Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Aan Suhanan menyoroti kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatra (ALS) dengan truk tangki minyak yang terjadi di Jalan Lintas Sumatra, Rabu (6/5/2026).
Aan menyampaikan pihaknya belum dapat mengungkapkan penyebab kecelakaan hingga saat ini karena masih menunggu investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan pihak kepolisian yang masih berproses.
Aan pun mengutarakan duka cita atas kejadian yang terjadi di Kelurahan Karang Jayo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) pada Rabu (6/5/2026) itu. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.39 WIB. Untuk itu, dirinya mengimbau kepada seluruh pemilik bus untuk memenuhi syarat kelaikan jalan.
“Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengimbau kepada seluruh pemilik perusahaan bus untuk wajib mengoperasikan armada yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan jalan dan persyaratan administrasi sesuai perizinannya,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (7/5/2026).
Selain itu, Aan menegaskan bahwa setiap pengemudi wajib dicek kesehatannya, mengecek kondisi kendaraan sebelum beroperasi dan wajib memiliki kompetensi yang baik dalam mengemudikan kendaraan.
Untuk mendalami penyebab kecelakaan tersebut, saat ini Ditjen Hubdat telah menerjunkan petugas ke lapangan dan aktif berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sumatera Selatan, Dinas Perhubungan Provinsi setempat, serta KNKT.
Saat ini, tim gabungan di lapangan bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah melakukan pendataan lebih lanjut terkait identitas para korban.
Sementara itu, mengutip laman resmi Kepolisian RI, tabrakan keras antara kedua kendaraan memicu ledakan dan kebakaran hebat yang melahap habis bus serta truk tangki di lokasi kejadian.
Hingga laporan terbaru diterima, sebanyak 16 orang dinyatakan meninggal dunia, tiga orang mengalami luka bakar serius, dan satu orang mengalami luka ringan.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, bus ALS yang dikemudikan A diduga berupaya menghindari lubang jalan dan mengambil jalur kanan.
Pada saat bersamaan, truk tangki yang dikemudikan Y bersama seorang penumpang datang dari arah berlawanan sehingga tabrakan frontal tidak dapat dihindarkan.
Dari total 16 korban meninggal dunia, sebanyak 14 orang merupakan penumpang bus ALS, sedangkan dua lainnya adalah pengemudi dan penumpang truk tangki. Seluruh korban meninggal sebelumnya dievakuasi ke RS Siti Aisyah Lubuk Linggau sebelum dipindahkan ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk proses identifikasi forensik lanjutan.
Sementara itu, tiga korban luka bakar berat masih menjalani perawatan intensif di RSUD Muara Rupit, sedangkan seorang kenek bus yang mengalami luka ringan tengah menjalani pemeriksaan oleh Satlantas Polres Muratara.
Adapun dalam proses olah tempat kejadian perkara, petugas menemukan sejumlah barang yang menjadi perhatian penyidik, di antaranya tabung gas, kursi dan dipan kayu, alat mesin motor, buah jeruk bali berserakan, satu unit sepeda motor bebek di dalam kabin bus, serta satu unit sepeda motor Suzuki Thunder yang diduga terlempar dari bagasi atas akibat benturan dan ledakan.
Temuan tersebut mengindikasikan adanya barang bawaan di luar ketentuan angkutan penumpang umum dan saat ini menjadi salah satu fokus pendalaman penyidikan.
Kedua kendaraan yang terlibat telah diamankan sebagai barang bukti dalam kondisi hangus terbakar. Kerugian materiel diperkirakan mencapai Rp500 juta.