Menkomdigi luncurkan Garuda Spark Innovation Hub di Medan untuk dorong startup lokal dan agritech, perkuat ekosistem digital dan kolaborasi dengan investor. [450] url asal
Menteri Komdigi Meutya Hafid mengatakan Garuda Spark merupakan gagasan baru Komdigi untuk membangun talenta dan ekosistem digital melalui penyediaan hub atau ruang-ruang kolaborasi baik antara pemerintah, talenta, industri, hingga investor.
"Dalam Garuda Spark Innovation Hub ini kami mencoba untuk mempertemukan startup business leaders, melakukan pembinaan, dan yang paling penting ialah mempertemukan dengan para investor," ucap Meutya Hafid di Medan.
Dijelaskan Meutya, Medan berada di urutan ke-7 sebagai kota dengan indeks persaingan (digital competitiveness index) tertinggi di Indonesia yang menggambarkan penyerapan teknologi digital oleh masyarakat Medan.
Medan juga menjadi satu-satunya kota di luar Pulau Jawa yang masuk dalam 10 besar kota dengan kategori ini di tahun 2025.
Dalam adaptasi dunia usaha terhadap teknologi digital, lanjut Meutya, Medan mencatatkan 2,5 juta pengguna QRIS di tahun 2024 dengan merchant pengguna QRIS yang aktif sebesar 1,3 juta.
Adaptasi pelaku usaha terhadap pembayaran (teknologi) digital itu disebut Meutya memberi gambaran akan kesiapan dunia usaha di Medan untuk masuk lebih jauh ke dalam ekosistem digital.
"Medan memiliki modal yang tinggi. Ini yang menjadi alasan kami untuk meluncurkan Garuda Spark Innovation Hub dengan harapan kota ini menjadi pusat energi baru ekonomi digital di Sumatra Utara," kata Meutya.
Adapun fokus Garuda Spark Innovation Hub di Medan akan diarahkan pada pengembangan ekosistem pertanian digital atau Agritech sebagai motor baru yang menghubungkan antara petani, pelaku usaha, dan startup teknologi untuk memperkuat rantai nilai pangan secara digital.
Fokus ini tak lepas dari sumbangan besar sektor pertanian terhadap ekonomi Sumatra Utara, mencapai 25,8% pada triwulan III/2025.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Abdullah mengatakan Garuda Spark Innovation Hub akan jadi wadah pembinaan bagi startup-startup yang berkutat di sektor tersebut lewat training dan business matching,serta menyiapkan tech-preneur dan tech-digital talent agar bisa memanfaatkan teknologi digital.
1762736651_ba785dae-76a6-4bb1-8d09-aac9275d915d.
Pengembangan ekosistem agritech di Medan inipun diharapkan menjadi wadah berbagi pengalaman dan pengetahuan dari para pelaku startup yang lebih dulu berkembang kepada pelaku startup dan talenta yang baru.
"Kami berharap teknologi digital ini menjadi teknologi inklusif yang bisa dimanfaatkan semua pelaku usaha termasuk di sektor pertanian," jelas Edwin.
Medan sendiri menjadi kota ketiga yang dipilih Komdigi untuk peluncuran Garuda Spark Innovation Hub setelah Bandung dan Jakarta.
Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan pihaknya telah menanti inovasi ini sejak lama untuk mendongkrak kreativitas dan inovasi digital yang dapat dikembangkan oleh talenta-talenta muda di Medan.
"Hub ini sudah lama dinantikan di Medan. Kami tidak ingin Medan hanya menjadi penonton, tapi juga pemain utama dalam dunia digital, menjadi technopreneur-nya," ujar Rico.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56