Bisnis.com, JAKARTA — Pembiayaan dana tunai dari perusahaan multifinance kian diminati masyarakat, seiring meningkatnya kebutuhan untuk liburan akhir tahun 2025.
Misalnya saja, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOMF) atau WOM Finance yang melihat peningkatan permintaan pada pembiayaan multiguna MotorKu dan MobilKu (dana tunai).
“Pembiayaan ini biasanya dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti kebutuhan rumah tangga, pendidikan, kesehatan, hingga dana untuk liburan,” ungkap Direktur Keuangan WOM Finance Cincin Lisa Hadi kepada Bisnis, Kamis (18/12/2025).
Cincin menyebut, hingga November 2025 pembiayaan multiguna melalui dua produk itu mencapai di atas Rp4 triliun. Bagi perusahaan, ini menunjukkan tren yang positif dan stabil terhadap total portofolio pembiayaan perusahaan.
Adapun, untuk menjaga kualitas pembiayaan dana tunai, Cincin berujar WOM Finance konsisten menerapkan strategi kehati-hatian dengan memperkuat proses credit scoring, analisis kelayakan debitur, serta pemantauan portofolio secara berkelanjutan.
“Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan fungsi collection dan early warning system untuk menjaga kualitas pembiayaan agar risiko kredit tetap terkendali,” sebutnya.
Melalui cara tersebut, rasio pembiayaan bermasalah atau NPF perusahaan, khusus untuk pembiayaan multiguna MotorKu dan MobilKu periode November 2025 berada di level 1,03%.
“WOM Finance memandang prospek pembiayaan dana tunai hingga periode akhir tahun 2025 sampai awal 2026 masih tetap positif dan terukur, seiring dengan kebutuhan masyarakat yang masih tinggi,” ujar Cincin.
Senada, PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) atau Clipan Finance juga melihat bahwa menjelang akhir tahun umumnya ada peningkatan permintaan pembiayaan dana tunai.
Direktur Utama Clipan Finance, Harjanto Tjitohardjojo menyebut peningkatan ini terutama digunakan untuk memenuhi kebutuhan musiman masyarakat.
“Antara lain untuk biaya liburan dan mudik, perayaan Natal dan Tahun Baru, pembayaran biaya sekolah atau kuliah pada awal semester, serta renovasi rumah dalam skala kecil,” katanya kepada Bisnis, Rabu (17/12/2025).
Di Clipan Finance, ujarnya, kinerja pembiayaan dana tunai terus menunjukkan pola pertumbuhan yang positif. Total kontribusi hingga triwulan III 2025 mencapai hampir 10% terhadap total portofolio pembiayaan baru perusahaan.
Kemudian, rasio pembiayaan bermasalah atau NPF dana tunai jika dibandingkan dengan total pembiayaan perusahaan pada November 2025 adalah sebesar kurang dari 1%, sehingga masih on track dengan target.
Adapun, cara Clipan Finance menjaga kualitas pembiayaan dana tunai adalah dengan menerapkan segmentasi atau targeted customer sesuai dengan RAC yang ditetapkan perusahaan dan mengoptimalkan credit scoring system untuk menganalisa kelayakan calon debitur.
“Perusahaan optimis terhadap prospek penyaluran pembiayaan hingga akhir tahun 2025 dan tahun mendatang. Optimisme ini didukung oleh peningkatan permintaan, pemulihan ekonomi Nasional yang terus berlanjut, serta strategi pemasaran yang lebih fokus dan efektif,” pungkas Harjanto.