Bisnis.com, JAKARTA - Dokter spesialis gizi dan nutrisi RS Siloam MRCCC Inge Permadhi mengatakan pemilihan jenis makanan saat sahur sangat menentukan daya tahan tubuh dalam menahan lapar saat puasa dan menjaga energi tetap stabil hingga waktu berbuka.
Dokter Inge menyarankan agar menu sahur disusun dengan komposisi gizi yang seimbang dan lengkap. Asupan tersebut mencakup karbohidrat, protein, lemak, serta nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan tubuh selama berpuasa.
Di samping itu, dirinya menekankan bahwa konsumsi serat juga memegang peranan yang tak kalah penting. Kehadiran serat dalam menu sahur membantu menunjang rasa kenyang lebih lama sekaligus menjaga fungsi pencernaan tetap optimal.
"Meski kadang bagi sebagian orang malas mengonsumsinya, tetapi jangan lupakan serat saat sahur. Serat ini efektif membantu rasa kenyang bisa bertahan lebih lama," kata dokter Inge, Rabu, (25/2/2026).
Dokter Inge menyebut makanan yang kaya serat umumnya memberikan rasa kenyang lebih lama karena proses tubuh mencerna makanan ini cenderung berlangsung lebih lambat. Kondisi ini membantu menekan keinginan makan berlebihan sekaligus mengontrol total asupan kalori.
Tak hanya itu, konsumsi serat juga mendukung kinerja sistem pencernaan agar tetap optimal. Serat, katanya, juga berperan penting dalam membantu pengelolaan berat badan, menjaga kestabilan gula darah, serta melindungi kesehatan jantung dari berbagai risiko penyakit.
Kebutuhan serat harian dapat dipenuhi dengan mudah. Sebab, serat bisa diperoleh hanya dengan konsumsi buah-buahan. Beberapa di antaranya adalah pir, stroberi, alpukat, apel, dan pisang yang dikenal kaya kandungan serat.
Selain buah, sayuran dan kacang-kacangan juga menjadi sumber serat yang baik. Brokoli, wortel, buncis, bayam, kacang lentil, hingga kacang polong dapat membantu mencukupi asupan serat harian secara optimal.
"Untuk cara makannya, sayur bisa dijadikan sop, buah bisa dimakan langsung, atau kalau mau diblender terlebih dahulu jadi jus juga bisa," imbuhnya.
Menurut dokter Inge, agar rasa kenyang bertahan lebih lama lagi, dirinya juga menyarankan untuk menghindari makanan dengan kandungan gula yang terlalu tinggi.
Konsumsi gula secara berlebihan dapat menyebabkan kenaikan kadar gula darah secara signifikan dalam waktu singkat. Namun setelah itu, kadar gula darah bisa turun tajam, yang pada akhirnya membuat tubuh lebih cepat merasa lapar.
Selain itu, konsumsi kopi pada pagi hari juga kurang dianjurkan saat puasa. Kandungan kafein bersifat diuretik yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga berisiko memicu dehidrasi dan membuat tubuh lebih cepat terasa lemas maupun lapar