#30 tag 24jam
Sinergi sektor fiskal membantu UMKM naik kelas
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM Pada tahun 2024, jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 64,2 juta hingga 65 juta unit usaha, mencakup ... [1,691] url asal
UMKM yang naik kelas, memperluas omzet, dan bertransformasi menjadi usaha formal akan secara alami masuk ke dalam radar administrasi perpajakan.
Jakarta (ANTARA) - Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM Pada tahun 2024, jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 64,2 juta hingga 65 juta unit usaha, mencakup hampir seluruh unit usaha (99,99 persen) dan menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi signifikan terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja.
Besarnya peranan UMKM tersebut membuat pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap UMKM, termasuk salah satunya yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, dengan menawarkan program pembinaan dan pengembangan usaha khusus untuk UMKM yang disebut Business Development Services (BDS).
Program BDS yang dijalankan Ditjen Pajak tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang reformasi pendekatan pembinaan wajib pajak. Inisiatif ini mulai diperkenalkan secara bertahap sejak pertengahan dekade 2010-an, ketika otoritas pajak menyadari bahwa struktur ekonomi Indonesia yang didominasi UMKM membutuhkan strategi nonkoersif untuk memperluas basis pajak.
Sejak 2015, BDS mulai diuji coba di sejumlah kantor pelayanan pajak, sebagai model pembinaan usaha yang mengintegrasikan edukasi perpajakan dengan penguatan kapasitas bisnis. Pendekatan ini kemudian dilembagakan secara lebih sistematis pada 2018, melalui pedoman internal DJP, yang menempatkan BDS sebagai agenda rutin pembinaan UMKM di seluruh unit vertikal.
Dalam kurun waktu hampir satu dekade, skala program BDS berkembang signifikan. Hingga beberapa tahun terakhir, Ditjen Pajak melaporkan bahwa lebih dari 200 ribu pelaku UMKM telah terlibat langsung dalam berbagai kegiatan BDS di seluruh Indonesia.
Angka ini mencerminkan jangkauan program yang luas, mengingat setiap kantor pelayanan pajak diwajibkan menyelenggarakan kegiatan pembinaan UMKM secara berkala. Pada tingkat operasional, satu kegiatan BDS, umumnya melibatkan puluhan UMKM, namun secara agregat membentuk basis pembinaan nasional yang terus bertambah dari tahun ke tahun.
Secara ekonomi, fokus pembinaan UMKM melalui BDS memiliki justifikasi yang kuat. UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional, dengan kontribusi sekitar 60 persen terhadap produk domestik bruto dan menyerap hampir seluruh tenaga kerja nasional.
Sementara di sisi lain, tingkat formalitas dan kepatuhan pajak segmen ini masih relatif rendah. Sebelum berbagai upaya pembinaan diperkuat, jumlah UMKM yang tercatat aktif sebagai pembayar pajak hanya berkisar satu, hingga dua juta unit usaha, jauh di bawah total populasi UMKM yang mencapai lebih dari 60 juta unit.
Kesenjangan inilah yang coba dijembatani melalui pendekatan program BDS sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan supaya UMKM bukan hanya masif bertumbuh, tetapi juga naik kelas, dengan berbagai peningkatan kapasitas yang diberikan.
Pendekatan inklusif
Secara umum, pendekatan BDS yang dilakukan oleh Ditjen Pajak adalah desainnya yang berbasis kemitraan. Program ini tidak diposisikan sebagai kegiatan sepihak otoritas pajak, melainkan sebagai ruang kolaborasi lintas sektor.
Dalam pelaksanaannya, Ditjen Pajak menggandeng pemerintah daerah, kementerian teknis, perbankan, BUMN, perguruan tinggi, serta platform digital untuk membentuk ekosistem pendukung UMKM. Melalui kemitraan tersebut, pembinaan tidak berhenti pada aspek perpajakan, tetapi meluas ke manajemen usaha, pemasaran, pembiayaan, hingga digitalisasi bisnis.
Pendekatan inklusif ini berdampak langsung pada kualitas data dan relasi fiskal, dan dampak tersebut dapat ditelusuri melalui sejumlah indikator statistik yang tersedia. Hingga akhir dekade 2010-an, jumlah UMKM nasional diperkirakan mencapai lebih dari 60 juta unit usaha, namun hanya sekitar 1,5 juta yang tercatat aktif sebagai wajib pajak.
Kesenjangan data yang sangat lebar ini menjadi latar belakang utama desain BDS sebagai instrumen perluasan basis data melalui pembinaan. Melalui kegiatan BDS yang secara agregat telah menjangkau lebih dari 200 ribu UMKM sejak diperkenalkan, Ditjen Pajak memperoleh akses langsung terhadap identitas usaha, karakteristik kegiatan ekonomi, serta kesiapan administratif pelaku usaha yang sebelumnya berada di luar radar formal perpajakan.
Berbagai penelitian empiris menunjukkan bahwa kepatuhan pajak UMKM sangat dipengaruhi oleh pemahaman, keadilan, dan kepercayaan. Studi Sri Wahyuni, dalam JAD: Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Dewantara menegaskan bahwa pemahaman atas peraturan perpajakan dan persepsi keadilan sistem pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan sukarela UMKM.
Temuan ini diperkuat oleh penelitian Syamsuri Rahim dkk, dalam Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen, dan Akuntansi (JEBMA) yang menekankan peran moral pajak dan kepercayaan terhadap negara sebagai faktor kunci kepatuhan, terutama pada usaha kecil yang sangat dipengaruhi oleh pengalaman pelayanan dan pembinaan dari otoritas pajak.
Sejalan dengan itu, penelitian Eka Puspita Handayani dkk, dalam Jurnal Akuntansi dan Sistem Teknologi Informasi menunjukkan bahwa sosialisasi dan edukasi pajak yang berkelanjutan, disertai peningkatan kepercayaan kepada otoritas pajak, secara simultan meningkatkan kepatuhan UMKM. Sementara itu riset Iyan Suryanto dan Rizki Noor Abrilia Fitri, dalam Jurnal Ekonomi dan Bisnis menegaskan pentingnya pemahaman dan kesadaran perpajakan.
Secara keseluruhan, temuan-temuan tersebut konsisten dengan rekomendasi Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) mengenai pendekatan berbasis layanan dan pembinaan administratif, yang menjadi landasan konseptual bagi program BDS Ditjen Pajak sebagai instrumen kemitraan fiskal inklusif.
Kepatuhan sukarela
Tren peningkatan kontribusi pajak UMKM dapat dibaca sebagai proses gradual yang berjalan seiring perubahan pendekatan kebijakan. Pada akhir dekade 2010-an, kontribusi UMKM terhadap penerimaan pajak penghasilan yang dibayar sendiri memang masih berada di kisaran dua persen, mencerminkan dominasi sektor informal, keterbatasan pencatatan usaha, serta rendahnya kepatuhan sukarela.
Sejak penerapan tarif Pajak Penghasilan (PPh) final UMKM dan diperkuat dengan pendekatan pembinaan melalui BDS, terjadi pergeseran pola. Basis wajib pajak UMKM yang terdaftar dan aktif mulai meningkat, tercermin dari bertambahnya jumlah pelaku usaha yang memiliki NPWP, melaporkan SPT, serta melakukan pembayaran pajak secara rutin, meskipun dengan nilai nominal yang relatif kecil per wajib pajak.
Memasuki awal dekade 2020-an, tren ini semakin menguat seiring integrasi BDS dengan program literasi keuangan, digitalisasi administrasi, dan pemanfaatan data lintas instansi.
Kontribusi pajak UMKM terhadap penerimaan PPh secara bertahap bergerak naik, tidak lagi stagnan di bawah dua persen, tetapi menunjukkan kecenderungan meningkat, sejalan dengan membaiknya kualitas kepatuhan dan basis data.
