Pemprov Jawa Barat siap menawarkan 46 proyek pekerjaan, berbagai potensi investasi, hingga kawasan industri yang berstatus siap pakai (clean and clear) dalam ... [701] url asal
Bandung (ANTARA) - Pemprov Jawa Barat siap menawarkan 46 proyek pekerjaan, berbagai potensi investasi, hingga kawasan industri yang berstatus siap pakai (clean and clear) dalam Selangor International Business Summit (SIBS) 2026 pada 9-10 Juli dan 14-17 Oktober mendatang.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat Dedi Taufik kepada ANTARA di Bandung, Selasa, menjelaskan dalam forum SIBS pada 9-10 Juli 2026 di Bandung, Pemprov Jabar membawa komitmen besar dengan menawarkan 46 proyek strategis dari sembilan hingga 12 sektor unggulan.
Sebanyak 46 proyek pada sektor-sektor unggulan tersebut antara lain Kedirgantaraan-Perkeretaan-Otomotif (kawasan Kertajati, Patimban, LRT Bandung), Industri Kreatif, Utilitas Energi dan Energi Terbarukan (Waste-to-Energy TPPAS Regional Cirebon Raya), Kawasan Industri (Kawasan Industri Majalengka), Teknologi (Start-up Agrivision).
Kemudian Pariwisata Kesehatan (Sari Medika Resort), Agrikultur (Tasikmalaya Palm Sugar Industry Center), Infrastruktur (Sistem Penyediaan Air Patimban), dan proyek pada sektor hilirisasi.
"Proyek-proyek tersebut dirancang sangat presisi untuk memikat pasar regional dari sektor kedirgantaraan, teknologi, energi, hingga hilirisasi," kata Dedi.
Selain 46 proyek yang siap ditawarkan, dia mengatakan Pemprov Jabar juga dalam ajang tersebut akan menjajakan 44 kawasan industri yang dipastikan siap pakai (clean and clear) dari segala aspek, termasuk jaminan keamanan penuh dari praktik pungutan liar (pungli) maupun premanisme yang tersebar di Bekasi, Bogor, Sukabumi, Purwakarta, Karawang, Subang, Indramayu, Majalengka dan Sumedang.
Dari 44 kawasan itu, Dedi mengatakan sebanyak 24 kawasan industri di antaranya kini telah difasilitasi skema KLIK (Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi) sebagai kemudahan regulasi yang ekstrem.
Melalui fasilitas ini, investor yang masuk ke kawasan tidak perlu lagi mengantre panjang mengurus Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan sejenisnya, melainkan bisa langsung membangun, karena analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) utamanya sudah diselesaikan oleh pemerintah.
Menanggapi kekhawatiran pelaku usaha global terkait isu premanisme dan intervensi organisasi kemasyarakatan (ormas) lokal yang sempat menghambat proyek seperti pabrik VinFast, Dedi menegaskan Jabar kini mengambil tindakan represif dan preventif secara digital.
Pemprov Jabar telah menggerakkan Satgas Saber Pungli dan memaksimalkan sistem perizinan tanpa tatap muka melalui platform OSS untuk memotong ruang transaksional.
"Ya kita udah selesaikan itu ya, jangan sampai gitu kan, itu kan akan mempengaruhi yang lain. Kita akan terus lakukan evaluasi terutama kaitan dengan pungli, premanisme gitu ya. Nah, sekarang salah satu yang kita bangun tools OSS kan jelas. Jadi kita tidak berhubungan dengan orang lain tapi asal persyaratannya lengkap dia sudah langsung bisa dilaksanakan," ujar Dedi.
Selain itu, untuk urusan pemenuhan tenaga kerja yang kerap menjadi celah gesekan ormas di lapangan, Dedi mengaku Pemprov Jabar menutup ruang tersebut dengan penggunaan aplikasi ketenagakerjaan resmi daerah yang terintegrasi secara daring dan mengimbau pelaku usaha untuk menggunakannya agar terhindar dari intimidasi luar.
"Kaitan dengan tenaga kerja harus melalui ini. Makanya kita siapin tools-nya yaitu aplikasi 'Nyari Gawe'. Sudah aplikasi yang bermain di situ. Pengusaha juga kita arahkan menggunakan itu," tuturnya.
Ia memaparkan, untuk payung hukum kepastian investasi di Jabar telah ada Perda Nomor 4 Tahun 2025 tentang Kemudahan Berusaha dan Kemudahan Investasi.
Kemudian untuk sokongan infrastruktur konektivitas raksasa ada mulai dari Tol Cikampek, Jagorawi, Bocimi, Cipali, Cipularang, Purbaleunyi, Cisumdawu, dan proyeksi pengembangan jaringan tol seperti Japek 2, Patimban, dan Cigatas, Jawa Barat, maka Pemprov Jabar optimistis dapat memenangkan kepercayaan penuh dari para pemodal Malaysia di sektor hulu hingga hilir.
Bahkan, Dedi mengungkapkan dirinya secara agresif mengincar realisasi investasi jumbo sebesar Rp50 triliun dari investor Malaysia dalam ajang SIBS 2026.
"Saya inginnya Rp50 triliun. Come come come to Jawa Barat gitu. Semua kita jamin, semua investasi di Jawa Barat," ujar Dedi.
