Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menjatuhkan tarif terhadap Spanyol setelah negara itu menolak menaikkan belanja pertahanannya menjadi 5% dari produk domestik bruto (PDB), langkah yang dinilainya tidak menghormati NATO.
“Saya sangat kecewa dengan Spanyol. Mereka satu-satunya negara yang tidak menaikkan anggarannya menjadi 5%... jadi saya tidak senang dengan Spanyol,” ujar Trump dikutip dari Reuters, Kamis (16/10/2025).
“Saya mempertimbangkan untuk memberikan hukuman perdagangan melalui tarif karena tindakan mereka, dan saya rasa saya mungkin akan melakukannya,” tambahnya.
Trump selama ini kerap mendesak negara-negara anggota NATO untuk meningkatkan pembiayaan pertahanan mereka sendiri dan bahkan sempat meragukan kesediaan Washington untuk melindungi sekutu yang tidak memenuhi komitmen tersebut.
Pekan lalu, saat bertemu dengan Presiden Finlandia, Trump bahkan menyatakan bahwa NATO sebaiknya mempertimbangkan untuk mengeluarkan Spanyol dari aliansi karena penolakannya terhadap target baru tersebut.
Menanggapi pernyataan itu, Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Albares menegaskan bahwa negaranya tetap menjadi anggota yang andal dalam aliansi tersebut.
“Tidak ada keraguan atas komitmen dan kontribusi Spanyol terhadap keamanan transatlantik,” kata Albares kepada wartawan saat kunjungan ke Hangzhou, China.
Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, negara-negara anggota NATO menilai komitmen belanja sebelumnya sebesar 2% dari PDB sudah tidak memadai untuk menghadapi ancaman baru tersebut.
Spanyol menjadi satu-satunya dari 32 anggota NATO yang tidak menyetujui peningkatan belanja pertahanan menjadi 5% dari PDB.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez sebelumnya mengamankan pengecualian pada menit-menit terakhir, menyatakan bahwa Spanyol hanya akan meningkatkan belanja pertahanan hingga 2,1% dari PDB — angka yang disebutnya cukup dan realistis.
Spanyol, yang bergabung dengan NATO pada 1982, menegaskan bahwa kontribusinya terhadap aliansi tidak hanya dilihat dari besaran anggaran, tetapi juga dari partisipasi aktif dalam berbagai misi NATO di Latvia, Slovakia, Rumania, Bulgaria, dan Turki.