Peningkatan tersebut lebih bersifat struktural daripada lonjakan jangka pendek, karena ditopang oleh perluasan basis pajak, bukan sekadar kenaikan tarif. Dalam kerangka ini, BDS berperan sebagai katalis transformasi, mengubah UMKM dari objek kebijakan menjadi mitra fiskal yang secara bertahap memperkuat penerimaan negara sekaligus menjaga keberlanjutan usaha mereka.
Dengan demikian, BDS berperan mengubah kondisi tersebut secara bertahap, dengan meningkatkan kesiapan administratif UMKM. Pembinaan pembukuan sederhana, pemahaman tarif pajak final UMKM, serta literasi sistem perpajakan digital membuat pelaku usaha lebih siap masuk ke dalam sistem formal.
Dalam konteks implementasi Coretax, BDS juga berfungsi sebagai ruang transisi agar digitalisasi administrasi perpajakan tidak menciptakan eksklusi baru bagi UMKM yang belum siap secara teknologi.
Sejumlah negara berkembang telah menunjukkan bahwa pendekatan pembinaan berbasis layanan dan kemitraan dengan pelaku usaha kecil mampu meningkatkan kepatuhan sukarela secara berkelanjutan.
Brasil sering dijadikan rujukan melalui program "Simples Nacional", yang tidak hanya menyederhanakan pajak UMKM, tetapi juga diiringi pendampingan administratif dan integrasi layanan. Kajian kebijakan menunjukkan bahwa, meskipun kontribusi fiskal awal relatif kecil, basis wajib pajak formal tumbuh pesat dan dalam jangka menengah memperkuat stabilitas penerimaan negara, terutama di tingkat subnasional.
Contoh lainnya adalah Afrika Selatan, yang melalui "Small Business Tax Regime" dan pendekatan edukatif dari "South African Revenue Service" menekankan layanan, asistensi kepatuhan, dan komunikasi yang membangun kepercayaan. Di India, reformasi pajak pascapenerapan "Goods and Services Tax" disertai program literasi, "handholding", dan fasilitasi kepatuhan bagi usaha kecil, yang secara bertahap memperluas basis pajak, meskipun penerimaan awal tidak langsung melonjak.
Sementara itu, Rwanda dan Ghana kerap dikutip dalam "policy brief" Bank Dunia dan OECD sebagai contoh negara berpendapatan menengah bawah yang berhasil meningkatkan kepatuhan UMKM melalui kombinasi edukasi, simplifikasi administrasi, dan pendekatan layanan.
Pengalaman negara-negara tersebut memperkuat argumen bahwa pembinaan berbasis layanan memang tidak menghasilkan dampak fiskal instan, tetapi memberikan efek kumulatif yang signifikan terhadap kepatuhan, basis pajak, dan stabilitas penerimaan jangka panjang.
Perluasan basis pajak
Dalam perspektif jangka menengah dan panjang, kontribusi BDS yang paling nyata adalah pada perluasan basis pajak dan basis data. UMKM yang naik kelas, memperluas omzet, dan bertransformasi menjadi usaha formal akan secara alami masuk ke dalam radar administrasi perpajakan.
Proses ini menciptakan sumber penerimaan baru yang lebih berkelanjutan dibandingkan intensifikasi pada basis pajak yang sempit. secara empiris dan terukur, dan selanjutnya ada beberapa persentase dan nilai kuantitatif yang pernah dirilis secara resmi dalam Laporan Tahunan Ditjen Pajak, Nota Keuangan, serta kajian Bank Dunia-OECD yang sering dijadikan rujukan kebijakan.
Pertama, dari sisi perluasan basis pajak, Ditjen Pajak mencatat bahwa jumlah wajib pajak UMKM terdaftar meningkat signifikan dalam satu dekade terakhir. Hingga awal 2020-an, lebih dari 12 juta wajib pajak orang pribadi berstatus pelaku UMKM telah memiliki NPWP.
Hal yang lebih penting adalah kualitasnya: rasio kepatuhan formal UMKM (pelaporan SPT) yang pada pertengahan 2010-an masih berada di kisaran 50–55 persen, meningkat bertahap menjadi di atas 70 persen, setelah penguatan edukasi, asistensi, dan pembinaan, termasuk melalui BDS.
Kenaikan 15–20 poin persentase ini secara konsisten disebut dalam laporan kinerja DJP sebagai hasil pendekatan berbasis layanan.
Kedua, dari sisi kontribusi penerimaan, data DJP menunjukkan bahwa kontribusi UMKM terhadap PPh yang dibayar sendiri memang masih relatif kecil, namun mengalami tren naik. Jika pada akhir 2010-an kontribusinya masih sekitar 2 persen, maka pada awal dekade 2020-an kontribusi tersebut bergerak ke kisaran 2,5–3 persen dari total PPh nonmigas yang dibayar sendiri.
Secara nominal, penerimaan dari skema PPh UMKM pernah tercatat mencapai puluhan triliun rupiah per tahun, meskipun sempat menurun sementara, saat pandemi, akibat insentif PPh final ditanggung pemerintah. Hal yang dicatat DJP, setelah insentif berakhir, basis WP yang bertahan dan tetap patuh, justru lebih luas dibandingkan sebelum pandemi, menandakan efek struktural pembinaan.
Ketiga, dari perspektif kualitas basis data, DJP melaporkan bahwa lebih dari 60 persen UMKM binaan yang mengikuti program pembinaan dan pendampingan, mulai memiliki pencatatan usaha sederhana dan terhubung dengan sistem administrasi perpajakan digital. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan UMKM non-binaan, yang tingkat pencatatan keuangannya masih berada di bawah 40 persen, menurut kompilasi data Kemenkop UKM dan DJP.
Perbaikan kualitas data inilah yang memungkinkan DJP melakukan pemetaan potensi pajak secara lebih akurat dan menjadi fondasi perluasan basis pajak jangka menengah.
Dengan demikian, meskipun BDS tidak langsung melonjakkan penerimaan dalam jangka pendek, data empiris menunjukkan kenaikan nyata pada rasio kepatuhan 15–20 persen, kontribusi PPh UMKM yang bergerak dari sekitar 2 persen menuju 3 persen, serta peningkatan signifikan kualitas basis data UMKM.
Inilah yang memperkuat argumen bahwa BDS menciptakan sumber penerimaan baru yang lebih berkelanjutan dibandingkan intensifikasi pada basis pajak yang sempit dan stagnan, dan tentunya mendukung terhadap optimalisasi UMKM untuk terus maju dan naik kelas sebagai sektor yang berpengaruh sigifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
*) Dr M Lucky Akbar adalah Kepala Kantor Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan Jambi, Ditjen Pajak Kemenkeu
Copyright © ANTARA 2025
Asing Net Sell, BBCA Jadi Korban
IHSG melemah dua hari berturut-turut, ditutup di 8.366,51. Investor asing jual bersih Rp649,29 miliar. [369] url asal
#pasar-saham #ihsg #transaksi-saham #investor-asing #penjualan-bersih #sektor-finansial #saham-turun #saham-naik #net-sell #net-foreign-sell #net-sell-asing
(CNBC Indonesia - Market) 12/11/25 07:14
v/35877/
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah dua hari beruntun dan masih bertahan di level 8.300. Pada perdagangan Selasa (11/11/2025), indeks ditutup turun 0,29% ke posisi 8.366,51.
Nilai transaksi ramai mencapai Rp27,6 triliun, melibatkan 71,06 miliar saham dalam 3,13 juta kali transaksi. Sebanyak 378 saham turun, 290 naik, dan 147 tidak bergerak.
