Bisnis.com, JAKARTA — PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOMF) atau WOM Finance mencatatkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp5,94 triliun sepanjang 2025.
Presiden Direktur WOM Finance Djaja Suryanto Sutandar mengemukakan bahwa nilai tersebut tumbuh sebesar 9,35% (year on year/YoY).
“Di samping itu, WOM Finance juga melaporkan adanya pertumbuhan positif pada total aset perusahaan menjadi sebesar Rp7,37 triliun atau meningkat 6,08% dibandingkan periode tahun sebelumnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2026).
Sementara itu, lanjutnya, total ekuitas tercatat sebesar Rp1,98 triliun, tumbuh sebesar 4,81%. Kemudian, laba bersih sebesar Rp142,55 miliar dengan Return on Assets (ROA) sebesar 2,41% dan Return on Equity (ROE) sebesar 7,45%.
Selain capaian tersebut, Djaja juga menyampaikan WOM Finance konsisten menjaga kualitas pembiayaan dengan baik sepanjang 2025. Hal ini tercermin dari rasio NPF gross sebesar 2,17% dan NPF net sebesar 0,95%.
“Pengelolaan risiko yang disiplin serta penerapan strategi bisnis yang tepat menjadi faktor utama dalam mendukung pertumbuhan Perusahaan. Capaian ini menjadi fondasi yang kuat untuk melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya,” tegas Djaja.
Djaja berjanji akan terus berusaha menjaga komitmen perusahaan dalam memperluas akses kepada seluruh masyarakat terhadap kebutuhan akan produk perusahaan pembiayaan di tengah dinamika tantangan pasar serta persaingan yang semakin kompetitif di industri pembiayaan Indonesia.
Dalam menanggapi kondisi tersebut, imbuhnya, WOM Finance konsisten menjalankan strategi bisnis yang terarah, antara lain melalui pengembangan layanan digital serta melakukan ekspansi secara selektif di wilayah-wilayah potensial.
“Langkah-langkah strategis ini merupakan wujud komitmen WOM Finance untuk memberikan akses terhadap produk perusahaan pembiayaan kepada masyarakat secara lebih luas dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Keuangan WOM Finance Cincin Lisa Hadi menambahkan sepanjang 2025 perusahaan telah melaksanakan berbagai langkah strategi untuk memperkuat struktur pendanaan.
Hal tersebut, imbuhnya, tercermin dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan V WOM Finance Tahap II Tahun 2025 sebesar Rp1,50 triliun melalui mekanisme Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB), serta perolehan fasilitas pinjaman kredit dari perbankan sebesar Rp 1,65 triliun.
Ke depannya, lanjut Cincin, WOM Finance optimistis mempertahankan kinerja positif melalui pengembangan layanan digital, penerapan strategi bisnis yang tepat, peningkatan kualitas pembiayaan, efisiensi biaya, serta penguatan jaringan bisnis.
“Di tengah dinamika pasar dan perubahan perilaku konsumen, WOM Finance akan terus menyesuaikan strategi bisnis secara adaptif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang disiplin. Strategi tersebut diharapkan semakin memperkuat fundamental operasional serta menjaga posisi WOM Finance di industri pembiayaan nasional,” tutup Cincin.