Bisnis.com, JAKARTA - Meskipun psikopat adalah istilah yang lebih umum digunakan, sosiopat tidak pernah ketinggalan zaman, hanya karena penyamaran adalah keahlian dalam resume mereka.
Dilansir dari timesofindia, sosiopat adalah istilah informal yang digunakan untuk orang-orang dengan gangguan kepribadian antisosial (ASPD). Dari kurangnya empati, tidak merasa menyesal, dan memanfaatkan orang lain, gangguan ini dapat membuat seseorang melakukan banyak hal yang tidak dapat diterima secara sosial.
Karena ini juga merupakan ciri-ciri normal, seringkali orang dapat mengacaukan ciri-ciri ini dengan ciri-ciri tunggal atau ciri-ciri negatif seseorang padahal itu bisa menjadi bagian dari gangguan yang lebih besar.
“Gangguan kepribadian antisosial adalah jenis gangguan kepribadian yang sangat menantang yang ditandai dengan perilaku impulsif, tidak bertanggung jawab, dan seringkali kriminal,” demikian pernyataan NHS.
Para ahli menyingkap beberapa ciri sosiopat khas yang sering mereka amati: Memberontak terhadap otoritas
Mematuhi aturan selalu berarti kebalikannya bagi sosiopat. Mereka sangat teguh mengikuti keinginan mereka sendiri, seringkali secara tidak bertanggung jawab dan tanpa penyesalan sama sekali.
Berikut ciri-ciri sosiopat yang harus Anda hindari
1. Pesona yang tiba-tiba
Ketika seorang sosiopat berbicara, Anda mendengarkan. Meskipun mereka berpura-pura menjadi karakter yang sederhana, pesona mereka hampir tidak memiliki ketulusan ketika ditujukan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Mereka bisa sangat menawan, dapat dipercaya, dan mudah dipahami, sementara seringkali kurang memiliki rasa empati atau penyesalan.
2. Sulit Berkomitmen
Meskipun sosiopat dapat merasakan emosi instan seperti amarah, ketakutan, dan kesedihan, emosi yang lebih dalam seperti rasa bersalah, kasih sayang, dan empati sulit mereka kembangkan.
Mereka menggunakan pesona manipulatif dan kurangnya kecemasan sosial, dan meskipun mereka mampu meniru perilaku positif dengan orang lain, mereka tidak mampu membentuk hubungan jangka panjang yang tulus.
3. Terlalu Suka Berpetualang
Amigdala adalah bagian otak yang membantu kita membaca isyarat emosional. Pada orang dengan ASPD (Gangguan Kepribadian Antisosial), komunikasi antara bagian ini dan korteks prefrontal terganggu.
Karena itu, estimasi risiko dan rasa takut mereka lambat dan bahaya membuat mereka merasa hidup. Dari mencuri hingga mengobrol dengan orang asing secara acak, ini bisa berupa apa saja.
Banyak peneliti percaya bahwa kurangnya perasaan inilah yang menyebabkan mereka (sosiopat) berperilaku agresif dan destruktif.
Keinginan bawah sadar sosiopat untuk merasakanlah yang memaksa mereka untuk bertindak.
4. Suka Mengontrol
Sosiopat sangat fokus pada segala hal dalam hubungan mereka, tindakan, kata-kata, dan banyak lagi. Dorongan mereka untuk mengontrol dan berkuasa mengalahkan minat pada koneksi dan kemitraan. Mereka ingin mendominasi situasi, suasana hati, dan kata-kata tanpa kepedulian atau empati terhadap orang lain.
5. Sulit Minta Maaf
Karena sosiopat kurang memiliki empati dan koneksi, meminta maaf dan belajar dari kesalahan adalah tugas yang sulit bagi mereka. Meskipun mereka mungkin tidak menghindari untuk mengatakan maaf, itu lebih tentang memenuhi tujuan dan kurang tentang ketulusan.
Meskipun seseorang dengan ASPD mungkin tidak merasa menyesal, mereka tetap dapat membedakan yang benar dari yang salah dan membaca reaksi orang lain.
Pelatihan berbasis keterampilan yang menggabungkan kecerdasan emosional, misalnya, dapat membantu meningkatkan kesadaran sosial, pengaturan diri, dan manajemen hubungan, bahkan jika kapasitas untuk empati terbatas.
6. Memanipulasi Kebenaran
Tidak ada yang lebih disukai seorang sosiopat selain menjadi lebih baik daripada yang lain. Mereka menganggap diri mereka tinggi dan orang lain rendah, dan siap mengalahkan siapa pun yang menentang mereka.
Jika itu termasuk memutarbalikkan kebenaran demi keuntungan mereka, maka biarlah begitu.
Meskipun kesalahan dan tindakan tunggal dapat dilupakan dan dimaafkan, hidup bersama seseorang dengan ASPD dalam jangka panjang dapat merugikan kesehatan mental dan fisik Anda. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenali ciri-ciri ini dan memahami cara menghadapinya pada diri Anda sendiri atau seseorang dalam hidup Anda.