Sementara itu, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp649,29 miliar di seluruh pasar. Perinciannya, sebesar Rp638,77 miliar di pasar reguler dan sebesar Rp10,53 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
Bank Central Asia (BBCA) menjadi saham dengan net sell asing terbesar, yakni Rp 394,12 miliar. Bersamaan dengan itu, saham BBCA pun anjlok 2,04% ke level 8.400.
Mengutip Indo Premier, berikut 10 saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan Selasa!
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp394,12 miliar
- PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) - Rp152,52 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp140,01 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp137,90 miliar
- PT Sinergi Inti Andalan Tbk. (INET) - Rp75,40 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) - Rp60,80 miliar
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) - Rp52,26 miliar
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) - Rp50,28 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) - Rp41,95 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp40,22 miliar
Adapun mengutip Refinitiv, utilitas dan finansial menjadi sektor yang turun paling dalam pada perdagangan kemarin, yakni -2% dan -1,15%. Kemudian diikuti oleh konsumer primer (-0,65%), industri (-0,53%), konsumer non-primer (-0,38%), dan bahan baku (-0,18%).
Sebaliknya, teknologi, properti, kesehatan, dan energi berada di zona hijau dengan penguatan masing-masing 1,26%, 0,99%, 0,91%, dan 0,18%.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
IHSG Gagal ke 8.400, Asing Borong Saham BUMI dan GOTO
Investor asing jual bersih Rp649,29 miliar di pasar saham. [403] url asal
#investor-asing #penjualan-bersih #net-foreign-buy #bumi-resources #goto-gojek-tokopedia #saham-indonesia #pasar-modal #ihsg #transaksi-saham #sektor-finansial #net-buy #net-buy-asing
(CNBC Indonesia - Market) 12/11/25 06:54
v/35850/
Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih atau net foreign buy sebesar Rp649,29 miliar di seluruh pasar pada perdagangan kemarin, Selasa (11/11/2025). Perinciannya, sebesar Rp638,77 miliar di pasar reguler dan sebesar Rp10,53 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
Di samping itu, ada sejumlah saham yang kompak masuk keranjang beli asing selama perdagangan kemarin. Bumi Resources (BUMI) mencatat net foreign buy Rp 493,4 miliar.
Sebagai informasi, BUMI menjadi saham dengan nilai transaksi tertinggi kemarin. Total transaksi BUMI mencapai Rp 10,59 triliun.
Selain BUMI, GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) dan Astra (ASII) juga membukukan net buy terbesar, masing-masingRp 122,5 miliar dan Rp 98,19 miliar.
Mengutip Stockbit, berikut 10 saham dengan net foreign buy pada perdagangan Selasa:
- PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp493,40 miliar
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) - Rp122,50 miliar
- PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp98,19 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp59,67 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp37,89 miliar
- PT Central Omega Resources Tbk. (DKFT) - Rp31,88 miliar
- PT H.M. Sampoerna Tbk. (HMSP) - Rp29,14 miliar
- PT Petrosea Tbk. (PTRO) - Rp27,67 miliar
- PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) - Rp26,08 miliar
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) - Rp24,27 miliar
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Selasa (11/11/2025). Indeks ditutup turun 0,29% ke posisi 8.366,51.
Sebanyak 378 saham turun, 290 naik, dan 147 tidak bergerak. Nilai transaksi ramai mencapai Rp27,6 triliun, melibatkan 71,06 miliar saham dalam 3,13 juta kali transaksi.
Mengutip Refinitiv, utilitas dan finansial menjadi sektor yang turun paling dalam, yakni -2% dan -1,15%. Kemudian diikuti oleh konsumer primer (-0,65%), industri (-0,53%), konsumer non-primer (-0,38%), dan bahan baku (-0,18%).
Sebaliknya, teknologi, properti, kesehatan, dan energi berada di zona hijau dengan penguatan masing-masing 1,26%, 0,99%, 0,91%, dan 0,18%.
Adapun IHSG terperosok ke zona merah seiring dengan koreksi di saham-saham bank jumbo dan emiten milik Prajogo Pangestu.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
IHSG Ditutup Turun Dua Hari Beruntun Usai Tembus Rekor
IHSG kembali turun 0,31% ke 8.365,27. Sektor utilitas dan finansial tertekan, sementara BUMI naik 35% setelah akuisisi. [429] url asal
#ihsg #pasar-saham #investasi #indeks-saham #bursa-efek-indonesia #analisis-pasar #saham-turun #transaksi-saham #net-sell #sektor-finansial
(CNBC Indonesia - Market) 11/11/25 16:07
v/35323/
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona merah. Indeks merosot 0,31% atau 25,97 poin ke level 8.365,27.
Sebanyak 425 saham turun, 277 naik, dan 254 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 19,16 triliun, melibatkan 51,04 miliar saham dalam 2,33 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 15.248 triliun.
Mengutip Refinitiv, utilitas dan finansial menjadi sektor yang turun paling dalam, yakni -2% dan -1,15%. Kemudian diikuti oleh konsumer primer (-0,65%), industri (-0,53%), konsumer non-primer (-0,38%), dan bahan baku (-0,18%).
Sebaliknya, teknologi, properti, kesehatan, dan energi berada di zona hijau dengan penguatan masing-masing 1,26%, 0,99%, 0,91%, dan 0,18%.
Adapun IHSG terperosok ke zona merah seiring dengan koreksi di saham-saham bank jumbo dan emiten milik Prajogo Pangestu.
Bank Central Asia (BBCA) menjadi pemberat utama dengan bobot -12,55 indeks poin. BBCA koreksi 2,04% hari ini ke level 8.400. Kemudian ada empat emiten Prajogo yang menjadi penghuni Bottom Movers atau 10 saham pemberat utama IHSG.
Barito Renewables Energy (BREN) menarik IHSG ke bawah sebesar -7,62 indeks poin. BREN tercatat turun 1,96% dan tengah mencoba bertahan di level 10.000. Lalu Barito Pacific (BRPT) -3,75 indeks poin, Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) -3,31 indeks poin, dan Chandra Daya Investasi (CDIA) -1,57 indeks poin.
Sementara itu, Bumi Resources (BUMI) menjadi saham dengan bobot indeks terbesar yang mencoba mengungkit IHSG. BUMI yang naik hingga batas auto reject atas (ARA) atau 35% menyumbang 12,32 indeks poin.
Saham BUMI melejit setelah perusahaan rampung akuisisi 100% saham perusahaan tambang emas asal Australia, Wolfram Limited (WFL), dengan total nilai transaksi mencapai Rp698,98 miliar.
Adapun koreksi IHSG hari ini seiring dengan investor asing yang mencatat net sell. Pada sesi I, foreign net sell mencapai Rp 208,3 miliar.
BBCA menjadi saham dengan net sell asing terbesar, yakni Rp 208,3 miliar. Diikuti oleh Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Rp 73,8 miliar dan Antam (ANTM) Rp 57,1 miliar.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Drama Shutdown AS Memuncak Hari Ini, Ekonomi RI Siap Kena Getahnya?
Data ekonomi AS dan dalam negeri akan menggerakkan pasar hari ini [2,547] url asal
#nilai-tukar-rupiah #dolar-amerika #pasar-valuta-asing #penguatan-dolar-as #perdagangan-valuta #ekonomi-indonesia #indeks-dolar #analisis-pasar #pasar-keuangan #penguatan-dolar #kapitalisasi-pasar #sektor-finansi
(CNBC Indonesia - Research) 11/11/25 15:08
v/35789/
- Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam pada perdagangan kemarin, IHSG melemah sementara rupiah menguat
- Wall Street beda arah, Dow Jones mencetak rekor tetapi Nasdaq melemah
- Data ekonomi AS dan dalam negeri akan menggerakkan pasar hari ini
Jakarta, CNBC Indonesia- Pasar keuangan Tanah Air kompak ditutup melemah kemarin Selasa (11/11/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah dan rupiah terpuruk.
