Bisnis.com, JAKARTA — Pertumbuhan industri sawit yang berkelanjutan masih membutuhkan kolaborasi sektoral terkait dengan riset dan dukungan regulasi. PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) menilai proses menuju industrialisasi inovasi hijau di sektor sawit masih panjang dan berliku.
CEO Eagle High Plantations Henderi Djunaidi mengakui proses menuju penerapan inovasi hijau tidak mudah. Pasalnya tak hanya membutuhkan riset mendalam, inisiatif tersebut juga harus menembus sejumlah regulasi.
Misalnya saja dari sisi regulasi, yang dipandang belum cukup adaptif terhadap inovasi berbasis limbah. Padahal, lanjutnya, sektor swasta memiliki peran penting dalam menciptakan solusi berkelanjutan yang aplikatif.
"Saat ini inovasi hijau harus menjadi bagian integral dari strategi bisnis. Hal ini hanya bisa dilakukan melalui riset, teknologi, dan kolaborasi lintas generasi,” ujarnya, Jumat (16/10/2025).
Saat ini, dalam menggenjot pertumbuhan industri yang berkelanjutan, emiten perkebunan sawit tersebut fokus mengubah limbah tandan kosong menjadi bahan baku bagi industri manufaktur.
Senada, Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup, Mohamad Bijaksana Junerosano menilai selama ini sektor swasta memiliki kelincahan bereksperimen, tetapi tetap membutuhkan dukungan regulasi memadai.
Pasalnya apabila kebijakan tidak diarahkan dengan tepat, industri bisa mati sebelum tumbuh.
"Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga riset menjadi penting agar inovasi dibutuhkan agar punya arah yang jelas," terangnya.
Bijaksana menambahkan inovasi pada sektor sawit seharusnya tidak berhenti pada tahap produksi, melainkan mencakup seluruh rantai nilai. Dimulai dari pengolahan, pemanfaatan limbah, hingga pasca konsumsi.
Pendekatan ini memungkinkan efisiensi yang lebih besar sekaligus menekan jejak karbon secara menyeluruh.
Dia menegaskan Indonesia tengah menyiapkan berbagai kebijakan pendukung ekonomi hijau, termasuk penyempurnaan aturan tentang nilai ekonomi karbon dan pengelolaan limbah industri.
Namun sayangnya di tingkat implementasi, banyak inovasi yang masih bergantung pada fleksibilitas birokrasi dan kemauan politik untuk mendorong transisi hijau.