Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) mendirikan anak usaha baru bernama PT Satyaguna Langgeng Capital (SL Capital) dengan setoran modal tunai sebesar Rp200 miliar.
Entitas baru ini dibentuk untuk mendukung pengembangan pasar sekunder kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di Indonesia sekaligus memperkuat rasio keuangan perbankan. Setoran modal tersebut terjadi pada 3 Maret 2026.
Manajemen CIMB Niaga menjelaskan bahwa pendirian SL Capital merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk berperan aktif dalam pengembangan pasar sekunder kredit bermasalah di dalam negeri.
“SL Capital didirikan untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan pasar sekunder pinjaman bermasalah di Indonesia, serta berkaitan dengan peningkatan rasio keuangan perbankan, untuk mendukung kegiatan usaha Perseroan pada khususnya dan sektor perbankan pada umumnya,” tulis manajemen, Kamis (5/3/2025).
Pada saat pendirian, struktur kepemilikan saham SL Capital terdiri dari Bank CIMB Niaga senilai Rp200 miliar atau 99,99925% dan PT Commerce Kapital sebesar Rp1,5 juta atau 0,00075%. Dengan demikian, total modal ditempatkan dan disetor perusahaan mencapai Rp200.001.500.000.
Manajemen menyatakan pendirian anak usaha ini diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap kinerja perseroan. “Pendirian SL Capital akan berdampak positif pada rasio keuangan CIMB Niaga. Dalam jangka panjang, SL Capital diharapkan dapat memberikan dampak positif pada laporan keuangan konsolidasi CIMB Niaga,” kata manajemen.
Perseroan juga menegaskan bahwa transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.
Selain itu, merujuk pada Pasal 8 Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang transaksi afiliasi dan transaksi benturan kepentingan, transaksi ini termasuk transaksi afiliasi yang tidak mengandung benturan kepentingan karena berkaitan dengan kegiatan usaha perseroan dalam menghasilkan pendapatan.