Pasar keuangan Indonesia diharapkan menguat pada hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi sentimen hari ini bisa dibaca di halaman 3 artikel ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona merah kemarin. Indeks merosot 0,31% atau 25,97 poin ke level 8.365,27.
Sebanyak 378 saham turun, 290 naik, dan 147 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 27,6 triliun, melibatkan 71,1 miliar saham dalam 2,33 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 15.248 triliun.
Asing mencatat net sell sebesar Rp 649,29 miliar pada perdagangan kemarin.
Mengutip Refinitiv, utilitas dan finansial menjadi sektor yang turun paling dalam, yakni -2% dan -1,15%. Kemudian diikuti oleh konsumer primer (-0,65%), industri (-0,53%), konsumer non-primer (-0,38%), dan bahan baku (-0,18%).
Sebaliknya, teknologi, properti, kesehatan, dan energi berada di zona hijau dengan penguatan masing-masing 1,26%, 0,99%, 0,91%, dan 0,18%.
Beralih ke pasar valuta asing, nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan kemarin, Selasa (11/11/2025).
Merujuk data Refinitiv, rupiah terkoreksi 0,21% ke level Rp16.680/US$. Sejak awal sesi perdagangan, rupiah langsung tertekan dengan dibuka melemah 0,27% ke posisi Rp16.690/US$.
Sepanjang perdagangan, rupiah bahkan sempat menembus level psikologis Rp16.700/US$ sebelum akhirnya pelemahan berkurang menjelang penutupan perdagangan.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) terpantau berada di zona hijau dengan menguat 0,08% di posisi 99,665.
Pelemahan rupiah pada perdagangan Selasa (11/11/2025), masih dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama dari penguatan indeks dolar AS.
Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau menguat di tengah meredanya kekhawatiran pasar terkait penutupan pemerintahan (government shutdown) di Amerika Serikat.
Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun menanjak 6,16% pada perdagangan kemarin, dari sebelumnya di 6,14%. Kenaikan ini menandai jatuhnya harga SBN karena adanya aksi jual di kalangan investor.
Dari bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Selasa atau Rabu dini hari waktu Indonesia.
Indeks Dow Jones Industrial Average menguat ke rekor penutupan tertinggipada Selasa, sementara Nasdaq Composite melemah karena investor mengalihkan dana dari saham teknologi ke sektor lain yang dinilai lebih murah.
Dow Jones yang berisi 30 saham unggulan naik 559,33 poin atau 1,18% dan ditutup pada 47.927,96.
Investor di Wall Street memborong saham-saham blue-chip, termasuk raksasa kesehatan Merck, Amgen, dan Johnson & Johnson.
Indeks S&P 500 juga menguat 0,21% ke level 6.846,61. Namun, Nasdaq yang sarat saham teknologi melemah 0,25% dan berakhir pada 23.468,30.
Perusahaan penyedia infrastruktur cloud kecerdasan buatan (AI), CoreWeave, menjadi salah satu penekan indeks di sesi perdagangan. Sahamnya anjlok lebih dari 16% setelah proyeksi kinerja perusahaan mengecewakan investor, sehingga memukul sentimen perdagangan saham berbasis AI.
Selain itu, saham Nvidia juga terkoreksi sekitar 3% setelah SoftBank menjual seluruh kepemilikannya di perusahaan tersebut senilai lebih dari US$5 miliar.
"Perusahaan teknologi ini adalah mesin pencetak arus kas. Mereka perusahaan yang luar biasa, tetapi titik awal valuasinya tetap penting. Dengan valuasi setinggi sekarang, sedikit saja kabar negatif bisa langsung mengubah sentimen dan mendorong perpindahan dana ke saham-saham bernilai (value equities)," ujar Bill Fitzpatrick, Manajer Portofolio di Logan Capital Management kepada CNBC.
Perdagangan saham AI tertekan sepanjang bulan ini karena kekhawatiran atas tingginya valuasi, yang membuat Nasdaq mencatat penurunan sekitar 1% secara bulanan.
Pada Selasa, sejumlah saham terkait AI seperti Micron Technology, Oracle, dan Palantir Technologies ikut terseret turun seiring pelemahan CoreWeave dan Nvidia.
Micron turun hampir 5%, sementara Oracle dan Palantir masing-masing melemah sekitar 2% dan di atas 1%. ETF Technology Select Sector SPDR (XLK), yang melacak sektor teknologi S&P 500, juga turun sekitar 1%.
"(S&P 500) diperdagangkan jauh di atas 20 kali (price-to-earnings ratio). Angka ini terdorong naik oleh 'Magnificent Seven' dan perusahaan teknologi lainnya," tambah Fitzpatrick, seraya menyebutkan bahwa ada sejumlah saham yang tertinggal dalam reli pasar.
Dia menambahkan ada begitu banyak ekspektasi belanja modal dalam beberapa tahun ke depan, sehingga jika ada sedikit saja penurunan ... bisa menjadi sinyal bahwa keadaan sudah sedikit terlalu berlebihan.
Menambah sentimen negatif di Nasdaq, laporan terbaru dari ADP menunjukkan bahwa selama empat pekan yang berakhir pada 25 Oktober, penciptaan lapangan kerja di sektor swasta turun lebih dari 11.000 pekerjaan per pekan secara rata-rata.
Data ini berbanding terbalik dengan laporan ADP pekan lalu yang menunjukkan peningkatan, dan mengindikasikan pelemahan di pasar tenaga kerja.
Pergerakan pasar pada Selasa terjadi sehari setelah indeks utama AS reli secara menyeluruh menyusul harapan bahwa penutupan pemerintahan AS (government shutdown) yang memecahkan rekor mungkin segera berakhir.
Senat pada Senin malam meloloskan rancangan undang-undang untuk mengakhiri penutupan tersebut dan mengirimkannya ke DPR. Kesepakatan yang dicapai tidak memasukkan tuntutan Partai Demokrat agar setiap RUU pendanaan harus mencakup perpanjangan subsidi Affordable Care Act, dan malah menyerukan pemungutan suara mengenai kredit pajak tersebut pada Desember.
"Saya rasa ada harga yang harus dibayar akibat disfungsi politik, bukan hanya di AS tetapi juga di seluruh dunia," kata Fitzpatrick.
Pelaku pasar perlu mencermati sejumlah sentimen hari ini, termasuk voting shutdown di AS.Dari dalam negeri data penjualan ritel yang kurang baik bisa menjadi beban.
Berikut beberapa sentimen pasar hari ini:
Voting Shutdown Hari Ini?
DPR Amerika Serikat yang dikuasai Partai Republik dijadwalkan memberikan suara pada Rabu sore atas kompromi anggaran yang akan memulihkan pendanaan lembaga-lembaga pemerintah dan mengakhiri shutdown yang dimulai 1 Oktober dan kini memasuki hari ke-42.
Jika proses berjalan mulus, drama government shutdown di Amerika Serikat diperkirakan segera berakhir dalam 24-48 jam setelah pemungutan suara di DPR AS (House of Representatives). Artinya, penutupan pemerintahan terpanjang ini berpotensi selesai antara Rabu malam-Kamis waktu AS, atau Kamis-Jumat waktu Indonesia (WIB).
Namun, akhir drama ini belum tentu menjadi happy ending. Ada sejumlah risiko yang bisa menghambat atau bahkan memicu episode lanjutan. Penolakan dari kelompok konservatif Partai Republik di DPR bisa menunda voting atau memaksa negosiasi tambahan.
Sekalipun selesai minggu ini, pendanaan pemerintah hanya diperpanjang hingga 30 Januari, sehingga ancaman shutdown bisa muncul lagi awal tahun depan
Senat, yang juga dikendalikan Partai Republik, telah menyetujui kesepakatan tersebut pada Senin malam, dan Ketua DPR Mike Johnson menyatakan yakin RUU itu akan disetujui di DPR.
Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan menandatangani RUU tersebut menjadi undang-undang.
"Kita akan membuka negara kita. Seharusnya tidak pernah ditutup," ujarnya dalam acara Hari Veteran di Arlington, Virginia, dikutip dari Reuters.
Kesepakatan ini akan memperpanjang pendanaan hingga 30 Januari, membuka peluang terjadinya lagi potensi shutdown, sekaligus membuat pemerintah federal tetap berada di jalur menambah utang yang kini sekitar US$38 triliun.
Dalam beberapa hari ke depan, pemerintah federal bisa kembali berfungsi penuh, memberikan kelegaan bagi pegawai negeri yang tidak menerima gaji dan keluarga berpenghasilan rendah yang bergantung pada subsidi pangan. Namun, butuh beberapa hari bagi sistem penerbangan nasional untuk kembali normal.
Kesepakatan ini memecah belah Partai Demokrat, yang mengupayakan agar subsidi kesehatan bagi 24 juta warga AS diperpanjang hingga melewati akhir tahun saat masa berlakunya habis.
Partai Republik di Senat setuju untuk mengadakan pemungutan suara terpisah terkait subsidi tersebut pada Desember, namun tidak ada jaminan RUU itu akan lolos di Senat.
Penjualan Eceran Melemah pada September, BI Optimistis Naik di Oktober 2025
Penjualan eceran nasional kembali mengalami tekanan pada September 2025. Berdasarkan hasilSurvei Penjualan Eceran(SPE) Bank Indonesia (BI), aktivitas penjualan ritel turun 2,4% secara bulanan (month to month/MtM), berbalik arah setelah mencatatkan pertumbuhan 0,6% pada Agustus.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa pelemahan tersebut terutama disebabkan oleh turunnya penjualan pada Subkelompok Sandang yang anjlok hingga 19,2% MtM. Selain itu, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau juga terkoreksi 2,2%, sementara Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya melemah 3,4%. "Penurunan pada Subkelompok Sandang menjadi faktor utama kontraksi penjualan eceran pada September," jelas Denny dalam keterangannya, Selasa (11/11/2025).
Meski demikian, tidak semua sektor mencatatkan pelemahan. Beberapa kelompok masih tumbuh positif, antara lain Peralatan Informasi dan Komunikasi yang naik 1,2% serta Suku Cadang dan Aksesori yang meningkat 1,4% secara bulanan. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran pola konsumsi ke barang-barang utilitarian dan teknologi.
Secara tahunan (year on year/YoY), kinerja penjualan eceran justru mencatatkan pertumbuhan 3,7%, sedikit lebih tinggi dibandingkan 3,5% pada Agustus 2025. Kenaikan terutama ditopang oleh kelompok Suku Cadang dan Aksesori yang tumbuh 12,4%, diikuti Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 5,4%, serta Barang Budaya dan Rekreasi yang naik 2,6%.
Ke depan, BI memperkirakan adanya perbaikan pada Oktober 2025. Indeks Penjualan Riil (IPR) diproyeksikan meningkat 4,3% YoY, melanjutkan tren positif dari bulan sebelumnya. "Peningkatan penjualan diperkirakan bersumber dari kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau, Barang Budaya dan Rekreasi, serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya," ujar Denny.
Secara bulanan, penjualan ritel juga diperkirakan tumbuh 0,6% pada Oktober. BI menilai dorongan utamanya berasal dari naiknya permintaan masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal. Fenomena musiman ini biasa mendorong konsumsi rumah tangga, terutama untuk kebutuhan sandang, makanan, dan perlengkapan rumah.
Dari sisi harga, BI memperkirakan adanya peningkatan tekanan inflasi dalam beberapa bulan mendatang. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Desember 2025 diproyeksikan mencapai 157,2, naik dari 134,6 pada periode sebelumnya. Tekanan ini akan berlanjut hingga Maret 2026 dengan proyeksi IEH 172,5, lebih tinggi dari 169,2 sebelumnya.
"Peningkatan ekspektasi harga sejalan dengan kenaikan permintaan menjelang perayaan Natal 2025 dan Idulfitri 2026," pungkas Denny. BI pun akan terus memantau dinamika konsumsi masyarakat dan harga barang eceran sebagai indikator utama daya beli dan inflasi domestik dalam jangka pendek.
DKI Jakarta Hapus Sanksi Pajak Kendaraan Hingga Akhir 2025, Begini Aturannya
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan keringanan bagi para pemilik kendaraan bermotor. Melalui kebijakan terbaru, warga Ibu Kota dibebaskan dari sanksi administratif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) hingga 31 Desember 2025.
Program ini mulai berlaku sejak 10 November 2025 dan dapat dimanfaatkan di seluruh kantor Samsat DKI Jakarta maupun melalui layanan digital. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Lusiana Herawati, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Gubernur DKI Jakarta untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran pajak.
"Ini adalah langkah kami untuk membantu masyarakat, sekaligus mendorong kesadaran pajak dan tertib administrasi kendaraan bermotor di Jakarta," ujar Lusiana dalam keterangan resmi, Selasa (11/11/2025).
Menariknya, pembebasan ini diberikan secara otomatis tanpa perlu pengajuan dari wajib pajak. Sistem informasi manajemen pajak daerah akan menyesuaikan data secara langsung, sehingga masyarakat cukup membayar pokok pajak tanpa dikenakan denda keterlambatan.
Kebijakan ini tidak hanya memberi keringanan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi strategi Pemprov DKI untuk mempercepat realisasi penerimaan pajak daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu menambah partisipasi wajib pajak sekaligus memberikan stimulus ekonomi menjelang tutup tahun.
Selain itu, Pemprov DKI juga berupaya memperkuat transparansi pelayanan publik dengan mempermudah akses pembayaran. Warga kini dapat melakukan pembayaran secara daring melalui aplikasi SIGNAL (Samsat Digital Nasional), tanpa perlu datang ke kantor Samsat. Fasilitas ini diharapkan mampu menghemat waktu dan memperluas jangkauan pelayanan pajak.
PHK AS Bertambah
Perusahaan swasta di AS memangkas rata-rata 11.250 pekerjaan per minggu selama empat minggu yang berakhir pada 25 Oktober 2025, mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja kehilangan momentum pada paruh kedua bulan itu dibandingkan dua minggu pertama, menurut laporan mingguan terbaru dari ADP Research.
Waktu rilis laporan sektor swasta ini menjadi sangat penting karena penutupan pemerintahan (government shutdown) yang kini memasuki bulan kedua telah menunda perilisan data ketenagakerjaan resmi pemerintah AS untuk September yang biasanya sangat diperhatikan pasar.
Menambah sinyal pelemahan, laporan terpisah dari Challenger, Gray & Christmas, Inc. minggu lalu menunjukkan bahwa perusahaan berbasis di AS mengumumkan 153.074 pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Oktober, jumlah tertinggi untuk bulan tersebut sejak 2003.
Simak Rilis Data dan Agenda Hari Ini
Berikut sejumlah agenda dan rilis data yang terjadwal untuk hari ini:
Media gathering bersama Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan di Jakarta
Media briefing perkembangan diplomasi penanganan produk udang dan cengkeh dengan pemangku kepentingan di Amerika Serikat bertempat di Ruang Rapat Utama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kota Jakarta Pusat
Rapat Kerja Komisi V DPR dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Menteri Transmigrasi di ruang rapat Komisi V DPR, Senayan, Kota Jakarta Pusat
Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR dengan Dirjen IKFT Kementerian Perindustrian dan asosiasi-asosiasi di ruang rapat Komisi VII DPR, Senayan, Kota Jakarta Pusat
Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR dengan Dirjen ILMATE dan asosiasi-asosiasi di ruang rapat Komisi VII DPR, Senayan, Kota Jakarta Pusat
Bullion Connect 2025 : "Linking Mines to Markets - Laying the Groundwork for a Connected Bullion Future" di Ballroom The Gade Tower, Kota Jakarta Pusat
The Launching of Express Discharge dari Garda Medika yang akan dilaksanakan di Hotel Morrissey, Jakarta Pusat.
