Bisnis.com, JAKARTA - Anak-anak identik dengan aktivitas bermain, eksplorasi, dan rasa ingin tahu yang tinggi, luka kecil seperti goresan dan lecet seringkali tidak terhindarkan. Namun, di tengah aktivitas tersebut, perlindungan luka yang tepat tetap menjadi hal penting untuk memastikan proses penyembuhan berjalan optimal.
Ketika sedang bermain, terkadang Anda tidak bisa menghindari terjadinya luka lecet pada anak. Namun, sering kali orang tua banyak yang salah dalam melakukan langkah-langkah untuk mengobati luka tersebut.
Dilansir dari laman hansaplast, lecet yang dialami oleh anak kecil biasanya disebabkan jatuh dari sepeda, jatuh dari tempat bermain, atau terpeleset hingga menyebabkan luka. Lecet seperti itu terjadi di bagian paling atas kulit. Di dalam dunia kedokteran, bagian kulit paling atas tersebut disebut dengan epidermis.
Sementara itu, bagian di bawahnya lagi disebut dengan dermis. Dua bagian inilah yang sering terluka, terutama di bagian lutut, lengan, dan siku. Luka berupa lecet seperti ini sebenarnya mudah diobati. Bahkan, Anda tidak perlu membawa anak ke dokter. Anda hanya perlu tahu bagaimana cara mengobati lecet yang tepat.
Jika anak Anda mengalami luka lecet, yang perlu Anda lakukan adalah bagaimana penanganan yang pas ketika anak mengalami luka lecet. Jangan sampai lecet yang dialami oleh sang buah hati membuatnya tidak lagi berani untuk belajar sepeda. Anda harus membuatnya lebih bersemangat.
Pada saat yang sama, Anda juga harus berupaya untuk mengobati luka lecet agar segera sembuh dan ia siap untuk mencoba belajar sepeda lagi.
Berikut cara mengobati luka lecet pada anak
1. Membersihkan Luka
Ketika anak jatuh dari sepeda, mungkin anak akan langsung menangis. Apalagi jika ia melihat ada luka atau bagian tubuhnya yang berdarah, seperti lutut dan siku. Dua bagian tubuh tersebut yang paling sering lecet.
Yang harus Anda lakukan adalah segera membersihkan bagian yang luka tersebut. Apalagi jika anak terjatuh di tanah yang kotor dan ada potensi bakteri menyebabkan infeksi. Maka, segera bawa anak ke dalam rumah dan bersihkan luka lecet tersebut.
Anda bisa gunakan kasa steril lembut untuk membersihkan luka agar kotoran bisa terangkat. Namun, akan lebih baik jika Anda bersihkan luka dengan menggunakan air. Basahi kain dengan air. Lalu, tepuk-tepuklah bagian tubuh anak yang lecet agar bersih dari kotoran. Atau jika memungkinkan, Anda bisa bersihkan luka dengan menggunakan air yang mengalir.
2. Segera Hentikan Pendarahan
Bagaimana jika luka lecet cukup dalam sehingga menyebabkan darah keluar terus menerus? Segera cari handuk yang lembut lalu tekan bagian yang luka agar pendarahan berhenti. Ini juga sebagai cara untuk menenangkan anak yang mungkin menangis begitu keras karena terluka.
3. Gunakan Spray Antiseptik
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Anda harus membersihkan luka dari kotoran yang menempel agar tidak terjadi infeksi. Membersihkan luka ada baiknya menggunakan air yang mengalir. Namun jika tidak tersedia air di dekat Anda, segera gunakan Hansaplast Spray Antiseptik. Ini untuk memastikan bahwa tidak ada bakteri yang menempel pada luka lecet yang berpotensi menyebabkan infeksi.
Dengan ukuran 50 ml sehingga tidak terlalu besar dan mudah dibawa di dalam tas, Hansaplast Spray Antiseptik berguna untuk membersihkan luka, mencegah infeksi dan tidak menimbulkan rasa sakit atau perih sehingga membuat si kecil ceria lagi.
4. Tutup dan Lindungi Luka
Setelah dibersihkan dan diobati dengan Hansaplast Spray Antiseptik, langkah berikutnya adalah menutup dan melindungi luka dari debu atau kotoran yang bisa menyebabkan infeksi.
Luka yang terlindungi dengan baik akan lebih cepat sembuh. Karena bisa mengurangi resiko infeksi atau terkena gesekan yang justru membuat luka menjadi lebih parah. Menutup luka dengan plester juga bisa menghindari luka terkena air sehingga menjadi basah. Luka yang terkena air bisa membuat proses penyembuhan lebih lama.
5. Rawat Luka dengan Baik dan Rajin Mengganti Plester
Walau luka sudah ditutup dengan plester, ada baiknya Anda tetap merawat luka untuk meminimalisir resiko infeksi. Pastikan Anda rajin mengganti plester agar luka tetap terlindungi secara maksimal.
Untuk perawatan yang lebih optimal agar luka cepat sembuh, Anda bisa gunakan Hansaplast Salep Luka yang bisa digunakan pada semua tahap penyembuhan dan bisa mengurangi resiko luka berbekas pada kulit anak.
BU Health Care Director PT Beiersdorf Indonesia, Vivilya Lukman, menyampaikan, anak-anak membutuhkan perlindungan yang tidak hanya efektif, tetapi juga nyaman dan praktis digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Dia memaparkan, untuk itu, perusahaan merilis Hansaplast Aqua Protect Kids yang dilengkapi dengan teknologi Bacterial Shield yang mampu menghalang 99% bakteri dan kotoran.
Menurutnya, fitur 100% waterproof melindungi luka dari air, bahkan saat anak bermain air atau beraktivitas di luar ruangan. Dengan material yang lembut dan fleksibel, plester ini tetap nyaman digunakan dan mengikuti pergerakan aktif anak tanpa mengganggu aktivitas mereka.
"Desain ceria memungkinkan membantu mengurangi rasa takut saat luka kecil terjadi, sekaligus membuat proses perawatan luka menjadi pengalaman yang lebih positif bagi anak," paparnya.
Sementara itu, Noorlintang Suminar, ibu & Co-founder Kelap Kelip (Production House Anak & Keluarga), berbagi pengalamannya soal penanganan luka pada anak.
“Sebagai seorang ibu sekaligus praktisi perfilman yang bekerja bersama anak-anak, saya menyadari pentingnya memahami penanganan risiko dengan tepat, termasuk soal luka. Di lokasi syuting misalnya, setiap penanganan risiko harus dilakukan dengan cepat, aman, dan sebisa mungkin mempertahankan mood baik anak-anak. Anak-anak bisa beraktivitas dengan aman dan ceria, orang tua dan tim produksi pun bisa tenang,” ujarnya.