Bisnis.com, JAKARTA — PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life Indonesia) membukukan laba bersih setelah pajak senilai Rp97,05 miliar per Maret 2026, meningkat 104,69% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp47,41 miliar.
Dalam laporan keuangan bulanan yang dipublikasikan, perolehan laba bersih perusahaan didorong oleh pendapatan usaha yang mengalami pertumbuhan sebesar 30,27% YoY menjadi Rp505,76 miliar, dibandingkan posisi Maret 2025 senilai Rp388,23 miliar.
Pada saat yang sama, perusahaan berhasil menekan jumlah beban sebesar 18,10% YoY, ke posisi Rp789,79 miliar. Pada Maret 2025, Sun Life mencatatkan beban senilai Rp964,29 miliar.
Dari sisi aset, Sun Life membukukan pertumbuhan sebesar 3,88% YoY, dari posisi 2025 senilai Rp18 triliun menjadi Rp18,70 triliun pada 2026.
Pertumbuhan aset pada periode ini ditopang oleh jumlah investasi yang meningkat 5,62% YoY menjadi Rp11,34 triliun dan jumlah non investasi yang tumbuh 1,31% YoY menjadi Rp7,36 triliun.
Adapun jumlah liabilitas perusahaan mencapai Rp10,92 triliun, menanjak 3,96% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp10,50 triliun. Pada saat yang sama, total ekuitas Sun Life tumbuh 3,77% menjadi sebesar Rp7,78 triliun.
Sementara itu, rasio pencapaian dalam pemenuhan tingkat solvabilitas Sun Life meningkat menjadi 500% dari posisi 2025 yang sebesar 467%.
Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo mengatakan, capaian positif ini merupakan hal penting yang patut diketahui oleh masyarakat. Sebab, hal ini menunjukkan bahwa Sun Life Indonesia merupakan perusahaan yang sehat secara keuangan.
“Ini juga penting buat masyarakat tahu bahwa Sun Life Indonesia itu perusahaan yang sehat, kuat secara keuangan, sehingga yang nanti bisa menemani keluarga Indonesia untuk jangka panjang,” kata Albert dalam Konferensi Pers, Jumat (8/5/2026).