Berikut sejumlah agenda emiten di dalam negeri pada hari ini:
Tanggal cum Dividen Saham Asuransi Ramayana Tbk (ASRM)
RUPSPT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK)
RUPS Jembo Cable Company Tbk (JECC)
RUPS PT Carsurin Tbk (CRSN)
RUPS Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA)
RUPS PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC)
RUPSBPD Nusa Tenggara Timur (Bank NTT)
Aula Fernandes Lt. 4 Kantor Gubernur NTT
TanggalDPS Dividen Tunai Interim PT Triputra Agro Persada Tbk.
TanggalDPS Dividen Tunai Interim PT Chandra Asri Pacific Tbk
TanggalDPS Dividen Tunai Interim PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk
TanggalDPS Dividen Tunai Interim PT Medco Energi Internasional Tbk
Tanggalex Dividen Tunai Interim PT Avia Avian Tbk
Tanggalcum Dividen Tunai Interim Baramulti Suksessarana Tbk
Tanggalcum Dividen Tunai Interim Indo Tambangraya Megah Tbk
Tanggalcum Dividen Saham Asuransi Ramayana Tbk
Tanggalcum Dividen Saham Asuransi Ramayana Tbk
Berikut sejumlah indikator perekonomian nasional:
CNBC INDONESIA RESEARCH
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
IHSG Roller Coaster! Pagi Dibuka Hijau, Sesi I Turun 0,13%
IHSG ditutup turun 0,13% di level 8.173,72 pada sesi I hari ini, Jumat (31/10/2025). [393] url asal
#ihsg #pasar-saham #volatilitas #transaksi-saham #sektor-finansial #kinerja-keuangan #telkom #bri
(CNBC Indonesia - Market) 31/10/25 12:38
v/22803/
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di tengah volatilitas. Sesi I hari ini, Jumat (31/10/2025), indeks ditutup turun 0,13% atau 10,34 poin ke level 8.173,72.
Sebanyak 369 saham turun, 282 naik, dan 304 tidak bergerak. Nilai transaksi hingga jeda makan siang mencapai Rp 9,09 triliun, melibatkan 14,61 miliar saham dalam 1,13 juta kali transaksi.
Mengutip Refinitiv, mayoritas sektor berada di zona merah. Kesehatan dan bahan baku menjadi sektor yang turun paling dalam, yakni masing-masing -1,37% dan -0,67%.
Di sisi sebaliknya, utilitas dan finansial menjadi sektor yang naik paling kencang, yaitu masing-masing 1,01% dan 0,52%.
Adapun pada siang ini tidak ada saham yang mendominasi penurunan indeks. Telkom (TLKM), Astra (ASII), dan Barito Pacific (BRPT), masing-masing menyeret IHSG sebesar -5,72 indeks poin, -5,57 indeks poin, dan -4,37 indeks poin.
Sementara itu, di tengah IHSG yang kembali terkoreksi, BRI (BBRI) menjadi penopang utama dengan bobot 13,25 indeks poin. Hingga akhir sesi I, BBRI naik 2,05% ke level 3.990.
Sebagai informasi, pagi tadi IHSG dibuka di zona hijau. Indeks dibuka naik 0,29% atau menguat 22,67 poin ke level 8.206,73.
Pasar saham pun kembali optimis dengan menguat selama dua hari beruntun. Musim rilis kinerja keuangan menjadi salah satu pendorong penguatan IHSG.
Selain itu kabar baik juga datang dari pemimpin besar dunia Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan.
Hal itu seiring dengan pasar saham Asia-Pasifik yang dibuka menguat, setelah pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menghasilkan semacam kesepakatan dagang di Korea Selatan pada Kamis.
Pertemuan tersebut menandai gencatan perselisihan mengenai logam tanah jarang yang sempat mengancam dua ekonomi terbesar dunia ke arah perang dagang penuh.
"Kedua pihak tampaknya masih mempertahankan sejumlah langkah sebagai kartu tawar dalam negosiasi selanjutnya," kata Chaoping Zhu, ahli strategi pasar global di JPMorgan Asset Management.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
IHSG Roller Coaster! Pagi Dibuka Hijau, Sesi I Tuun 0,13%
IHSG ditutup turun 0,13% di level 8.173,72 pada sesi I hari ini, Jumat (31/10/2025). [393] url asal
#ihsg #pasar-saham #volatilitas #transaksi-saham #sektor-finansial #kinerja-keuangan #telkom #bri
(CNBC Indonesia - Market) 31/10/25 12:38
v/22730/
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di tengah volatilitas. Sesi I hari ini, Jumat (31/10/2025), indeks ditutup turun 0,13% atau 10,34 poin ke level 8.173,72.
Sebanyak 369 saham turun, 282 naik, dan 304 tidak bergerak. Nilai transaksi hingga jeda makan siang mencapai Rp 9,09 triliun, melibatkan 14,61 miliar saham dalam 1,13 juta kali transaksi.
Mengutip Refinitiv, mayoritas sektor berada di zona merah. Kesehatan dan bahan baku menjadi sektor yang turun paling dalam, yakni masing-masing -1,37% dan -0,67%.
Di sisi sebaliknya, utilitas dan finansial menjadi sektor yang naik paling kencang, yaitu masing-masing 1,01% dan 0,52%.
Adapun pada siang ini tidak ada saham yang mendominasi penurunan indeks. Telkom (TLKM), Astra (ASII), dan Barito Pacific (BRPT), masing-masing menyeret IHSG sebesar -5,72 indeks poin, -5,57 indeks poin, dan -4,37 indeks poin.
Sementara itu, di tengah IHSG yang kembali terkoreksi, BRI (BBRI) menjadi penopang utama dengan bobot 13,25 indeks poin. Hingga akhir sesi I, BBRI naik 2,05% ke level 3.990.
Sebagai informasi, pagi tadi IHSG dibuka di zona hijau. Indeks dibuka naik 0,29% atau menguat 22,67 poin ke level 8.206,73.
Pasar saham pun kembali optimis dengan menguat selama dua hari beruntun. Musim rilis kinerja keuangan menjadi salah satu pendorong penguatan IHSG.
Selain itu kabar baik juga datang dari pemimpin besar dunia Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan.
Hal itu seiring dengan pasar saham Asia-Pasifik yang dibuka menguat, setelah pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menghasilkan semacam kesepakatan dagang di Korea Selatan pada Kamis.
Pertemuan tersebut menandai gencatan perselisihan mengenai logam tanah jarang yang sempat mengancam dua ekonomi terbesar dunia ke arah perang dagang penuh.
"Kedua pihak tampaknya masih mempertahankan sejumlah langkah sebagai kartu tawar dalam negosiasi selanjutnya," kata Chaoping Zhu, ahli strategi pasar global di JPMorgan Asset Management.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
IHSG Ngebut, Dana Asing Mengalir Deras ke Pasar Modal
Investor asing mencatat pembelian bersih Rp1,34 triliun di pasar modal Indonesia. [355] url asal
#investor-asing #net-buy #ihsg #pasar-modal #bank-central-asia #saham #transaksi-bursa #telkom #sektor-finansial
(CNBC Indonesia - Market) 22/10/25 06:16
v/11655/
Jakarta, CNBC Indonesia — Pada perdagangan kemarin, Selasa (22/10/2025) investor asing terpantau melanjutkan aksi pembelian bersih, sebesar Rp1,34 triliun di seluruh pasar. Sebesar Rp1,41 triliun terjadi di pasar reguler.
