Bisnis.com, JAKARTA - Tren belanja online orang Indonesia pada akhir tahun 2025, terlihat pada aktivitas transaksi di hari belanja online nasional (Harbolnas) 12.12 lalu.
Ecommerce Shopee dan Lazada mencatat terjadinya tren pergeseran belanja orang Indonesia di akhir tahun ini.
Shopee mencatat, di akhir tahun ini produk lokal menjadi favorit. Adapun, yang menjadi favorit adalah makanan ringan meningkat hingga 4 kali lipat, dan kategori dekorasi rumah juga ikut meningkat hingga 3 kali lipat di puncak kampanye.
Sementara itu, Lazada mencatat ada empat kategori produk yang difavoritkan di 12.12 kemarin.
Mulai dari fashion, alat elektronik, dan keperluan rumah tangga.
Berikut tren belanja orang Indonesia di akhir tahun 2025
1. Shopee
Ecommerce Shopee mencatat perubahan perilaku pengguna di akhir tahun yang juga tercermin pada kampanye 12.12 tahun ini yang bertepatan dengan perayaan ulang tahun Shopee ke-10.
Pada momen ini, Shopee mencatat adanya peningkatan minat pengguna terhadap produk lokal, di mana berbagai kampanye dan fitur yang tersedia dimanfaatkan untuk menemukan serta mendukung UMKM dan brand lokal.
Temuan ini menunjukkan bahwa kampanye tanggal kembar 12.12 tidak hanya menjadi ajang belanja, tetapi juga wadah bagi pengguna untuk semakin mengenal dan memilih produk lokal.
Memasuki momen akhir tahun, antusiasme masyarakat dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan perayaan bersama pilihan produk dari UMKM dan brand lokal juga membuat transaksi di Shopee semakin meningkat.
Hal ini tercermin dari total produk lokal yang terjual dari kategori Makanan Ringan meningkat hingga 4 kali lipat, dan kategori Dekorasi Rumah juga ikut meningkat hingga 3 kali lipat di puncak kampanye.
Tren ini menggambarkan kualitas produk lokal yang semakin dipercaya hingga menjadi bagian dari persiapan kebutuhan akhir tahun di rumah.
“Tren yang terlihat pada kampanye 12.12 menunjukkan bagaimana komitmen Shopee untuk memperluas akses dan peluang bagi produk lokal semakin mendapat tempat di hati pengguna. Ke depannya, kami akan terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan inisiatif yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan di seluruh ekosistem,” ujar Adi Rahardja, Senior Director of Business Development Shopee Indonesia.
Di sepanjang tahun 2025, brand lokal dan UMKM banyak menggunakan Shopee Live untuk mempromosikan puluhan juta produk lokal. Jumlah produk lokal yang terdaftar dalam program Shopee Pilih Lokal meningkat 60% di tahun 2025.
2. Lazada
Di penghujung tahun 2025, data dari festival belanja Lazada 12.12 Promo Habis-Habisan menunjukkan pergeseran perilaku konsumen yang tidak lagi hanya berburu diskon, melainkan secara sadar berinvestasi pada produk berkualitas dengan nilai jangka panjang.
Hal ini tercermin dari lonjakan penjualan di LazMall, kanal brand tepercaya Lazada Indonesia, yang mencapai 600% dibandingkan hari biasa, didorong oleh tingginya kepercayaan konsumen khususnya keluarga muda—terhadap produk orisinal dan tahan lama.
Lonjakan ini terlihat di berbagai kategori yang mencerminkan investasi konsumen pada kualitas hidup:
- Kebutuhan Rumah Tangga (Naik 710%): Didominasi oleh pembelian produk esensial dari brand terpercaya seperti Unilever, Wings Group, dan MamyPoko, menunjukkan bagaimana keluarga muda melakukan stok untuk kebutuhan jangka panjang.
- Fesyen Fungsional (Naik 610%): Permintaan tinggi pada produk yang tidak lekang oleh waktu seperti sepatu lari dari Nike dan Adidas, serta jeans dari Jiniso, menunjukkan pilihan pada fungsi dan daya tahan.
- Perlengkapan Rumah & Hobi (Naik 540%): Didorong oleh gaya hidup DIY, konsumen berinvestasi pada furnitur, perkakas, hingga peralatan dapur premium dari brand seperti In the Box dan Krisbow.
- Elektronik (Naik 230%): Pembelian produk bernilai tinggi seperti TV dan peralatan rumah tangga dari Philips dan Samsung menegaskan elektronik kini dipandang sebagai investasi, bukan lagi pembelian impulsif.
CEO Lazada Indonesia, Carlos Barrera, mengatakan konsumen, terlebih keluarga muda, memanfaatkan momen akhir tahun untuk berinvestasi pada barang-barang yang meningkatkan kenyamanan hidup, kini dan nanti.
Fenomena ini menandakan pergeseran dari impulse buying ke intentional spending.