Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) atau Bank Jatim mencatat nilai transaksi digital sepanjang 2025 mencapai Rp65,77 triliun.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyebut pengguna aplikasi JConnect pun sudah tembus lebih dari 993.000 atau hampir 1.000.000 pengguna. JConnect adalah layanan transformasi digital terintegrasi dari Bank Jatim yang meliputi mobile banking, internet banking, dan SMS banking.
Dilanjutkan Emil, transaksi QRIS di Bank Jatim pun turut mengalami peningkatan yakni sebesar 60,76% (year on year/YoY) pada 2025. Kendati begitu, dia tidak menampik bahwa ada risiko siber, fraud, dan reputasi dalam transaksi digital.
“Kadang-kadang ya gitu kita ingin menggenjot lending dan mempermudah akses. Namun, hal itu juga perlu diimbangi dengan pengelolaan risiko agar tidak menimbulkan potensi kebocoran data,” tegasnya dalam Rapat Kerja Tahunan bersama anggota KUB Bank Jatim di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Selain risiko dalam transaksi digital, Emil turut menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi Bank Pembangunan Daerah (BPD). Tantangan itu mencakup kompetisi perbankan dan fintech, disrupsi digital, dan perubahan perilaku nasabah.
Kendati begitu, dia tetap melihat adanya peluang yang bisa dimanfaatkan BPD seperti pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang kuat, basis UMKM yang besar, sinergi melalui Kelompok Usaha Bank (KUB), dan perluasan serta pembiayaan produktif.
“Memang dari 38 provinsi di Indonesia, Jawa Timur ini menyumbang sekitar 14,4% dari perekonomian nasional. Kami bersyukur bahwa pertumbuhan kami berada di angka 5,96% di triwulan I/2026,” bebernya.
Sebagai informasi, sepanjang 2025 Bank Jatim secara konsolidasi membukukan laba bersih sebesar Rp1,61 triliun, tumbuh 24,80% YoY. Sementara itu, laba bersih secara bank only tumbuh 20,65% YoY menjadi Rp1,54 triliun.
Menilik asetnya, secara konsolidasi tumbuh 42,93% YoY menjadi Rp168,85 triliun. Sementara itu, kredit tumbuh 46,65% YoY menjadi Rp110,50 triliun dan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp127,24 triliun, tumbuh 41,36% YoY.
Apabila secara bank only, Bank Jatim mencatat pertumbuhan aset 3,70% YoY menjadi Rp105,85 triliun, kredit tumbuh 4,98% YoY menjadi Rp67,24 triliun, dan DPK sebesar Rp78,60 triliun atau tumbuh 1,43% YoY.