuliani_salim melalui Instagram resminya.
“Jumat malam kemarin aku kehilangan Rp60.000.123 bukan karena bisnis gagal, bukan karena investasi, tapi karena scam 5 menit di Google,” tulis akun @yuliani_salim di Instagram resminya pada Selasa (10/3/2026).
Yuliani mengatakan kejadian tersebut berawal dari hal yang terlihat sepele. Saat itu, dia membeli tiket pesawat rute Palembang–Jakarta (PLM-CGK) pulang pergi. Karena maskapai tersebut dikenal sering mengalami keterlambatan, dia sengaja memilih penerbangan paling pagi pada pukul 06.00 WIB.
“Semoga itinerary aman,” imbuhnya.
Namun, Yuliani mengatakan penerbangan tersebut tiba-tiba dijadwalkan ulang menjadi pukul 10.20 WIB. Padahal, dia telah memiliki janji dengan klien pada pukul 09.00 WIB. Yuliani mengatakan jika pertemuan tersebut sampai dibatalkan, dirinya berisiko masuk daftar hitam klien.
Karena itu, dia bergegas mencari cara untuk menjadwalkan ulang penerbangan. Namun, di situs resmi hanya tersedia layanan pelanggan melalui WhatsApp dengan respons yang lambat.
“Karena panik, aku cari nomor call center di Google. Dan di situlah semuanya dimulai,” tuturnya.
Dia mengatakan nomor yang ditemukan tersebut tertulis sebagai “Layanan Darurat 24 Jam Lion Air.”
Menurutnya, cara berbicara petugas terdengar profesional dan instruksinya jelas sehingga terlihat sangat meyakinkan. Dia kemudian dipandu untuk melakukan proses penjadwalan ulang penerbangan dan diminta membayar biaya sebesar Rp6.500.
Setelah itu, dia diarahkan ke sebuah situs web dan diminta mengklik menu “BCA Individual” serta mengisi kolom “Appli 1.” Karena panik dan terburu-buru, dia mengikuti semua instruksi tersebut.
“Lima detik setelah transaksi. BOOM Transaksi berhasil sebesar Rp60.000.123. Shock. Marah. Panik. Sedih,” katanya.
Dia mengatakan uang hasil kerja kerasnya hilang begitu saja. Dia juga mengingatkan warganet agar membagikan cerita tersebut kepada keluarga dan teman karena modus penipuan seperti ini semakin sering terjadi dan terlihat semakin meyakinkan.
“Hari ini aku yang kena. Besok bisa siapa saja. Mohon periksa kembali setiap ‘call center’ yang Anda temukan di Google,” katanya.
Melalui keterangan pada unggahan tersebut, dia juga mengakui terdapat kesalahannya karena terlalu impulsif dan panik dengan jadwal sehingga semuanya terasa harus dilakukan dengan cepat.
“Semoga cerita ini bisa jadi pengingat buat kita semua untuk lebih hati-hati,” katanya.