Namun, selain mengharapkan investasi di Jabar, Dedi juga mengaku mengharapkan pelaku bisnis dari Jabar juga bisa memperluas pasar ke Malaysia lewat forum ini. Karenanya, dia menggandeng Kamar Dagang Indonesia (KADIN), pelaku usaha dan UMKM dari berbagai sektor termasuk industri sepatu, perkebunan hingga pariwisata.
"Kita usahakan business matching, sekarang kita terus kurasi, sehingga Jawa Barat juga terus maju perekonomiannya termasuk investasi kita yang tahun ini ditarget Rp314 triliun baik asing maupun dalam negeri," tutur Dedi Taufik menambahkan.
Salah satu daerah di Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, lokasi sentra industri Tasikmalaya Palm Sugar Industry Center yang nantinya akan ditawarkan pada investor dalam Selangor International Business Summit (SIBS) 2026 pada 9-10 Juli 2026 di Bandung. (ANTARA/HO DPMPTSP Jabar)
Invest Selangor Berhad menyiapkan delegasi beranggotakan sekitar 150 orang untuk mengikuti SIBS@ASEAN: Bandung Edition pada 9-10 Juli 2026 sebagai langkah ... [518] url asal
Bandung Edition menandai babak baru bagi Selangor International Business Summit
Jakarta (ANTARA) - Invest Selangor Berhad menyiapkan delegasi beranggotakan sekitar 150 orang untuk mengikuti SIBS@ASEAN: Bandung Edition pada 9-10 Juli 2026 sebagai langkah memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi antara Selangor, Malaysia, dengan Jawa Barat.
Kegiatan yang akan berlangsung di Pullman Grand Central Bandung tersebut menjadi tonggak baru bagi Selangor International Business Summit (SIBS) karena untuk pertama kalinya forum bisnis itu diselenggarakan di luar Malaysia menjelang perayaan satu dekade penyelenggaraan SIBS pada Oktober 2026.
Chief Executive Officer Invest Selangor Berhad Dato' Hasan Azhari Hj. Idris mengatakan penyelenggaraan SIBS@ASEAN di Bandung merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring ekonomi Selangor di kawasan Asia Tenggara.
"Bandung Edition menandai babak baru bagi Selangor International Business Summit, kini untuk pertama kalinya melangkah melampaui batas-batas Malaysia. Merayakan satu dekade keberhasilan SIBS, kami percaya inilah waktu yang tepat untuk membawa Selangor langsung ke hadapan para tetangga ASEAN kami," ujar Hasan Azhari dalam keterangan resmi pada Kamis.
Upacara Pembukaan Selangor International Business Summit (SIBS) 2025 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia. (ANTARA/HO)
Ia menambahkan delegasi Selangor siap membangun kemitraan lintas negara, mendorong investasi baru, serta memperkuat posisi Selangor sebagai pintu gerbang bagi perusahaan yang ingin berekspansi ke pasar Asia Tenggara.
Delegasi yang dipimpin Dato' Menteri Besar Selangor Dato' Seri Amirudin bin Shari itu terdiri atas pejabat pemerintah, pelaku usaha, asosiasi industri, dan investor dari berbagai sektor.
Bandung dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena dinilai memiliki karakteristik yang serupa dengan Selangor, yakni sebagai pusat industri dan inovasi yang didukung sektor manufaktur, teknologi digital, serta ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkembang.
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan akan mencakup pameran bisnis, forum investasi, serta kunjungan industri yang dirancang untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral.
Pameran yang digelar bekerja sama dengan Tourism Selangor dan Education Malaysia Global Services (EMGS) akan menghadirkan sekitar 60 entitas berbasis di Selangor yang menawarkan peluang kemitraan di sektor pariwisata medis dan pendidikan.
Pada sektor pariwisata medis, Selangor akan mempromosikan layanan kesehatan bernilai tinggi yang mencakup rumah sakit swasta, fasilitas medis berteknologi modern, serta layanan bagi pasien internasional. Sementara itu, sektor pendidikan akan menampilkan berbagai peluang studi dan kerja sama akademik lintas negara.
Forum SIBS@ASEAN One-Day Forum yang berlangsung pada 9 Juli akan menjadi agenda utama dengan fokus pada penguatan kerja sama perdagangan dan investasi di sektor teknologi digital, pengembangan properti, manufaktur, dan logistik antara Selangor dan Jawa Barat.
Forum tersebut dijadwalkan dibuka oleh Menteri Besar Selangor Dato' Seri Amirudin bin Shari bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Agenda juga mencakup diskusi mengenai penguatan rantai pasok Malaysia-Indonesia, presentasi peluang investasi, serta penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah, pelaku industri, sektor pariwisata, dan institusi pendidikan dari kedua wilayah.
Pada hari kedua, delegasi akan mengikuti kunjungan ke berbagai sektor industri strategis di Jawa Barat untuk melihat langsung potensi investasi dan menjajaki peluang kerja sama dengan pelaku industri setempat.
Invest Selangor menyatakan penyelenggaraan SIBS@ASEAN: Bandung Edition merupakan bagian dari strategi memperkuat diplomasi ekonomi regional dan membuka koridor pertumbuhan baru di kawasan ASEAN melalui kolaborasi lintas negara.
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56