Bisnis.com, JAKARTA - Stranger Things akhirnya mencapai titik akhir pada Season 5 yang menjadi penutup perjalanan panjang serial fenomenal Netflix ini. Setelah hampir satu dekade menemani penonton sejak tayang perdana pada 2016.
Kisah Hawkins ditutup dengan episode final penuh emosi, pengorbanan, dan momen ikonik yang langsung memicu perbincangan luas di media sosial. Musim terakhir ini tak hanya menyuguhkan pertarungan klimaks melawan Vecna dan Upside Down, tetapi juga memberikan ruang bagi penyelesaian konflik personal antar karakter yang telah tumbuh bersama penonton selama bertahun-tahun. Berikut rangkuman momen paling epik dan paling banyak dibicarakan di final Stranger Things Season 5.
1. Jonathan Menyelamatkan Steve
Ketegangan memuncak ketika Steve Harrington hampir terjatuh saat berusaha menyelaraskan menara radio di Upside Down dengan Abyss. Dalam kondisi nyaris kehilangan nyawa, Steve bertahan sekuat tenaga sebelum akhirnya pegangan tangannya terlepas.
Di saat krusial itulah Jonathan Byers datang dan berhasil menarik Steve kembali ke tempat aman. Momen ini bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menandai berakhirnya rivalitas panjang keduanya. Jonathan dan Steve akhirnya berdamai dan sepakat bahwa Nancy berhak menentukan hidupnya sendiri tanpa menjadi objek persaingan.
2. Hopper “Menembak” Eleven
Salah satu adegan paling mengejutkan terjadi saat Jim Hopper secara tidak sengaja menembak Eleven yang tengah berada di dalam tangki air untuk menyusup ke dalam pikiran Vecna.
Dalam kondisi tertekan, Hopper diganggu oleh ilusi yang diciptakan Vecna, termasuk penampakan putrinya, Sophia. Ia mengira telah menembak Vecna, namun kamera memperlihatkan tangki air bocor dan Eleven tampak berdarah. Adegan ini kemudian terungkap sebagai halusinasi Hopper, dengan Eleven sebenarnya selamat dari bahaya.
3. Kematian Letnan Akers dan Kali
Tidak semua karakter mendapat akhir bahagia. Setelah Hopper dan Kali ditahan militer di bawah pimpinan Letnan Robert Akers, Eleven berhasil menyelamatkan mereka dengan bantuan Murray yang meledakkan helikopter menggunakan C4.
Namun, sebelum semuanya berakhir, Akers sempat membunuh Kali. Sebagai balasan, Eleven mengambil alih tubuh Akers dan memaksanya menembak dirinya sendiri hingga tewas, menjadikan adegan ini salah satu momen paling kelam di final season.
4. Joyce Membunuh Vecna
Klimaks pertarungan mencapai puncaknya ketika Vecna berhasil dilumpuhkan dan tertusuk duri di jantung Mind Flayer. Joyce Byers kemudian memberikan pukulan terakhir dengan memenggal kepala Vecna menggunakan kapak.
Adegan brutal ini diselingi kilas balik traumatis yang dialami para karakter utama sepanjang serial, seolah menjadi simbol pembalasan atas semua penderitaan yang telah mereka hadapi sejak Season 1.
5. Perpisahan Eleven dan Mike
Kemenangan atas Vecna hanya berlangsung singkat. Saat kelompok keluar dari Upside Down, militer mengepung mereka. Eleven ternyata memilih berdiri di antara gerbang Upside Down dan Hawkins, bersiap mengorbankan diri.
Sebelum bom diledakkan, Eleven membawa Mike ke dalam pikirannya. Diiringi lagu Purple Rain dari Prince, keduanya berpamitan dengan air mata. Eleven meminta Mike berterima kasih kepada semua orang yang telah mengajarinya arti persahabatan, sebelum akhirnya berciuman dalam momen perpisahan yang emosional.
6. Eleven Menghilang Bersama Upside Down
Setelah melepaskan Mike dari pikirannya, Eleven menghilang saat bom meledak dan portal Upside Down tertutup. Teman-temannya berteriak memanggil namanya, sementara Mike hanya menemukan dinding yang hancur di lokasi portal tersebut.
Pengorbanan Eleven menjadi salah satu adegan paling menyayat di sepanjang sejarah serial ini.
7. Geng Hawkins Lulus Sekolah
Cerita kemudian meloncat 18 bulan ke depan. Will, Lucas, Dustin, Max, dan Mike resmi lulus dari Hawkins High School. Dustin tampil sebagai lulusan terbaik dan menyampaikan pidato penuh refleksi tentang masa kecil mereka yang direnggut oleh kekacauan, namun juga penuh pelajaran berharga.
Ia menutup pidatonya dengan penghormatan untuk Eddie dan pesan ikonik: “lawan konformitas.”
8. Hopper Melamar Joyce
Dalam epilog yang lebih tenang, Joyce dan Hopper akhirnya menikmati kencan di Enzo’s. Di momen tersebut, Hopper melamar Joyce dan bahkan mengusulkan untuk meninggalkan Hawkins dan pindah ke Montauk, sebuah referensi menarik bagi penggemar lama Stranger Things.
9. Permainan Dungeons & Dragons Terakhir
Serial ditutup dengan adegan sederhana namun sarat makna: Will, Lucas, Dustin, Max, dan Mike memainkan satu sesi terakhir Dungeons & Dragons. Mereka memilih mempercayai teori Mike bahwa Eleven memalsukan kematiannya dan kini hidup bebas.
Satu per satu mereka meninggalkan ruang bawah tanah, sebelum estafet permainan dilanjutkan oleh generasi berikutnya menandakan akhir sekaligus warisan Stranger Things.
Sebagai penutup, rangkaian momen epik tersebut menegaskan bahwa final Stranger Things Season 5 bukan sekadar pertarungan melawan Vecna, melainkan perayaan perjalanan panjang tentang persahabatan, pengorbanan, dan proses tumbuh dewasa. Dari aksi heroik Jonathan, dilema moral Hopper, hingga pengorbanan Eleven yang mengguncang emosi penonton, setiap adegan dirancang untuk memberi makna pada kisah yang telah dibangun sejak hampir satu dekade lalu.
Akhir cerita yang menghadirkan kelulusan geng Hawkins, lamaran Hopper kepada Joyce, serta permainan Dungeons & Dragons terakhir menjadi simbol bahwa meski dunia pernah berada di ambang kehancuran, kehidupan tetap berjalan dan harapan terus diwariskan. Dengan penutup yang emosional dan sarat nostalgia ini, Stranger Things resmi mengakhiri perjalanannya sebagai salah satu serial paling berpengaruh di era streaming—meninggalkan kenangan mendalam bagi para penggemar yang tumbuh bersama kisah Hawkins dan Upside Down.