Modal asing semakin deras masuk ke pasar modal Indonesia seiring dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). BBCA tercatat sebagai saham dengan net buy tertinggi, yakni Rp 1,3 triliun.
Kemudian diikuti oleh Telkom (TLKM) Rp 226,47 dan Alamtri Resources (ADRO) Rp 140,9 miliar. Menyusul di urutan keempat BBRI mencatat net buy asing Rp 94,47 miliar.
Selengkapnya berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada perdagangan kemarin:
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp1,30 triliun
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp226,47 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) - Rp140,90 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp94,47 miliar
- PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp88,34 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp75,73 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) - Rp50,64 miliar
- PT United Tractors Tbk. (UNTR) - Rp33,31 miliar
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) - Rp32,63 miliar
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) - Rp30,74 miliar
Sementara itu IHSG melanjutkan penguatan. Indeks tercatat melesat 1,84% ke level 8.238,08 pada penutupan perdagangan.
Sebanyak 447 saham naik, 232 turun, dan 135 tidak bergerak. Nilai transaksi kemarin kembali ramai, tembus Rp 22,04 triliun, melibatkan 31,19 miliar saham dalam 2,3 juta kali transaksi.
Nyaris seluruh sektor perdagangan bursa menguat, dengan apresiasi paling tinggi dicatatkan oleh sektor finansial, properti dan teknologi. Adapun hanya sektor konsumer primer dan non primer yang terkoreksi.
Emiten-emiten blue chip dengan kapitalisasi pasar besar (big cap), khususnya sektor perbankan tercatat menjadi penggerak utama IHSG.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200
IHSG menguat 1,84% ke 8.238,08 pada 21/10/2025. Sektor finansial dan teknologi mendominasi kenaikan, didukung sentimen positif dari Bank Indonesia. [474] url asal
#pasar-saham #indeks-harga-saham #ihsg #investasi #blue-chip #sektor-finansial #bank-indonesia #suku-bunga #perdagangan-bursa #sentimen-pasar
(CNBC Indonesia - Market) 21/10/25 15:55
v/11145/
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat tajam hari ini. Indeks tercatat melesat 1,84% ke level 8.238,08 pada penutupan perdagangan Jumat (21/10/2025).
Sebanyak 447 saham naik, 232 turun, dan 135 tidak bergerak. Nilai transaksi hari ini tergolong ramai atau mencapai Rp 21,67 triliun, melibatkan 31,06 miliar saham dalam 2,3 juta kali transaksi.
Nyaris seluruh sektor perdagangan bursa menguat hari ini, dengan apresiasi paling tinggi dicatatkan oleh sektor finansial, properti dan teknologi. Adapun hanya sektor konsumer primer dan non primer yang terkoreksi hari ini.
Emiten-emiten blue chip dengan kapitalisasi pasar besar (big cap), khususnya sektor perbankan tercatat menjadi penggerak utama pergerakan IHSG.
Saham BBCA tercatat menyumbang 43,04 indeks poin, diikuti oleh saham Telkom Indonesia (TLKM) yang menguat 11,56% ke Rp 3.280 per saham dengan sumbangsih 38,98 indeks poin dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang naik 2,17% ke Rp 3.760 per saham dengan kontribusi 13,25 indeks poin.
Sejumlah emiten blue chip lainnya yang ikut menjadi penopang IHSG termasuk Bank Mandiri (BMRI) hingga Astra International (ASII).
Pergerakan pasar hari ini yang berada di jalur positif ditopang oleh sejumlah sentimen dari dalam negeri.
Bank Indonesia akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Selasa dan Rabu pekan ini (21-22/10/2025). Setelah memangkas suku bunga secara agresif, investor kini menunggu langkah kebijakan suku bunga berikutnya dari BI.
Sebagai catatan, BI sudah memangkas suku bunga secara agresif sebanyak lima kali pada tahun ini sebesar 125 bs menjadi 4,75% pada September 2025.
Gubernur BI Perry Warjiyo pada RDG bulan lalu menyampaikan pemangkasan suku bunga merupakan bagian dari upaya untuk mendongkrak pertumbuhan.
Secara khusus, suku bunga Deposit Facility diturunkan sebesar 50 bps menjadi 3,75% untuk memicu kredit bank.
Sementara itu pasar Asia kompak menguat hari ini.
indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 3,37% dan ditutup pada rekor tertinggi baru di 49.185. Sementara Topix naik 2,46% dan mengakhiri hari perdagangan di 3.248,45 setelah Partai Demokratik Liberal Jepang dan Partai Restorasi Jepang secara efektif mencapai kesepakatan untuk membentuk sebuah pemerintahan koalisi.
Lalu, indeks Kospi Korea Selatan naik 1,76% dan ditutup pada 3.814,69 setelah mencapai rekor tertinggi selama tiga hari berturut-turut pada hari Jumat lalu.
Sedangkan indeks Kosdaq yang berkapitalisasi kecil naik 1,89% dan mengakhiri hari perdagangan pada 875,77.
Selain itu, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,41% menjadi ditutup pada 9.031,9.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
Tunggu Hasil Rapat Bank Indonesia, IHSG Melesat 1,09% ke 8.176
IHSG menguat 1,09% ke 8.176,93 dengan 405 saham naik. Sektor finansial dan utilitas memimpin, sementara investor menunggu kebijakan suku bunga BI. [471] url asal
#rapat-dewan-gubernur #bank-indonesia #suku-bunga #pasar-saham #emiten-blue-chip #ihsg #sektor-finansial #transaksi-bursa #pertumbuhan-ekonomi #sentimen-pasar
(CNBC Indonesia - Market) 21/10/25 12:02
v/10863/
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat tajam hari ini. Indeks tercatat melesat 1,09% ke level 8.176,93.
Sebanyak 405 saham naik, 251 turun, dan 155 tidak bergerak. Nilai transaksi hingga jeda makan siang tergolong ramai atau mencapai Rp 11,82 triliun, melibatkan 19,58 miliar saham dalam 1,32 juta kali transaksi.
Nyaris seluruh sektor perdagangan bursa menguat hari ini, dengan apresiasi paling tinggi dicatatkan oleh sektor finansial, utilitas dan barang baku. Adapun hanya sektor kesehatan dan konsumer primer yang terkoreksi hari ini.
Emiten-emiten blue chip dengan kapitalisasi pasar besar (big cap), khususnya sektor perbankan tercatat menjadi penggerak utama pergerakan IHSG.
Saham BBCA tercatat menyumbang 30,51 indeks poin, diikuti oleh saham Telkom Indonesia (TLKM) yang menguat 4,08% ke Rp 3.060 per saham dengan sumbangsih 13,76 indeks poin dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang naik 1,63% ke Rp 3.740 per saham dengan kontribusi 9,95 indeks poin.
Sejumlah emiten blue chip lainnya yang ikut menjadi penopang IHSG termasuk Bank Mandiri (BMRI) hingga DSSA.
Pergerakan pasar hari ini diharapkan berada di jalur positif. Sejumlah sentimen dari dalam negeri diharapkan ikut menopang pasar hari ini.
Bank Indonesia akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Selasa dan Rabu pekan ini (21-22/10/2025). Setelah memangkas suku bunga secara agresif, investor kini menunggu langkah kebijakan suku bunga berikutnya dari BI.
Sebagai catatan, BI sudah memangkas suku bunga secara agresif sebanyak lima kali pada tahun ini sebesar 125 bs menjadi 4,75% pada September 2025.
Gubernur BI Perry Warjiyo pada RDG bulan lalu menyampaikan pemangkasan suku bunga merupakan bagian dari upaya untuk mendongkrak pertumbuhan.
Secara khusus, suku bunga Deposit Facility diturunkan sebesar 50 bps menjadi 3,75% untuk memicu kredit bank.
