Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Tri Pakarta (TRIPA) dan PT Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali) secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Bancassurance Model Bisnis Referensi Asuransi Kebakaran. PKS ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas dari produk bank yang dijual.
Pihak Tri Pakarta mengatakan bahwa pembaruan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara sektor perbankan dan asuransi. Secara khusus, kolaborasi antara kedua entitas ini dikatakan akan berguna dalam perlindungan yang optimal terhadap aset nasabah bank melalui produk asuransi kebakaran.
Melalui kerja sama ini, Tri Pakarta akan menyediakan solusi perlindungan asuransi kebakaran yang terintegrasi dengan produk perbankan dari BPD Bali. Kedua pihak berharap sinergi ini akan meningkatkan nilai tambah bagi nasabah serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di industri jasa keuangan.
Direktur Utama Asuransi Tri Pakarta G.C. Koen Yulianto mengatakan bahwa perseroan dan BPD Bali sebenarnya telah lama bekerja sama dalam berbagai hal. Dia mengatakan perseroan sudah lama berada di Denpasar dan memiliki spesialisasi dalam asuransi properti.
“Yang utama memang sekarang ini properti kebakaran terhadap jaminan-jaminan kredit. Namun, luasnya masih banyak, ada kargo, ada kemudian asuransi kredit mungkin nanti berkembang, dan seterusnya,” jelas Koen dalam acara penandatanganan PKS di Kantor Pusat Asuransi Tri Pakarta, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Dia menjelaskan banyak aset di Bali yang bisa dilindungi oleh Asuransi Tri Pakarta, seperti hotel, vila, gedung perkantoran, hingga destinasi wisata. Dengan bekerja sama dengan BPD Bali, yang merupakan bank yang besar di Bali, Koen mengatakan bahwa akses perusahaannya untuk berkembang menjadi lebih luas.
Penandatanganan PKS ini juga dihadiri secara langsung oleh Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma. Dia menyebut bahwa penandatanganan ini merupakan bagian dari pembaruan kerja sama antara kedua pihak setelah adanya peninjauan perjanjian, termasuk dalam peninjauan syarat dan premi yang ada. “Harapannya, tadi, kita bersama-sama untuk bisa mengelola risiko dengan lebih baik,” ujar Nyoman.
Walaupun belum melihat ada risiko baru lain yang mungkin muncul, dia menyatakan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari upaya BPD Bali dalam meningkatkan kualitas layanan dan perlindungan bagi nasabah.
Koen sendiri menyatakan perusahaannya berkomitmen menghadirkan solusi proteksi yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan industri perbankan dan masyarakat.
“Kerja sama bancassurance ini merupakan wujud nyata sinergi antara industri asuransi dan perbankan dalam memperkuat ekosistem jasa keuangan nasional. Kami optimistis kolaborasi dengan Bank BPD Bali dapat memberikan perlindungan yang komprehensif bagi nasabah, sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat, prudent, dan berkelanjutan,” ujar Koen Yulianto.
Secara khusus, perusahaan asuransi dan bank mengharapkan kerja sama ini akan memperkuat peran kedua institusi dalam mendukung stabilitas sistem keuangan serta pembangunan ekonomi daerah, khususnya di Provinsi Bali.
(Laurensius Katon Kandela)