Sementara itu pasar Asia kompak menguat hari ini.
indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 3,37% dan ditutup pada rekor tertinggi baru di 49.185. Sementara Topix naik 2,46% dan mengakhiri hari perdagangan di 3.248,45 setelah Partai Demokratik Liberal Jepang dan Partai Restorasi Jepang secara efektif mencapai kesepakatan untuk membentuk sebuah pemerintahan koalisi.
Lalu, indeks Kospi Korea Selatan naik 1,76% dan ditutup pada 3.814,69 setelah mencapai rekor tertinggi selama tiga hari berturut-turut pada hari Jumat lalu.
Sedangkan indeks Kosdaq yang berkapitalisasi kecil naik 1,89% dan mengakhiri hari perdagangan pada 875,77.
Selain itu, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,41% menjadi ditutup pada 9.031,9.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
IHSG Rebound, Asing Antre Masuk Saham Ini
Investor asing kembali melakukan net buy Rp533,30 miliar. BBCA memimpin dengan net buy terbesar. IHSG menguat 2,19% ke 8.088,98. [330] url asal
#net-buy #investor-asing #saham-bbca #pasar-saham #transaksi-bursa #ihsg #darma-henwa #astra-international #sektor-finansial
(CNBC Indonesia - Market) 20/10/25 21:29
v/10533/
Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing terpantau mulai kembali melakukan aksi pembelian bersih. Pada perdagangan kemarin, Senin (21/10/2025), asing melakukan net buy Rp533,30 miliar di seluruh pasar dan Rp123,73 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
BBCA menjadi saham dengan net buy asing terbesar, yakni Rp 894,09 miliar. Kemudian diikuti oleh Darma Henwa (DEWA) dan Astra (ASII), masing-masing Rp 92,2 miliar dan RP 72,58 miliar.
Selengkapnya berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada perdagangan kemarin:
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA): Rp894,09 miliar
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA): Rp 92,2 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII): Rp72,58 miliar
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Rp55,91 miliar
- PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI): Rp46,61 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Rp 35 miliar
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA): Rp 22,65 miliar
- PT Central Omega Resources Tbk. (DKFT) - Rp17,53 miliar
- PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) - Rp17,47 miliar
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) - Rp17,37 miliar
Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 2% lebih pada perdagangan kemarin, Senin (20/10/2025). Indeks berhasil rebound setelah sepanjang pekan lalu merosot 4,14%, meninggalkan level 8.000
Pada penutupan perdagangan, IHSG menguat 2,19% ke 8.088,98. Hal ini seiring dengan lonjakan saham-saham bank jumbo, khususnya yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Sebanyak 510 saham menguat, 183 melemah dan 117 stagnan. Adapun total transaksi tergolong ramai atau mencapai Rp 22,53 triliun yang melibatkan 34,68 miliar saham dalam 2,36 juta kali transaksi.
Mengutip Refinitiv, sektor finansial, energi dan industri memimpin penguatan.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
IHSG Melesat Nyaris 2%, Saham Bank RI Pesta Pora
IHSG melonjak hampir 2% setelah merosot pekan lalu, didorong saham bank jumbo. Satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, berbagai program sosial diluncurkan. [622] url asal
#saham-bank #ihsg #kebijakan-ekonomi #pertumbuhan-ekonomi #investasi #ekonomi-indonesia #prabowo-gibran #sektor-finansial
(CNBC Indonesia - Market) 20/10/25 12:02
v/9489/
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat nyaris 2% pada perdagangan hari ini, Senin (20/10/2025). Indeks berhasil rebound setelah sepanjang pekan lalu merosot 4,14%, meninggalkan level 8.000
Pada penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG menguat 1,97% ke 8.071,29. Hal ini seiring dengan lonjakan saham-saham bank jumbo.
Mengutip Refinitiv, sektor finansial, properti dan konsumer primer memimpin penguatan hari ini. Sejumlah saham bank jumbo naik 6% lebih hari ini.
BBRI naik 6,29%, BBCA 6,33%, BMRI 6,42%, BBTN 8,33%, dan BBNI 7,63%. Kenaikan saham-saham bank jumbo tersebut menjadi pendongkrak indeks pagi ini.
BBRI menyumbang 36,41 indeks poin, BBRI 34,05 indeks poin, BMRI 22,85 indeks poin, dan BBNI 10,37 indeks poin.
Kendati demikian investor masih harus memasang sabuk pengaman erat-erat memasuki perdagangan pekan ini. Akhir pekan lalu ditutup dengan drama geopolitik tingkat tinggi yang saling bertentangan dan berpotensi menciptakan volatilitas ekstrem di pasar keuangan global.
Sebagai informasi, IHSG sepanjang pekan lalu mengalami volatilitas tinggi. Indeks sempat anjlok lebih 3% pada perdagangan intraday.
Sementara itu, hari ini juga menjadi momentum penting setahun pemerintahan Prabowo -Gibran. Momentum ini diharapkan bisa menjadi angin positif di tengah masih banyaknya sentimen negatif dari luar negeri.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka genap berusia satu tahun pada hari ini, 20 Oktober 2025. Dalam kurun waktu tersebut, berbagai kebijakan besar telah diluncurkan-mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga reformasi struktural BUMN-yang menjadi penanda arah baru pembangunan ekonomi nasional.
Diluncurkan sejak Januari 2025, program Makan Bergizi Gratis menjadi simbol utama politik kerakyatan Prabowo. Program ini menargetkan 82,9 juta penerima manfaat, termasuk siswa sekolah, ibu hamil, dan balita. Tujuan utamanya adalah memperbaiki kualitas gizi generasi muda dan menekan angka stunting nasional.
Namun, pelaksanaannya tidak lepas dari tantangan. Infrastruktur dapur, rantai pasok bahan pangan, dan mekanisme distribusi di daerah terpencil masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah. Sejumlah evaluasi tengah dilakukan untuk memperkuat koordinasi antar kementerian dan pemerintah daerah.
Selain MBG, Sekolah Rakyat menjadi program unggulan lain yang berfokus pada pemerataan pendidikan. Pemerintah telah meresmikan 165 Sekolah Rakyat Rintisan yang memanfaatkan gedung-gedung revitalisasi. Sementara pembangunan gedung permanen akan dimulai Oktober 2025 di 108 titik lokasi, dengan target rampung Juli 2026.
Di sisi korporasi negara, Prabowo melanjutkan langkah efisiensi dengan memangkas jumlah BUMN dan membentuk Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai lembaga baru pengelola investasi strategis. Tujuannya memperkuat kinerja BUMN dan menarik investasi swasta dalam proyek nasional.
Untuk menopang daya beli dan menggerakkan ekonomi, pemerintah juga menggulirkan paket stimulus ekonomi 2025. Program ini mencakup subsidi listrik, bantuan sembako, Bantuan Subsidi Upah (BSU), diskon transportasi, hingga program magang bagi tenaga kerja muda. Stimulus tersebut diharapkan mampu mengimbangi tekanan perlambatan ekonomi global dan menjaga momentum pertumbuhan domestik.
Meski ambisius, tahun pertama pemerintahan Prabowo tidak lepas dari ujian politik. Gelombang demonstrasi besar pada Agustus 2025 menunjukkan bahwa sebagian kebijakan pemerintah masih menuai resistensi di publik. Isu transparansi anggaran, efektivitas pelaksanaan program, dan kebijakan keamanan menjadi perhatian utama berbagai kelompok masyarakat.
Memasuki tahun kedua, tantangan pemerintahan Prabowo-Gibran adalah memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif, bukan hanya ambisius di atas kertas. Dengan kombinasi program sosial besar, reformasi kelembagaan, dan stimulus ekonomi berkelanjutan, pemerintahan ini berupaya menyeimbangkan antara stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan rakyat.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56